Kopi, Penyembuh atau Pembunuh ?

- Editor

Sabtu, 25 Agustus 2012

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOPI adalah minuman universal. Namun jika diminum dalam dosis tertentu bisa meningkatkan risiko terjadinya infark, mati mendadak, dan aritmia (tidak adanya irama jantung). Menurut studi epidemiologi, konsumsi kopi yang direbus atau kopi mendidih berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung ñ pembuluh darah. Hal ini terutama karena dua diterpenes yang berhasil teridentifikasi di dalam fraksi lemak dari kopi ground, yakni cafestol dan kahweol. Persenyawaan ini meningkatkan konsentrasi plasma kolesterol di dalam tubuh manusia. Kopi juga kaya akan zat-zat lainnya yang dapat berkontribusi terhadap aktivitas biologis, seperti komponen heterocyclic yang punya aktivitas antioksidan yang kuat.
Komposisi nutrisi dalam secangkir kopi tanpa gula (sekitar 237 ml) sebagai berikut: protein (0,3 g), kalsium (4,7 mg), omega 6 (2,4 mg), magnesium (7,9 mg), vitamin K (0,2 mcg), fosfor (7,1 mg), niacin (0,5 mg), kalium (116 mg), folat (4,7 mcg), natrium (4,7 mg), kolin (6,2 mg), kafein (94,8 mg), senyawa fenol (misalnya: chlorogenic acid dan quinides), potassium (kalium), mangan, kromium, niasin, dan serat. Beberapa di antaranya berperan di dalam metabolisme glukosa.

Asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan, merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia peningkat hormon insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel tubuh). Zat lain yang ada di kopi adalah trigonelin, yaitu: pro vitamin B3, yang berperan membantu memperlambat penyerapan glukosa. Oleh karena itu, kopi mengurangi risiko diabetes mellitus (DM) tipe 2 hingga 50%.

Senyawa xantin di kopi, dalam dosis rendah, menstimulasi susunan saraf penderita depresi, misalnya akibat penyalahgunaan narkoba atau kecanduan alkohol. Bagaimanapun juga, berbagai hipotesis ini perlu riset lanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliran darah pecandu kopi berkadar homosistein tinggi. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan risiko penyakit jantung (terutama jantung koroner). Namun dalam kadar normal (7 – 22 ug mol/L), homosistein bermanfaat untuk membentuk propionil-koA (substansi yang beperan dalam metabolisme lemak dan karbohidrat).

Dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir kopi, kadar homosistein seseorang naik 10% dari nilai normal. Namun kenaikan ini tidak menetap. Cukup menghentikan minum kopi dan kadar homosistein akan normal kembali. Cara alami lainnya untuk menurunkan homosistein adalah dengan mengonsumsi segelas air jeruk, sayuran hijau, atau bahan pangan yang kaya akan vitamin B6 dan B12. Dengan demikian, penyakit jantung koroner dapat dihindari.

Keajaiban Kopi

Keajaiban kopi salah satunya dikarenakan oleh kafein. Kafein adalah suatu methylxanthine yang memiliki efek biologis primer competitive antagonism dari reseptor adenosine. Kafein terkandung di dalam kopi, teh, minuman soda, cokelat, dan berbagai obat warung.

Kafein berfungsi sebagai stimulant (perangsang) yang memiliki beragam khasiat, antara lain: meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, detak jantung, sistem pernapasan. Meningkatkan pengeluaran energi selama beberapa jam. Meningkatkan proses encoding informasi baru. Meningkatkan kerja saraf motorik. Merangsang otak dan susunan saraf pusat. Merangsang pengeluaran cairan dari tubuh (diuretik), sehingga sering berkemih. Merangsang saluran pencernaan, terutama proses pembuangan. Merangsang timbulnya anemia defisiensi besi. Menghilangkan kantuk, menetralkan atau meniadakan rasa lelah. Mengurangi risiko terkena diabetes melitus tipe 2. Mengurangi risiko terkena kanker prostat pada pria. Memicu inspirasi serta menambah kecepatan berpikir.

Efek di atas akan dirasakan bila mengkonsumsi sekitar 1 ñ 3 gelas kopi. Namun bila berlebihan, maka kafein akan berdampak; insomnia (sulit tidur), diare, mudah marah, cemas, kedutan di otot, bersifat addictive (membuat ketagihan atau kecanduan).

Riset menunjukkan peminum 2 ñ 3 cangkir kopi/hari berisiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Bila dalam sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6-7 cangkir), maka diperkirakan risiko untuk terkena serangan jantung atau stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin B6 bisa berkurang sampai 21%.

Studi lainnya menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita. Namun, manfaat ini tak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih sensitif terhadap kafein. (11)

Dokter Dito Anurogo, dokter praktek di RS Mitra Pati

Sumber: Suara Merdeka, 25 Juli 2012

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB