Dorong Pendidikan dan Riset Kedokteran

- Editor

Kamis, 13 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Institut Pendidikan dan Penelitian Kedokteran Indonesia milik Universitas Indonesia resmi dibuka. Keberadaan lembaga itu diharapkan bisa memajukan pelayanan kesehatan primer dan inovasi dalam produksi obat serta peralatan kesehatan.

Peresmian Institut Pendidikan dan Penelitian Kedokteran Universitas Indonesia (Indonesia Medical Education and Research Institute/IMERI) dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, di FKUI, Jakarta, Rabu (12/4). Pendirian IMERI-FKUI memakai dana Bank Pembangunan Islam (IDB). Acara itu juga dihadiri Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, serta Presiden IDB Bandar Al-Hajjar.

Menurut Kalla, riset dan inovasi bidang kedokteran penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia. “Karena itu, mari semua profesor di dunia kesehatan dan kedokteran segera bergabung dengan IMERI-FKUI untuk melakukan riset dan inovasi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para dokter harus meluangkan satu hari dalam sepekan untuk melakukan riset di IMERI-FKUI. “Tiap tiga tahun, teknologi selalu berubah. Kalau dokter tak memperbarui ilmunya dan melakukan riset, ilmunya ketinggalan dan tinggal 50 persen,” kata Kalla.

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengatakan, IMERI-FKUI punya 12 kluster riset, 2 kluster pendidikan, 3 kluster penunjang riset, dan 3 fasilitas pendidikan. Adanya lembaga itu untuk menghasilkan inovasi guna memacu mutu pendidikan dan layanan kesehatan.

Riset unggulan
Di IMERI, pendidikan dan penelitian berjalan berbarengan dengan ada 12 kluster riset, 2 kluster pendidikan, dan 6 kluster penunjang. Contohnya, riset infeksi, kanker, penyakit kardiovaskular, reproduksi, genetika, sel punca, dan pengembangan obat. Ada pula pusat pendidikan dan riset berbasis simulasi dengan teknologi tiga dimensi untuk simulasi pembedahan dan terapi yang pertama ada di Indonesia.

“Institut Pendidikan dan Penelitian Kedokteran Indonesia bekerja sama dengan sembilan rumah sakit pendidikan untuk melakukan konsorsium riset bersama industri,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ratna Sitompul.

Konsorsium melibatkan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Airlangga Surabaya untuk meneliti terobosan medis terbaru, seperti vaksin demam berdarah yang struktur proteinnya sesuai genetika penduduk Indonesia. Ada pula riset sel punca bagi pasien diabetes, penyakit jantung, kelainan tulang, dan penyakit langka.

Untuk layanan kesehatan primer, dikembangkan teknologi komputer dan komunikasi. “Tenaga kesehatan di pelosok bisa berkonsultasi dengan rumah sakit pusat tentang intervensi tepat untuk pasien,” ucapnya.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristek dan Dikti Jumain Appe mengemukakan, subyek riset yang diutamakan ialah obat dan alat kesehatan. “Teknologi alat kesehatan butuh keterlibatan rumpun ilmu, seperti biologi, kimia, teknik listrik, dan pemasaran,” ujarnya.

Jika alat kesehatan diproduksi di dalam negeri, itu menekan biaya pembelian. Kini 90 persen alat kesehatan dan 93 persen obat di Indonesia diimpor. Padahal, bahan baku obat dihasilkan di Indonesia. (DNE/HAR)
———-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 April 2017, di halaman 13 dengan judul “Dorong Pendidikan dan Riset Kedokteran”.

Informasi terkait

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB