Intensitas Hujan Tertinggi dalam 154 Tahun

- Editor

Kamis, 2 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan lebat di Jakarta dan sekitarnya pada pergantian tahun 2020 terukur yang tertinggi sepanjang sejarah pencatatan di kota ini. Hujan ekstrem terjadi merata dan yang intensitas tertinggi mencapai 377 milimeter per hari terekam di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO–Armada taksi terendam banjir di pul Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). Banjir tersebut akibat luapan Sungai Pesanggrahan setelah hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya.

Hujan kategori ekstrem, dengan intensitas di atas 150 milimeter per hari, juga terjadi di sejumlah stasiun pengamatan hujan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Taman Mini Indonesia Indah 335,2 mm, Jatiasih 259,6 mm, Teluk Pucung 234,6 mm, Tomang 225,6 mm, Tangerang Selatan sebesar 208,9 mm, Manggarai 189 mm, Ciputat 184 mm, Rorotan 172 mm, dan Ragunan 155 mm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peluang hujan lebat masih tinggi sampai tujuh hari ke depan, walaupun tidak sehebat dua hari ini. Masyarakat masih harus waspada,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG ) Fachri Radjab, Rabu (1/1/2019).

Menurut Fachri, hujan ekstrem kali ini dipicu adanya pertemuan massa udara dari belahan bumi utara dan belahan bumi selatan atau disebut sebagai Inter-Tropical Convergence Zone (ITCZ) yang terjadi di atas Pulau Jawa. Kedua massa udara itu membawa banyak uap hujan. “Faktor lainnya, suhu muka laut di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa masih hangat sehingga menambah uap air,” ujarnya.

Tidak terprediksi
Cuaca ekstrem kali ini tidak terprediksi sebelumnya dalam perkiraan cuaca skala 10 harian dan bulanan. “Perkiraan dasarian awal Januari pola hujan normal. Ada flukuasi dan lonjakan cuaca skala harian, yang masih perlu kajian lebih dalam untuk menyimpulkan apa yang terjadi dengan dapur cuaca kita,” katanya.

Saat ini wilayah Jakarta dan sekitarnya juga belum memasuki puncak musim hujan. “Untuk Jakarta dan sekitarnya masih akan terjadi pada akhir Januari hingga Maret 2020 mendatang,” kata Fachri.

–Intensitas hujan di Jakarta yang tertinggi tercatat di Halim dengan 377 mm per hari. Intensitas ini merupakan yang tertinggi di Jakarta sejak dilakukan pencatatan pada tahun 1866. Sumber: BMKG

Menurut Kepala Subbidang Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto, pencatatan intensitas hujan di Jakarta mulai dilakukan sejak tahun 1840-an oleh Belanda, namun datanya mulai rapi sejak 1866. “Curah hujan 377 mm per hari yang terjadi kali ini merupakan yang tertinggi di Jakarta dan sekitarnya sejak tercatat pada 1866,” kata dia.

Curah hujan tertinggi di Jakarta sebelumnya mencapai 367 mm per hari di Sunter pada tahun 2015. Hujan ekstrem kali ini bisa dikategorikan sebagai anomali cuaca. Ini salah satu indikasi dari terus menghangatnya udara permukaan sekitar Jakarta sebagai dampak perubahan iklim.

Namun penyebab banjir di Jakarta tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan, mulai dari kiriman dari daerah penyangga, khususnya Bogor, menyusutnya waduk dan resapan, hingga penyumbatan pintu air akibat sampah. “Banjir terjadi sejak lama di Jakarta. Namun data kami menunjukkan ada kesesuaian tren antara makin seringnya kejadian banjir signifikan dengan meningkatnya intensitas curah hujan maksimum per tahunnya,” ujarnya.

Kajian yang dilakukan Siswanto menunjukkan, dari aspek cuaca perulangan risiko banjir di Jakarta meningkat 2-3 persen bila dibandingnkan kondisi iklim 100 tahun lalu. Hal ini disebabkan hujan-hujan ekstrem yang dulu jarang terjadi, kini semakin berpeluang. Perubahan iklim menyebabkan hujan rata-rata tahunan berkurang, namun hujan ekstrem dengan durasi harian semakin sering.

Oleh AHMAD ARIF

Sumber: Kompas, 1 Januari 2020

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 19 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB