IPB Rekomendasikan Lakukan Jeda Tanam Padi

- Editor

Sabtu, 15 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Institut Pertanian Bogor merekomendasikan jeda penanaman padi satu musim untuk memutus perkembangbiakan hama wereng coklat. Pemerintah diminta menerbitkan kebijakan pemusnahan tanaman yang terkena virus kerdil hampa dan kerdil rumput.

Pihak IPB mengeluarkan tujuh butir rekomendasi setelah melaksanakan investigasi dan riset lapangan lewat tiga program. Rekomendasi itu disampaikan pada acara Paparan Program Aksi dan Solusi Pengendalian.

Rekomendasi itu, menurut Widodo MS dari Klinik Tanaman Departemen Proteksi Tanaman (DPT) Fakultas Pertanian IPB, adalah hasil tanggap darurat wereng batang coklat dan virus padi. Tanggap darurat merespons laporan petani dari Jaringan Klinik Tanaman IPB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan itu, hasil dari tiga program dilaporkan. Pertama, program aksi 279 mahasiswa strata satu (S-1), S-2, dan S-3 di 100 kabupaten pada 21 provinsi. Kedua, safari klinik tanaman ke 6 provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Bali. Ketiga, investigasi dan aksi mahasiswa pada kuliah kerja praktik sejumlah perguruan tinggi negeri dan anggota Gerakan Petani Nusantara.

“Rekomendasi menegaskan, di butir pertama, (pemerintah diminta) menerapkan Sistem Pengendalian Hama Terpadu untuk hama padi,” kata Ketua Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB Suryo Wiyono. Hal itu sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 1986, Undang-Undang No 12/1992, dan Peraturan Pemerintah No 6/1995.

Dalam Inpres No 3/1986, ada larangan pemakaian pestisida tertentu. Sementara UU No 2/1992 memuat pasal yang membebaskan petani memilih jenis tanaman dan budidayanya. PP No 6/1995 mengatur pengendalian organisme pengganggu tumbuhan dengan cara mekanik, kemampuan fisik manusia, biologi, genetik, kimiawi, dan yang sesuai perkembangan teknologi.

2017 berbeda
Data lapangan menunjukkan serangan hama wereng tahun 2017 berbeda dengan sebelumnya. Ledakan serangan hama wereng coklat terjadi di tahun-tahun menonjol, yakni 2005, 2007, 2010, dan tahun ini.

“Karakter ledakan hama tahun ini lebih besar daripada serangan tahun 2010, serangan meluas keluar Jawa, dulu hanya di Jawa, dan ledakan hama ini hanya terjadi di Indonesia,” ujar Widodo. Dalam sejarahnya, ledakan hama wereng coklat biasanya terjadi bersama-sama dengan di Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Ledakan hama wereng, menurut Aunu Rauf dari DPT IPB, terjadi karena petani menyemprot pestisida masif karena mengejar hasil panen. “Akibatnya, musuh alami mati sehingga ada ledakan hama wereng,” ujarnya.

Investigasi menemukan ada serangan virus kerdil rumput dan virus kerdil hampa. “Sekali tanaman terinfeksi, harus dimusnahkan,” kata pakar virus tanaman Sri Hendrastuti Hidayat dari DPT.

Rektor IPB Herry Suhardiyanto, dalam siaran pers, menegaskan, “Peningkatan produksi harus didukung kebijakan berbasis ilmu pengetahuan agar tepat dan efektif.” (ISW)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 Agustus 2017, di halaman 4 dengan judul “IPB Rekomendasikan Lakukan Jeda Tanam Padi”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 10 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB