Home / Berita / Kesadaran Masyarakat akan Pendidikan Makin Tinggi

Kesadaran Masyarakat akan Pendidikan Makin Tinggi

Kesadaran masyarakat Indonesia, terutama generasi muda terhadap dunia pendidikan semakin meningkat. Hasil ini tercermin dalam hasil survei terbaru yang dilakukan oleh MasterCard.

Studi tersebut menunjukkan, 37 persen masyarakat Indonesia berusia 18-24 tahun berniat melanjutkan pendidikan dalam satu tahun ke depan. Sementara 12 persen dari seluruh responden akan mengikuti kursus.

Menariknya, hasil survei juga menunjukkan sebagian besar responden yang berencana untuk melanjutkan pendidikan akan membiayai pendidikan mereka dengan biaya pribadi. Hanya empat dari 10 responden berusia 18-24 tahun berharap menggunakan biaya orangtua untuk melanjutkan pendidikan.

Survei mengungkap, pendidikan pun mulai menjadi faktor penting dalam penetapan anggaran keluarga Indonesia. Sebesar 70 persen dari responden secara rutin menyisihkan sekira 6-20 persen dari pendapatan mereka untuk biaya pendidikan sang anak. Mayoritas orangtua pun memilih agar anak-anak mereka dapat masuk ke perguruan tinggi negeri.

Group Head Communications Asia/Pasifik, Timur Tengah dan Afrika MasterCard Worldwide Georgette Tan mengaku gembira atas hasil survei MasterCard pada Consumer Purchasing Priorities for HI 2012. Pasalnya, kesadaran akan pentingnya pendidikan semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

“Hasil Survei MasterCard pada Consumer Purchasing Priorities for HI 2012 menujukkan perkembangan yang sangat bagus dari masyarakat Indonesia, terutama menggarisbawahi kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk terus tumbuh. Yang paling menggembirakan, kesadaran ini berasal dari generasi muda akan memainkan peran penting sebagai pemimpin Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Tan, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (7/9/2012).

Peningkatan fokus pada pendidikan terjadi saat Indonesia mengalami pertumbuhan dan penguatan pada sektor politik, demografis, dan ekonomi sebagai bagian dari Columbia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki, dan Afrika Selatan (CIVETS). Hal ini terbukti melalui pemerintah Indonesia yang terus meningkatkan komitmennya terhadap bidang pendidikan.

Salah satunya adalah mengalokasikan Rp331,8 triliun untuk sektor pendidikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013. Jumlah ini meningkat 6,7 persen dari APBN 2012. Organisasi non pemerintah seperti World Bank melihat, pengeluaran yang lebih tinggi untuk pendidikan dan reformasi dunia pendidikan dalam lima tahun terakhir telah meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Indonesia.

Survei MasterCard pada Consumer Purchasing Priorities for HI 2012 dibuat berdasarkan wawancara tatap muka yang dilakukan pada April-Juni lalu dengan melibatkan 425 responden berusia 18-64 tahun. Survei ini dirilis dua kali dalam satu tahun dengan tujuan mengetahui prioritas belanja konsumen, termasuk pendidikan, perjalanan, makan dan hiburan, serta manajemen keuangan dan konsumsi barang mewah di 14 pasar di Asia Pasifik.(mrg-Margaret Puspitarini)

Sumber: Okezone.com, Jum’at, 07 September 2012 18:34 wib

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: