Home / Berita / Terungkap, Mekanisme Kopi Sehatkan Jantung

Terungkap, Mekanisme Kopi Sehatkan Jantung

Kopi sering disebut-sebut sebagai minuman yang menyehatkan tubuh, termasuk jantung, tetapi bagaimana mekanisme persisnya selama ini belum diketahui. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa kafein, kandungan utama kopi, dapat melindungi sel-sel kardiovaskular dari kerusakan pada tikus percobaan. Dengan kata lain, kopi berpotensi dapat menyehatkan jantung dan pembuluh darahnya pada manusia.

KOMPAS/RONY ARYANTO NUGROHO–Petani kopi Aries Sontani menunjukkan kopi mentah produksinya.

Penelitian tersebut dimuat dalam jurnal berakses terbuka PLOS Biology edisi 21 Juni 2018, yang juga disiarkan Sciencedaily.com.

Penelitian dilakukan oleh Judith Haendeler, Joachim Altschmied, dan kawan-kawan dari Fakultas Kedokteran Universitas Heinrich-Heine dan Institut Penelitian Kesehatan Lingkungan IUF-Leibniz Duesseldorf, Jerman.

KOMPAS/RIZA FATHONI–Kopi arabika Blue Tamblingan, di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Percobaan kemampuan kafein terhadap jantung itu baru dilakukan pada tikus pra-diabetes, tikus obesitas, dan tikus tua. Kemampuan pada jantung manusia memerlukan uji klinis lebih lanjut.

Para peneliti menemukan bahwa efek perlindungan kafein terhadap sel jantung dicapai pada konsentrasi yang setara dengan konsumsi empat cangkir kopi. Dengan konsentrasi kafein sebesar itu, efeknya mungkin relevan secara fisiologis atau faali.

KOMPAS/RIZA FATHONI–Berbagai jenis kopi di tempat wisata agro Bunga Amertha Sari di Jalan Raya Tampaksiring, Kintamani, Penglumbaran, Susut, Bangli, Bali.

Para peneliti sebelumnya menunjukkan konsentrasi kafein yang relevan secara fisiologis, yaitu tingkat yang dicapai setelah empat atau lebih cangkir kopi. Pada konsentrasi itu, kafein meningkatkan kapasitas fungsional sel-sel kulit lapisan endotel, yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Efeknya melibatkan mitokondria, yaitu bagian dari sel yang menjadi pusat energi.

Dalam penelitiannya, peneliti di Jerman menunjukkan, protein yang disebut p27, yang dikenal terutama sebagai inhibitor atau penghambat dari siklus sel, hadir dalam mitokondria pada tipe sel utama dari jantung. Dalam sel-sel ini, p27 mitokondria mempromosikan migrasi sel-sel endotel, melindungi sel-sel otot jantung dari kematian sel, dan memicu konversi fibroblas menjadi sel-sel yang mengandung serat kontraktil. Semua proses itu penting untuk perbaikan otot jantung setelah serangan jantung.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI–Operasi pemasangan stent jantung untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang tersumbat dilakukan Dr Utojo Lubiantoro kepada salah satu pasien di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Maret 2014.

Peneliti menemukan, kafein menginduksi pergerakan p27 ke mitokondria, memulai rangkaian kejadian yang menguntungkan ini, dan melakukannya pada konsentrasi yang dicapai manusia dengan meminum empat cangkir kopi. Hasilnya menunjukkan modus tindakan baru untuk kafein yang mempromosikan perlindungan dan perbaikan otot jantung melalui aksi p27 mitokondria.

”Hasil ini harus mengarah pada strategi yang lebih baik untuk melindungi otot jantung dari kerusakan, termasuk pertimbangan konsumsi kopi atau kafein sebagai faktor makanan tambahan pada populasi lansia,” kata Haendeler.

Selain itu, meningkatkan p27 mitokondria dapat berfungsi sebagai strategi terapi potensial tidak hanya pada penyakit kardiovaskular, tetapi juga dalam meningkatkan masa hidup manusia.

KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA–Penduduk lansia di Desa Payung, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berolahraga di dekat Gunung Sinabung, Jumat (29/12/2017).

Dalam penelitian terdahulu, kopi juga terbukti dapat menurunkan risiko manusia terkena diabetes tipe 2, yaitu penyakit kencing manis yang disebabkan gaya hidup makanan berlebihan dan kurang olahraga. Penelitian yang dikutip juga oleh Haendeler dan tim itu dilakukan Rob M van Dam dan Edith JM Feskens dari Departemen Epidemiologi Penyakit Kronis pada Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda. Penelitian mereka dimuat dalam jurnal The Lancet tahun 2002.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO–Kepala Divisi Departemen Endokrinologi dan Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Em Yunir bersama Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (kanan) saat melihat salah satu ruangan Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu yang baru saja diluncurkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu (8/6/2016). Poliklinik yang dibangun kerja sama Sun Life Financial Indonesia dengan RSCM tersebut untuk memfasilitasi masyarakat umum dan penderita diabetes agar lebih mudah mendapatkan informasi mengenai cara menangani dan mencegah diabetes.

Dalam penelitiannya, mereka meneliti hubungan antara konsumsi kopi dan risiko diabetes tipe 2 klinis dalam kelompok berbasis populasi dari 17.111 pria dan wanita Belanda yang berusia 30-60 tahun.

KOMPAS/VINA OKTAVIA
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kedua dari kiri) didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kedua dari kanan) beserta penikmat kopi meminum kopi dalam acara peringatan Hari Kopi Internasional yang digelar di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu (1/10/2017). Peringatan Hari Kopi Internasional dihadiri peserta dari sejumlah negara, antara lain Singapura, Vietnam, dan Etiopia.

Dam dan Feskens menemukan, kafein juga memiliki efek yang menguntungkan. ”Orang yang minum setidaknya tujuh cangkir kopi sehari adalah lebih rendah mengembangkan diabetes tipe 2 daripada orang yang minum dua cangkir atau lebih sedikit dalam sehari”, tulis Dam dan Feskens.–SUBUR TJAHJONO

Sumber: Kompas, 22 Juni 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Penggunaan Aplikasi Permudah Monitoring Mangrove

LIPI menggunakan penginderaan jauh dan teknologi untuk menghasilkan buku panduan monitoring, spreadsheet template, dan aplikasi ...

%d blogger menyukai ini: