Digital Silk Road 2018, Sudah Saatnya Digitalisasi Industri Diwujudkan

- Editor

Jumat, 8 Juni 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative Summit) di Beijing, China, 6-7 Juni 2018 tidak hanya membahas pembangunan infrastruktur, tetapi juga menekankan pentingnya dunia industri menerapkan digitalisasi di semua bidang.

Para pembicara dalam forum The Digital Silk Road 2018 di Beijing sepakat sudah saatnya dunia industri melakukan transformasi digital melalui teknologi. Digitalisasi diterapkan untuk membantu meningkatkan efisiensi dan jumlah produksi.

”Mari kita bersama-sama menciptakan ekosistem digital untuk membuka potensi Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Infrastructure) dan membangun internet of infrastructure,” kata Cendrik Neike, anggota Managing Board Siemens AG, Kamis (7/6/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Neike mengungkapkan, Siemens di antaranya berkolaborasi dengan Adidas untuk mengarahkan digitalisasi kecepatan produksi pabriknya. Digitalisasi juga diterapkan pada berbagai proyek yang dikerjakan Siemens saat ini, termasuk proyek Expo 2020 di mana Siemens ikut terlibat.

KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA–Cendrik Neike, anggota Managing Board Siemens AG.

Dirjen Departemen Industri Hi-Tech pada Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China Wu Hao menjelaskan, teknologi internet sudah digunakan dalam segala aspek kehidupan di China, mulai dari pendidikan, pertanian. layanan publik, layanan kesehatan, sampai mengembangkan e-dagang dan digital road.

China bahkan mengeluarkan kebijakan Made in China 2025, sebuah inisiatif untuk meningkatkan industri China secara komprehensif, yang terinspirasi dari Industri 4.0 yang sukses dilakukan Jerman.

Jantung dari gagasan Industri 4.0 ini adalah proses produksi yang memanfaatkan teknologi, misalnya menerapkan teknologi informasi dalam setiap produksi. Ini berarti internet of things dimanfaatkan untuk menghubungkan perusahaan-perusahaan kecil dan menengah agar lebih efisien dalam produksi global dan jaringan inovasi. Perusahaan-perusahaan di China tak lagi sekadar melakukan produksi massal yang efisien, tetapi juga menciptakan produksi sesuai permintaan secara efisien dan dilakukan dengan mudah.

Executive Vice President Global IT Infrastructure Rittal, Andreas Keiger, mengungkapkan, infrastruktur yang dikerjakan secara digital akan menciptakan mobilitas cerdas, industri cerdas, industri cerdas, keuangan cerdas, telko cerdas, pemerintahan cerdas, ritel cerdas, dan kesehatan cerdas.

”Internet of things mengoperasikan sistem teknologi informasi yang akan memaksa industri masuk ke era digital dan tingkatan berikutnya, mengizinkan mesin cerdas da analitis, data harus tersedia setiap saat dan diproses secepatnya,” kata Keiger.

KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA–Sabrina Soussan, CEO Mobility Division Siemens AG-Digital Infrastructure and Mobility.

Sabrina Soussan, CEO Mobility Division Siemens AG-Digital Infrastructure and Mobility, mengingatkan dalam era saling terhubung dan mobilitas didigitalisasi, perilaku perjalanan masyarakat berubah. Pengguna kendaraan akan memilih naik transportasi publik dan car sharing.

Soussan menjelaskan pengoperasian semua kereta di Jerman dilakukan secara digital sehingga meningkatkan kapasitas penumpang sampai 50 persen. Ini akan membuat penumpang mendapatkan kepastian dan jaminan jika akan bepergian. ”Jika ingin menuju ke salah satu kota, mana jarak yang paling efisien?” katanya.

Soussan menambahkan, Siemens membangun proyek infrastruktur transportasi pertama yang seluruhnya dikendalikan secara otomatis dan digital di China, yaitu di Shanghai, sejauh 36,85 kilometer.

Soussan percaya, dengan visi 2050, mobilitas di masa depan akan terhubung secara digital.

KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA–Arthur Kaindl, General Manager Digital Health Services Siemens Healthiness.

Adapun Arthur Kaindl, General Manager Digital Health Services Siemens Healthiness, menyampaikan ambisi Siemens untuk menerapkan digitalisasi heathcare.

Kaindl sepakat mengajak semua pihak membangun ekosistem digital. Di bidang kesehatan, komunitas ini saling terhubung secara digital dan anggota komunitas berkontribusi saling berbagi data dan pengetahuan. ”Berbagi data tentang kesehatan tentu saja menguntungkan anggota komunitas,” kata Kaindl.–ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA DARI BEIJING

Sumber: Kompas, 8 Juni 2018

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru