Jam Tangan Penjaga Anak dengan Pelacak GPS

- Editor

Sabtu, 5 September 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Devond Technologies mempromosikan Bipbip Watch, sebuah jam tangan yang bisa melacak keberadaan anak. Hal tersebut diharapkan bisa membantu orangtua dalam mengawasi anak-anak mereka.

“Jam tangan ini melacak posisi anak melalui Wi-Fi (internet nirkabel), GPS (satelit), dan GSM (seluler),” kata Cicilia Anne, Manajer Operasional PT Devond Technologies, yang memproduksi Bipbip Watch, di Jakarta, Kamis (3/9). Jam tersebut diperkenalkan kepada masyarakat di acara kelas pendidikan orangtua bertajuk “Is Stranger Danger?” yang diselenggarakan Tiga Generasi, sebuah kelompok yang peduli terhadap pendidikan keluarga.

Anne menjelaskan, tingkat keakuratan jam tersebut dalam melacak posisi mencapai 90 persen. Jam juga bisa dioperasikan melalui sistem Android ataupun iOS yang terhubung ke telepon pintar milik orangtua. Tidak hanya bisa memantau pergerakan anak, alat ini juga menghitung kalori yang dikeluarkan. Selain itu, orangtua bisa mengatur jarak aman anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misalnya, Bipbip Watch diatur agar anak tetap di dalam radius 20 meter. Maka, apabila anak bergerak melebihi radius tersebut, otomatis alarm di telepon pintar milik orangtua akan berbunyi. “Mereka juga bisa langsung menghubungi anak ke jam tersebut melalui aplikasi yang sudah diunduh,” kata Anne.

Mengurangi kecemasan
Noella Birowo, salah satu pendiri Tiga Generasi, mengatakan, semakin peliknya berbagai permasalahan sosial mengakibatkan para orangtua semakin mencemaskan anak-anak mereka. Hal ini membuat sebagian orangtua bersikap sangat protektif terhadap anak-anak sehingga terkadang mengurangi ruang gerak anak.

92be347450d9470e9ae359302933ca35Arsip bipbipwatch.com–Selain bisa melacak lokasi anak, Bipbip Watch juga memiliki fitur terkoneksi ke nomor telepon yang telah ditentukan dengan cara menekan tombol selama tiga detik. Alat pelacak GPS ini menjadi salah satu solusi bagi orangtua untuk memastikan anak dalam keadaan aman.

Dengan adanya jam tangan pintar tersebut, beban kecemasan orangtua bisa sedikit berkurang. Salah satu peserta pendidikan keluarga, Dian (33), menuturkan akan mempertimbangkan kemungkinan membeli jam tangan pelacak untuk anaknya yang duduk di kelas II SD. Penyebabnya, ia tidak mau mengambil risiko kebingungan apabila tidak sengaja terpisah dengan anaknya di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan.

“Kalau ada pelacak, setidaknya saya dan suami bisa mengetahui posisi dia,” ujarnya.

Tren pelacak GPS
Produk selain Bipbip Watch yang dilengkapi pelacak GPS atau GPS tracker juga sudah banyak beredar di pasaran. Variasi produk yang tersedia mulai dari yang sekadar menjadi alat pelacak murah dengan harga ratusan ribu rupiah hingga yang mahal dengan harga ratusan juta rupiah.

Bentuknya pun bervariasi, ada yang berupa jam tangan atau smartwatch, gelang, kalung, hingga hanya sekadar kotak kecil yang dengan mudah bisa disematkan di pakaian. Teknologi yang umum dipakai biasanya selain mengandalkan GPS juga memiliki akses internet melalui jaringan GSM/GPRS.

Sebuah GPS tracker atau GPS locator portabel seharga 12 dollar AS hingga 20 dollar AS, sudah bisa melacak keberadaan pembawa alat tersebut secara akurat. Peta lokasi biasanya dihubungkan ke Google Maps.

Ketika alat GPS locator yang berisi nomor telepon GSM di-SMS dengan perintah tertentu, maka alat tersebut akan mengirim SMS balasan berupa tautan yang berisi koordinat lokasi. Tautan koordinat tersebut yang bisa dilihat di Google Maps.

Alat seperti ini biasanya juga memiliki kemampuan untuk merekam suara di sekitar pembawa GPS tracker. Dengan demikian, kita bisa tahu kondisi di sekitar lokasi GPS tracker.

GPS locator ini bisa dimanfaatkan untuk “menjaga” hewan peliharaan hingga digunakan untuk memantau posisi keluarga kita, misalnya untuk orang yang sudah lanjut usia dan tentunya untuk anak-anak. Bahkan, bisa pula digunakan untuk mengetahui posisi properti bergerak seperti mobil dan sepeda motor. (AMR)

Laraswati Ariadne Anwar

Sumber: Kompas Siang | 3 September 2015

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB