Jalur Prestasi Dioptimalkan

- Editor

Kamis, 27 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PTN Terbuka bagi Semua Siswa Berprestasi
Pendaftar ke perguruan tinggi negeri lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri menurun dari tahun ke tahun. Hal ini seiring penetapan kuota pendaftar yang dibatasi berdasarkan akreditasi sekolah. Cara ini dioptimalkan untuk menjaring siswa berprestasi.

Hasil seleksi mahasiswa baru lewat jalur prestasi rapor ataupun non-akdemik lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di SMA/ SMK sederajat tahun ini diumumkan secara daring, Rabu (26/4). Sebanyak 101.906 orang diterima di 78 PTN. Mereka diseleksi dari 517.116 pendaftar.

Siswa yang tidak lolos SNMPTN tidak perlu berkecil hati. Sebab, masih ada dua jalur penerimaan PTN lainnya, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan seleksi mandiri dari PTN terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2017 Ravik Karsidi dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin, mengatakan, sejak 2016 penetapan pendaftar lewat jalur SNMPTN dilakukan pemeringkatan berdasarkan akreditasi sekolah. Dengan demikian, penyaringan lebih optimal karena jumlah siswa yang disaring berkurang, sesuai akreditasi sekolah.

Ravik mengatakan, SMA/sederajat dengan akreditasi A hanya dapat mendaftarkan 50 persen siswa terbaiknya. Yang berakreditasi B dipatok 30 persen, berakreditasi C sebanyak 10 persen. Adapun yang belum terakreditasi dipatok 5 persen. “Pemeringkatan untuk suatu sekolah juga mencakup untuk kelas reguler dan kelas akselerasi. Jadi, tidak ada keistimewaan untuk kelas akselerasi yang dalam anggapan umum siswanya dianggap lebih pintar dari kelas reguler,” ujar Ravik yang juga Rektor Universitas Sebelas Maret, Solo.

Pada 2015, ketika belum ditetapkan pemeringkatan berdasarkan kuota akreditasi sekolah, pendaftar mencapai lebih dari 850.000 orang. Pada 2016 berkurang jadi 644.000 orang. Sementara tahun 2017 ini, 517.418 orang. Sekolah yang mengikutsertakan siswanya di jalur SNMPTN pada dua tahun sebelumnya lebih dari 20.000. Pada tahun ini tinggal 14.790 sekolah.

Menurut Ravik, sebenarnya ada 893.323 orang yang dikategorikan layak mendaftar. Namun, di tahap akhir hanya 517.418 yang memenuhi syarat untuk diproses tiap PTN. “Sekolah memasukkan data rapor siswa dari semester 1-5 secara daring. Lalu, siswa sendiri yang memvalidasi apakah data yang diunggah sekolah itu benar atau tidak,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad mengatakan, penyelenggaraan SNMPTN ini untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa dengan nilai akademik yang baik untuk dapat masuk PTN. “Sistem ini juga untuk menjamin PTN menjadi wadah yang terbuka buat semua anak bangsa yang berprestasi,” ujar Intan.

Pemerintah, ujar Intan, menyediakan beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Tahun ini kuotanya tersedia untuk 80.000 mahasiswa. Lewat jalur SNMPTN tersaring 27.058 orang (20 persen) dari kuota SNMPTN.

Ketua Majelis Rektor PTN Herry Suhardiyanto mengatakan pihaknya menjamin seleksi lewat jalur prestasi SNMPTN ataupun lewat tes tertulis SBMPTN jauh dari kecurangan. (ELN)
——————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 27 April 2017, di halaman 11 dengan judul “Jalur Prestasi Dioptimalkan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Berita ini 5 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:32 WIB

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Berita Terbaru

arkeologi-antropologi

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 20 Feb 2026 - 17:12 WIB