Home / Berita / Kopi Hitam Menyehatkan Jantung

Kopi Hitam Menyehatkan Jantung

Dahulu kopi dilabel tak baik untuk kesehatan jantung. Belakangan, hasil penelitian menunjukkan, kopi justru bermanfaat bagi kesehatan.

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG–Karyawan mengecek biji kopi yang dipanggang di gerai Anomali Coffee Kemang, Jakarta, Jumat (20/03/2020). Sejumlah penelitian membuktikan, kopi bisa menurunkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah serta berbagai penyakit kronis lain.

Menyesap kopi, di pagi maupun sepanjang hari, memberi kenikmatan tersendiri. Selain membuat kita merasa segar, lebih fokus dalam bekerja dan meningkatkan suasana hati, kopi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Sejumlah penelitian membuktikan, kopi bisa menurunkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah serta berbagai penyakit kronis lain.

Laura Stevens dan kolega dari Fakultas Kedokteran Universitas Colorado, Amerika Serikat, dalam penelitian yang dimuat di jurnal Circulation, 9 Juni 2018, menyatakan, setiap peningkatan jumlah kopi yang dikonsumsi per minggu bisa mengurangi risiko gagal jantung dan stroke masing-masing 7 persen dan 8 persen dibandingkan yang tidak minum kopi.

Stevens dan tim menggunakan aplikasi khusus untuk menganalisis data dari Framingham Heart Study, penelitian yang melacak pola makan dan kesehatan jantung lebih dari 15.000 orang sejak 1940-an. Mereka menelisik faktor risiko yang sebelumnya tidak dikenal untuk gagal jantung dan stroke.

KOMPAS/DANU KUSWORO–Dua wisatawan asal Prancis menikmati aroma kopi yang telah di sangrai di Kafe Mane, salah satu tempat berkumpul penikmat kopi di kota Ruteng, Manggarai Timur, 8 Agustus 2016. Kafe ini menyajikan kopi terbaik yang didapatkan dari petani di seputar Manggarai.

Sementara itu, kajian F Rodriguez-Artalejo dan E Lopez-Garcia dari Fakultas Kedokteran, Universitas Otonomi Madrid, Spanyol, dari berbagai penelitian, menunjukkan, kebiasaan minum kopi 3-5 cangkir per hari pada orang sehat menurunkan 15 persen risiko gangguan jantung dan pembuluh darah dibandingkan yang tidak minum kopi.

Pada orang yang menderita gangguan jantung, minum kopi cukup aman, tidak meningkatkan risiko kekambuhan maupun kematian. Namun, penderita tekanan darah tinggi disarankan menghindari konsumsi kopi dalam jumlah besar.

Antioksidan
Sebelumnya, Veronica W Setiawan dan kolega dari Fakultas Kedokteran Keck, Universitas Southern California (USC), AS, mendapatkan, minum kopi mampu menurunkan risiko kematian akibat gangguan jantung, saluran pernapasan, gagal ginjal, stroke, kanker, penyakit Parkinson, dan diabetes.

Hal itu didapat dari data Multiethnic Cohort Study, hasil kerjasama antara USC dengan Pusat Kanker Universitas Hawaii. Penelitian melibatkan lebih dari 215.000 peserta berusia 45-75 tahun dari orang kulit putih, keturunan Afrika-Amerika, Jepang-Amerika serta orang Hispanik. Para peserta menjawab kuesioner tentang pola makan, gaya hidup, riwayat kesehatan keluarga dan pribadi, serta kebiasaan minum kopi. Kondisi peserta diikuti selama rata-rata 16 tahun.

Hasilnya, risiko kematian orang yang mengonsumsi secangkir kopi sehari turun 12 persen dibandingkan dengan yang tidak minum kopi. Risiko itu bahkan turun 18 persen pada mereka yang minum 2-3 cangkir kopi per hari. Baik kopi dengan kafein ataupun tanpa kafein.

“Kopi mengandung antioksidan dan senyawa fenolik yang berperan penting dalam pencegahan kanker,” kata Setiawan, guru besar Ilmu Kedokteran Pencegahan dari USC, sebagaimana dikutip Science Daily, 10 Juli 2017, tentang penelitian yang dimuat di Annals of Internal Medicine pada bulan yang sama.

Terkait kemampuan mencegah diabetes, Søren Gregersen dan kolega dari Departemen Kedokteran Klinis, Universitas Aarhus, Denmark, menguji efek berbagai senyawa dalam kopi pada sel tikus di laboratorium.

Science Daily, 2 Desember 2015, menyebut, tim peneliti mendapatkan dua senyawa antioksidan dalam kopi, yakni kafestol dan asam kafeat, mampu meningkatkan sekresi insulin saat ada glukosa. Selain itu, kafestol meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel otot sama seperti efek obat anti diabetes.

Kopi hitam
Namun demikian, konsumsi kopi hanya merujuk pada kopi hitam. Bukan kopi yang dicampur krim dan gula.

“Konsumsi gula bisa berakibat buruk,” kata Penny Kris-Etherton, guru besar Ilmu Gizi Penn State University dalam laman Asosiasi Jantung Amerika (AHA). Ia mencontohkan, frappuccino berisi 800 kalori per porsi. Kalori dalam gula akan menambah berat badan dan pada akhirnya berakibat buruk bagi kesehatan jantung.

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI–Kopi hitam

Meski bermanfaat, kopi bukan konsumsi anak-anak. Perkumpulan Dokter Anak Amerika (AAP) merekomendasikan, anak-anak sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein.

Kopi juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Waktu minum kopi perlu diatur agar tidak mengganggu jadwal tidur. Kebanyakan minum kopi bisa membuat jantung berdebar.

“Ada orang yang lambat mencerna kafein sehingga berdebar-debar, gemetar serta kesulitan tidur,” kata Kris-Etherton.

Karena itu, perhatikan reaksi tubuh setelah minum kopi. Sejatinya, tubuh selalu memberi peringatan jika kita mengonsumsi sesuatu secara berlebihan.

Oleh ATIKA WALUJANI MOEDJIONO

Editor ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

Sumber: Kompas, 9 April 2020

Share
x

Check Also

Penggunaan Aplikasi Permudah Monitoring Mangrove

LIPI menggunakan penginderaan jauh dan teknologi untuk menghasilkan buku panduan monitoring, spreadsheet template, dan aplikasi ...

%d blogger menyukai ini: