Home / Berita / Komunikasi, Jurusan Favorit

Komunikasi, Jurusan Favorit

Ujian Tulis SBMPTN Masih Diwarnai Kecurangan di Beberapa Daerah
Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat, menjadi perguruan tinggi paling diminati dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2015 dengan total 85.879 pendaftar. Dari semua jurusan di kampus tersebut, komunikasi adalah jurusan paling favorit.

Dengan jumlah pendaftar sebanyak itu, Universitas Padjadjaran menjadi perguruan tinggi negeri dengan peminat paling besar dari 74 PTN yang menggelar seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) di seluruh Indonesia. Padahal, total daya tampung kampus tersebut pada tahun akademik 2015/2016 hanya 6.076 kursi. Dari jumlah itu, sebanyak 3.097 kursi (51 persen) di antaranya diisi lewat jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri dan 2.979 kursi (49 persen) dari SBMPTN.

“Minat masyarakat sangat tinggi terhadap 50 program studi sarjana dari 16 fakultas,” kata Rektor Universitas Padjadjaran Tri Hanggono Achmad, di Bandung, Selasa (9/6).

Dari 50 program studi (prodi) atau jurusan sarjana, ada 10 prodi yang memiliki jumlah peminat tertinggi, yakni ilmu komunikasi, ilmu hukum, pendidikan dokter, manajemen, manajemen komunikasi, teknik informatika, akuntansi, teknik geologi, farmasi, serta televisi dan film. Di antara semua itu, ilmu komunikasi paling dimintai dengan 4.411 orang pendaftar. Kondisi ini serupa dengan tahun 2014.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Humas Universitas Padjadjaran Soni A Nulhaqim, tingginya minat masyarakat itu dipengaruhi kebutuhan ataupun daya serap lulusan di dunia kerja. “Banyak orangtua yang menguliahkan anaknya di prodi ini karena sektor komunikasi dipandang penting, dan industri media tumbuh,” katanya.

Kedokteran
Di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, jurusan kedokteran masih menjadi favorit dengan jumlah peminat sekitar 5.000 orang. Padahal, hanya tersedia 100 kursi untuk jurusan ini. “Kami tak memiliki waktu, biaya, dan tenaga yang cukup untuk melakukan wawancara. Jadi, mau tak mau, seleksi mahasiswa baru prodi kedokteran hanya melalui ujian tertulis,” ujar Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis.

Hal serupa terjadi di Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur. Program studi pendidikan dokter di kampus ini juga paling banyak diminati dengan 2.607 pendaftar. Menyusul jurusan manajemen, akuntansi, psikologi, dan ilmu hukum.

Kontras dengan prodi komunikasi dan kedokteran yang menjadi favorit, di sejumlah kampus sejumlah prodi kurang diminati secara bervariasi. Prodi-prodi itu antara lain sastra Jawa, sastra Rusia, sastra Perancis, sastra Sunda, ilmu sejarah, matematika, kimia, dan fisika. Namun, jumlah pendaftar di jurusan-jurusan tersebut masih sesuai dengan kuota yang tersedia.

Kecurangan di SBMPTN
Pelaksanaan ujian tulis SBMPTN serentak di Indonesia, Selasa kemarin, secara umum berlangsung lancar. Namun, masih ditemukan kecurangan di beberapa tempat. Panitia ujian di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, misalnya, menemukan kecurangan dua peserta secara terpisah. Satu peserta menggunakan joki untuk mengerjakan ujian, peserta lain memanfaatkan alat komunikasi untuk mencari jawaban.

Kepala Humas Universitas Hasanuddin Dahlan Abubakar, mengatakan, pengawas ujian di SMPN 30 Makassar menemukan foto KTP orang berinisal A dengan yang ikut ujian tidak cocok dengan foto M, seorang peserta ujian yang terdaftar. “Saat diperiksa, A mengaku menjadi joki untuk M yang sedang sakit,” ujar Dahlan. Kasus itu telah diserahkan ke kepolisian.

Panitia juga menemukan kasus dugaan kecurangan peserta berinisial WZ. Dia menggunakan jam tangan yang juga berfungsi sebagai alat komunikasi untuk mendapatkan jawaban ujian. “Jam tangan itu tertinggal di ruangan usai ujian. Ternyata di dalamnya tersimpan kunci jawaban soal,” kata Dahlan.

Kedua peserta yang curang, yaitu M dan WZ, dibuatkan berita acara dan dipastikan dicoret dari kepesertaan SBMPTN.

Selama pelaksanaan ujian tulis, panitia di sejumlah daerah benar-benar menerapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kecurangan.

Ditindak tegas
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan, pihaknya menemukan ada kecurangan dalam ujian tertulis SBMPTN di Solo, Jawa Tengah, dan Makassar, Sulawesi Selatan. Semua praktik kecurangan itu akan ditindak tegas antara lain dengan mendiskualifikasi peserta yang terlibat.

“Saya mendapat laporan adanya joki dalam di Universitas Sebelas Maret, Solo, dan Universitas Hasanuddin. Saya minta praktik perjokian ini ditindak tegas,” kata Nasir saat meninjau pelaksanaan ujian di Universitas Negeri Yogyakarta. Nasir menegaskan, peserta SBMPTN yang diketahui curang dan terlibat dalam praktik perjokian akan didiskualifikasi.(SEM/DNE/LUK/ENG/DEN/BAH/HRS/RWN/GRE/JUM/ODY)
———–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Juni 2015, di ha laman 11 dengan judul “Komunikasi, Jurusan Favorit”.

Posted from WordPress for Android

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: