ISS Disesaki Sembilan Antariksawan

- Editor

Sabtu, 5 September 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk pertama kali sejak November 2013, Jumat (4/9), sembilan antariksawan menyesaki Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada saat bersamaan. Padahal, daya tampung normal ISS enam orang. Itu terjadi setelah tiga antariksawan yang dibawa wahana luar angkasa Rusia, Soyuz TMA-18M, merapat di ISS, pukul 14.39 WIB.

Ketiga antariksawan yang baru bergabung dengan ISS itu adalah Sergei Volkov, kapten penerbangan mewakili Badan Antariksa Rusia (Roscosmos); Andreas Mogensen, antariksawan Denmark pertama di ISS mewakili Badan Antariksa Eropa (ESA); dan Aidyn Aimbetov, antariksawan Kazakhstan ketiga di ISS.

Aimbetov menggantikan penyanyi sopran Inggris, Sarah Brightman (55). Sarah membayar 52 juta dollar AS atau sekitar Rp 730 miliar untuk melakukan kunjungan singkat di ISS. Namun, ia mengundurkan diri Mei lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga antariksawan meluncur dari kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Rabu pukul 11.37 WIB. Mereka butuh dua hari mencapai ISS, 34 kali mengorbit Bumi. Waktu tempuh normal Bumi-ISS pada ketinggian 400 kilometer hanya enam jam, empat kali mengorbit Bumi.

Perjalanan panjang menuju ISS itu disebabkan banyaknya puing di luar angkasa yang memaksa ISS menaikkan ketinggiannya pada Juli lalu. Bahkan, Senin (31/8), ISS dinaikkan lagi 1 kilometer agar wahana Soyuz lain yang akan kembali ke Bumi, 12 September 2015, tiba di Bumi di titik yang ditentukan.

fa8a6c3707fa4d73bdd7fdf581c7c608REUTERS/Kirill Kudryavtsev–Kosmonot Kazakhstan Aidyn Aimbetov (tengah), kosmonot Rusia Sergei Volkov (depan), dan kosmonot Denmark Andreas Mogensen dari Badan Antariksa Eropa (ESA) melambai saat wahana antariksa Soyuz TMA-18M siap diluncurkan dari kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Rabu (2/9).

Naiknya ketinggian ISS memaksa Soyuz bergerak lambat. “Perjalanan dua hari ini dipilih karena paling aman dan dapat diandalkan,” kata Alexander Ivanov dari Roscosmos, seperti dikutip Interfax.

Pada Kamis (3/9), ahli balistik dari Pusat Pengendali Misi Roscosmos dan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) memerintahkan awak Soyuz TMA-18M bermanuver menghindari tabrakan dengan sisa roket peluncur Jepang yang diluncurkan pada 1989.

Meski bergabung dengan ISS sejak Kamis siang, ketiga antariksawan itu baru bisa bergabung dengan enam antariksawan lain setelah palka yang memisahkan Soyuz dan ISS terbuka pukul 17.15 WIB. Keenam antariksawan yang sudah berada di ISS adalah Oleg Kononenko, Mikhail Kornienko, dan Gennady Padalka dari Rusia; Scott Kelly dan Kjell Lindgren dari AS; dan Kimiya Yui dari Jepang.

Kelebihan kapasitas ISS merupakan konsekuensi dari penelitian untuk mengetahui dampak tinggal setahun di ISS bagi manusia. Misi itu dijalani Kornienko dan Kelly. Penelitian dilakukan sebagai persiapan perjalanan manusia ke Mars pada 2030-an yang butuh waktu sekitar 2,5 tahun. Mereka berdua sudah menjalani uji itu sejak Maret 2015 dan baru kembali ke Bumi pada Maret 2016.

Kepadatan ISS akan kembali normal dalam 10 hari ke depan. Wahana Soyuz yang membawa Kornienko dan Kelly, Maret lalu, akan kembali ke Bumi 12 September dengan membawa Mogensen, Aimbetov, dan Padalka. Volkov akan tinggal di ISS selama enam bulan ke depan bersama Kornienko dan Kelly.(AFP/AP/REUTERS/SPACE.com/MZW)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 September 2015, di halaman 14 dengan judul “ISS Disesaki Sembilan Antariksawan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma
Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa
Cerpen: Lagu dari Koloni Senyap
Di Balik Lembar Jawaban: Ketika Psikotes Menentukan Jalan — Antara Harapan, Risiko, dan Tanggung Jawab
Tabel Periodik: Peta Rahasia Kehidupan
Kincir Angin: Dari Ladang Belanda Hingga Pesisir Nusantara
Surat Panjang dari Pinggir Tata Surya
Berita ini 12 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 19 November 2025 - 16:44 WIB

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami

Rabu, 12 November 2025 - 20:57 WIB

Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma

Sabtu, 1 November 2025 - 13:01 WIB

Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa

Kamis, 2 Oktober 2025 - 16:30 WIB

Di Balik Lembar Jawaban: Ketika Psikotes Menentukan Jalan — Antara Harapan, Risiko, dan Tanggung Jawab

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:43 WIB

Tabel Periodik: Peta Rahasia Kehidupan

Berita Terbaru

Berita

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami

Rabu, 19 Nov 2025 - 16:44 WIB

Artikel

Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma

Rabu, 12 Nov 2025 - 20:57 WIB

Fiksi Ilmiah

Cerpen: Tarian Terakhir Merpati Hutan

Sabtu, 18 Okt 2025 - 13:23 WIB

Fiksi Ilmiah

Cerpen: Hutan yang Menolak Mati

Sabtu, 18 Okt 2025 - 12:10 WIB