Peluncuran Roket Soyuz Gagal, 2 Antariksawan Selamat

- Editor

Minggu, 14 Oktober 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antariksawan Alexey Ovchinin dari Rusia dan Nick Hague dari Amerika Serikat selamat setelah roket Soyuz yang mengantarkan mereka menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengalami masalah. Kedua antariksawan itu berhasil mendarat darurat dengan kapsulnya beberapa ratus kilometer dari lokasi peluncuran roket.

Roket Soyuz dengan muatan kapsul ruang angkasa yang memiliki nomor peluncuran Soyuz MS-10 meluncur dari Bandar Antariksa Baikonur di Kazakhstan, Kamis (11/10/2018) pukul 14.47 waktu setempat atau pukul 15.47 WIB.

NASA/BILL INGALLS/AFP–Jejak peluncuran roket Soyuz dengan nomor peluncuran MS-10 sesaat setelah diluncurkan dari Bandar Antariksa Baikonur, Kazakhstan, Kamis (11/10/2018) siang. Misi peluncuran akhirnya dibatalkan karena roket mengalami kegagalan. Kedua antariksawan di dalamnya Nick Hague dari Amerika Serikat dan Alexey Ovchinin dari Rusia berhasil selamat setelah melakukan pendaratan darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada enam jam berikutnya, mereka diperkirakan sudah akan sampai di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mereka direncanakan untuk bergabung dengan tiga antariksawan yang saat ini sudah ada di ISS, yaitu Alexander Gerst dari Jerman, Sergey Prokopyev dari Rusia dan Serena Auñon-Chancellor dari AS.

Namun 90 detik setelah roket meluncur, kedua antariksawan melaporkan adanya ketidakberesan dengan sistem roket pendorong saat roket tingkat pertama dan kedua akan berpisah. Dari rekaman, kedua antariksawan itu terlihat terguncang hebat saat masalah terjadi.

Setelah itu, mereka melaporkan roket mengalami ‘penurunan balistik’ atau menurun dengan sangat tajam sehingga akan mengalami gaya gravitasi yang sangat besar. Akibatnya, kedua antariksawan dipaksa turun atau kembali ke Bumi menggunakan kapsul luar angkasanya dengan melakukan pendaratan darurat.

“Kedua antariksawan tidak jadi pergi ke ISS hari ini. Mereka justru mengalami pendaratan yang tajam, kembali ke Bumi,” kata Juru Bicara Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat NASA Brandi Dean.

Kapsul itu jatuh di dekat kota Dzhezkazgan, masih di Kazakhstan, sekitar 500 kilometer timur laut Baikonur. Tim pencari dan penyelamat yang selalu bersiap saat peluncuran roket pun langsung bergerak menggunakan helikopter untuk menyelamatkan mereka.

Sekitar 1,5 jam kemudian, kedua antariksawan mereka dilaporkan sudah keluar dari kapsul dalam kondisi selamat. Mereka, selanjutnya dibawa ke Pusat Pelatihan Antariksawan Rusia Yuri A Gagarin yang ada di pinggiran kota Moskwa, Rusia.

HO/RUSSIAN SPACE AGENCY ROSCOSMOS /AFP–Antariksawan Amerika Serikat Nick Hague (kanan) dan Alexey Ovchinin (kiri) disambut keluarga mereka dan sejumlah pejabat Badan Antariksa Rusia Roscosmos dan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS NASA setelah mendarat di Bandara Krayniy, Baikonur, Kazakhstan, Kamis (11/10/2018). Mereka berhasil melakukan pendaratan darurat setelah roket yang membawa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional mengalami kerusakan.

Setelah penyelamatan kedua antariksawan itu, Badan Antariksa Rusia Roscosmos langsung mempublikasikan foto-foto yang menunjukkan kondisi antariksawan setelah diselamatkan. Dari sejumlah foto itu, diantaranya terlihat antarikawan Nick Hague bersama salah seorang pimpinan Roscosmos Dmitry Rogozin.

Roket tertua
Soyuz adalah salah satu desain roket tertua yang digunakan hingga kini. Roket ini, seperti dikutip dari BBC, juga termasuk yang paling aman dibanding roket-roket lainnya. Permasalahan pada peluncuran Kamis ini diperkirakan terjadi pada proses perpindahan antartingkat pada roket, saat roket harus melepaskan roket tingkat pertama yang bahan bakarnya telah habis terbakar.

Antariksawan yang ada di kapsul tentu merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Saat peluncuran itu, mereka harusnya merasakan dorongan ke belakang yang kuat. Namun mereka justru melaporkan seperti dalam kondisi tanpa berat.

NASA/BILL INGALLS/REUTERS–Misi peluncuran Soyuz MS-10 diluncurkan dengan dari Bandar Antariksa Baikonur, Kazakhstan, Kamis (11/10/2018). Namun misi mengalami kegagalan hingga dua antariksawan di dalamnya harus melakukan pendaratan darurat.

Dalam peluncuran seperti itu, memang telah disiapkan sistem penyelamatan diri bagi antariksawan untuk menghindarkan mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, upaya penyelamatan itu tentu tidak nyaman. Mereka akan mengelami pelambatan yang sangat besar saat kembali memasuki atmosfer Bumi.

Meski demikian, isu keselamatan industri peluncuran Rusia sudah mengemuka selama beberapa tahun terakhir. Kegagalan ini bukan yang pertama kali. Setidaknya, sudah ada 13 kasus kegagalan teknis yang dialami program luar angkasa Rusia sejak 2010.

Hingga kini, baik NASA maupun Roscosmos masih menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan roket Soyuz. Administrator NASA Jim Bridenstine mengatakan NASA telah mengonfirmasi bahwa Roscosmos telah membentuk komisi untuk menyelidiki permasalahan tersebut.

“NASA bersama Roscosmos akan memastikan kembalinya awak peluncuran dengan selamat. Keselamatan antariksawan adalah prioritas utama NASA. Investigasi menyeluruh atas penyebab insiden tersebut akan dilakukan,” katanya seperti dikutip dari space.com.

Sementara itu, pascakegagalan peluncuran Soyuz MS-10, Rusia menunda seluruh pengiriman misi berawak ke luar angkasa. Wakil Perdana Menteri Yuri Borisov kepada BBC mengatakan, “Penundaan itu akan dilakukan sampai kami yakin seluruh situasi menjamin keselamatan (awak peluncuran).”

Kegagalan itu juga tidak akan mengganggu kerja tiga antariksawan yang saat ini sudah ada di ISS. Kantor berita Rusia Tass menyebutkan, antariksawan di ISS masih memiliki persedian logistik yang cukup.–M ZAID WAHYUDI

Sumber: Kompas, 13 Oktober 2018

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan
UII Tambah Jumlah Profesor Bidang Ilmu Hukum
3 Ilmuwan Menang Nobel Kimia 2023 Berkat Penemuan Titik Kuantum
Profil Claudia Goldin, Sang Peraih Nobel Ekonomi 2023
Tiga Ilmuwan Penemu Quantum Dots Raih Nobel Kimia 2023
Penghargaan Nobel Fisika: Para Peneliti Pionir, di antaranya Dua Orang Perancis, Dianugerahi Penghargaan Tahun 2023
Dua Penemu Vaksin mRNA Raih Nobel Kedokteran 2023
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Senin, 13 November 2023 - 13:46 WIB

UII Tambah Jumlah Profesor Bidang Ilmu Hukum

Senin, 13 November 2023 - 13:42 WIB

3 Ilmuwan Menang Nobel Kimia 2023 Berkat Penemuan Titik Kuantum

Senin, 13 November 2023 - 13:37 WIB

Profil Claudia Goldin, Sang Peraih Nobel Ekonomi 2023

Senin, 13 November 2023 - 05:01 WIB

Penghargaan Nobel Fisika: Para Peneliti Pionir, di antaranya Dua Orang Perancis, Dianugerahi Penghargaan Tahun 2023

Senin, 13 November 2023 - 04:52 WIB

Dua Penemu Vaksin mRNA Raih Nobel Kedokteran 2023

Senin, 13 November 2023 - 04:42 WIB

Teliti Dinamika Elektron, Trio Ilmuwan Menang Hadiah Nobel Fisika

Berita Terbaru

Berita

UII Tambah Jumlah Profesor Bidang Ilmu Hukum

Senin, 13 Nov 2023 - 13:46 WIB

Berita

Profil Claudia Goldin, Sang Peraih Nobel Ekonomi 2023

Senin, 13 Nov 2023 - 13:37 WIB