Kesiapan Ritel Beragam Jelang Uji Coba Keresek Berbayar

- Editor

Sabtu, 20 Februari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sehari menjelang peluncuran uji coba kantong plastik berbayar di ritel beberapa kota, kesiapan toko ritel beragam. Ada yang sudah siap dengan tulisan pengumuman kantong plastik sudah berbayar, ada pula yang masih menunggu instruksi kantor ritel.

Hal tersebut terlihat dari pantauan terhadap empat toko ritel di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2016).

Toko ritel yang paling siap dengan pengumuman kantong plastik berbayar yang dipantau Kompas, hari ini, adalah Alfamart di Jalan Letjen S Parman, sekitar satu kilometer dari Manggala Wanabakti, markas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pengumuman tertulis di papan berukuran sekitar 22 x 30 centimeter di meja kasir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tulisan pada papan itu berbunyi: “Sekarang kantong plastik ‘TIDAK GRATIS’. Bawalah tas/kantong belanja sendiri atau dikenakan kantong plastik berbayar @Rp 200/pc”.

“Ini perintah dari Gubernur DKI (Basuki Tjahaja Purnama) agar tidak banyak sampah kantong plastik,” ujar Neni, kasir di gerai Alfamart tersebut.

Ruang bagi pengumuman tersebut hanya menggunakan sepertiga papan. Di papan itu juga tertera informasi promo sejumlah produk yang dijual Alfamart.

Namun, belum semua gerai jaringan Alfamart menerapkan hal yang sama. Gerai di Jalan Penjernihan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, misalnya, belum memasang papan pengumuman serupa. Menurut kasir di tempat itu, instruksi kantor pusat tentang kantong plastik berbayar sudah ada, tetapi gerai ini menunggu pengumuman lanjutan terkait kepastian waktu memulai kebijakan.

Gerai Indomaret yang bersebelahan pun belum menaruh pengumuman terkait kantong plastik berbayar. Staf di gerai itu mengatakan, kebijakan berlaku sesuai keputusan pemerintah, yakni mulai Minggu (21/2/2016). Mereka akan memasang poster pengumuman dulu agar konsumen paham dan tidak berselisih dengan kasir karena harus membayar jika menggunakan kantong plastik.

Gerai 7-Eleven di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, juga belum memasang pengumuman kantong plastik berbayar. Alasannya, hal itu baru dimulai besok. Kasir di gerai tersebut, Vivi, mengatakan bahwa aturan tersebut berlaku untuk gerai-gerai seluruh ritel.

Meski demikian, pengendalian kantong plastik di sana sudah berjalan, yakni dengan tidak langsung memberikan kantong plastik ke konsumen kecuali diminta. Bedanya, selama ini kantong plastik diberikan gratis, tetapi mulai besok berbayar.

Kepastian mepet
General Manager Komunikasi Perusahaan Alfamart sekaligus Ketua Bidang Komunikasi dan Media Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Nur Rachman mengatakan, beberapa gerai ritel belum langsung siap untuk menerapkan kantong plastik berbayar, termasuk saat kebijakan tersebut diluncurkan hari Minggu. Ini lantaran kepastian terakhir terkait teknis kebijakan baru ada hari Rabu (17/2/2016) melalui Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Kepala Daerah tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar.

9f6fc10644f84e969a80b1214a3c6767Namun, menurut Rachman, Alfamart sudah bersiap dengan petunjuk pelaksanaan kantong plastik berbayar. Mulai besok, kantong plastik di Alfamart akan diperlakukan seperti barang dagangan, termasuk diberi kode barang. “Secara nasional, sudah kami informasikan ke seluruh cabang untuk disosialisasikan,” ujarnya.

Kasir Alfamart nantinya akan menawarkan mau menggunakan kantong plastik atau tidak. Karena masih masa uji coba dan edukasi, kasir Alfamart akan memberikan kantong plastik secara gratis jika konsumen memprotes pembayaran, tetapi tetap sambil menginformasikan bahwa itu kebijakan pemerintah untuk menekan limbah kantong plastik.

Kurang efektif
Konsumen ritel yang ditemui, Sabtu, berpendapat, kebijakan kantong plastik yang akan diujicobakan kurang efektif. Wasinthon, seorang dosen, misalnya, menganggap harga Rp 200 tidak akan berefek apa-apa karena terlalu murah. “Paling tidak, harga itu Rp 1.000 atau Rp 2.000,” katanya.

Dengan harga lebih mahal, konsumen akan berpikir ulang membeli kantong plastik sehingga mau membawa wadah belanja sendiri.

Hal senada disampaikan Ari, seorang wiraswasta. Ia bahkan memandang, jika pemerintah benar-benar ingin menekan konsumsi kantong plastik, pemerintah membuat aturan agar kantong plastik tidak dijual sama sekali.

Ari mengusulkan, ritel menyediakan kantong belanja dengan bahan non plastik yang diproduksi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah. “Ini sekaligus menggerakkan industri kreatif,” ujarnya.

J GALUH BIMANTARA

Sumber: Kompas Siang | 20 Februari 2016

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 18 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB