Home / Berita / Pusat Digital Siemens Wujudkan Visi “Made in China 2025”

Pusat Digital Siemens Wujudkan Visi “Made in China 2025”

Digital Experience Center, pusat digital Siemens pertama di kawasan Asia Pasifik yang dibangun di Beijing, China, dimaksudkan untuk mendukung kebijakan “Made in China 2025”. Visi “Made in China 2025” adalah inisiatif untuk membawa industri China melakukan transformasi digital secara komprehensif — yang terinspirasi dari Industri 4.0 yang sukses dilakukan Jerman.

Siemens AG, perusahaan global asal Jerman yang masuk ke China sejak tahun 1872 atau lebih dari 145 tahun silam, berusaha merealisasikan inisiatif “Made in China 2025” menjadi kenyataan. Awal Juni 2018 ini Siemens membuka kembali Digital Experience Center (DEC) di Beijing setelah direnovasi selama enam bulan.

DEC memperkenalkan prototip kepada konsumen dan menunjukkan kepada konsumen bahwa teknologi Siemens dapat dipadukan secara integrasi dan direalisasikan bersama.

KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA–Gu Xin, Director of Digitalization and Intelligent Manufacturing Business, Digital Factory Division, Siemens Ltd, China menjelaskan tentang Digital Experience Center Siemens kepada sejumlah wartawan dari Indonesia, Singapura, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Afrika Selatan yang mengunjungi DEC di Beijing, Selasa (5/6/2018) sore.

“Kami membantu pelanggan (perusahaan-perusahaan China) menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan inisiatif ‘Made in China 2025’ menjadi kenyataan,” kata Gu Xin, Director of Digitalization and Intelligent Manufacturing Business, Digital Factory Division, Siemens Ltd, China kepada sejumlah wartawan dari Indonesia, Singapura, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Afrika Selatan yang mengunjungi DEC Siemens di Beijing, Selasa (5/6/2018) sore. Ini merupakan grup wartawan pertama yang mendapat kesempatan berkunjung ke DEC Siemens setelah direnovasi.

Inisiatif “Made in China 2015” merupakan rencana strategis China digaungkan Perdana Menteri China Li Keqiang dan kabinetnya pada 2015 lalu. Rencana ini disusun oleh Kementerian Industri dam Teknologi Informasi (MIIT) China setelah mendapat masukan dari 150 pakar dari China Academy of Engineering (CAE).

Jantung dari gagasan “Industri 4.0” ini adalah proses produksi yang memanfaatkan teknologi, misalnya menerapkan teknologi informasi dalam setiap produksi. Ini berarti Internet of Things dimanfaatkan untuk menghubungkan perusahaan-perusahaan kecil dan menengah agar lebih efisien dalam produksi global dan jaringan inovasi. Perusahaan-perusahaan di China tak lagi sekadar melakukan produksi massal yang efisien tetapi juga menciptakan produksi sesuai permintaan secara efisien dan dilakukan dengan mudah.

Sepuluh sektor prioritas yang direncanakan dalam kebijakan ini adalah teknologi informasi canggih dan baru, peralatan mesin otomatis dan robot, peralatan aerospace dan aeronautical, peralatan maritim dam perkapalan berteknologi tinggi, peralatan transportasi berbasis rel yang modern, kendaraan dengan energi terbarukan, peralatan kelistrikan, peralatan pertanian, bahan-bahan baru, dan produk medis dan biofarma.

KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA–Siemens berusaha merealisasikan inisiatif “Made in China 2025” menjadi kenyataan. Perusahaan asal Jerman itu pada awal Juni 2018 ini membuka kembali Digital Experience Center (DEC) pertama di kawasan Asia Pasifik di Beijing, China, setelah direnovasi selama enam bulan, untuk memperlihatkan kepada perusahaan-perusahaan China tentang langkah dan solusi yang sudah diambil Siemens dalam transformasi digital.

Ketika berbicara di depan Akademi Ilmu Pengetahuan China akhir Mei 2018 lalu Presiden China Xi Jinping mengingatkan kembali visi “Made in China 2025” dan mengajak para pakar ilmu pengetahuan di negara dengan ekonomi kedua terbesar di dunia tersebut bertransformasi menjadi pemimpin teknologi tinggi global.

KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA–Digital Experience Center Siemens di Beijing, China, Selasa (5/6/2018) sore.

Berorientasi pada masa depan
DEC sebenarnya sudah dibuka pada Juni 2017. Dalam enam bulan terakhir ini, DEC sudah kedatangan lebih dari 5.000 pengunjung profesional dari sektor industri. Awal tahun 2018, DEC ditutup sementara untuk direnovasi dan di-upgrade.

DEC yang berlokasi di area seluas 700 meter persegi ini memperlihatkan betapa Siemens secara konstan berusaha meningkatkan solusi Digital Enterprise melalui cara yang berorientasi pada masa depan.

Digital Experience Center yang berlokasi di area seluas 700 meter persegi ini memperlihatkan betapa Siemens secara konstan berusaha meningkatkan solusi Digital Enterprise melalui cara yang berorientasi pada masa depan.

Solusi-solusi ini menciptakan prakondisi menjelang transformasi digital. Perusahaan-perusahaan China kini dapat melakukan penetrasi secara penuh ‘industri 4.0’ dan merealisasikan visi “Made in China 2025”.

KOMPAS/ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA–Digital Experience Center Siemens di Beijing, Selasa (5/6/2018) sore. Foto ini memperlihatkan teknologi robot yang dikembangkan Siemens dalam DEC di Beijing.

Kini DEC Siemens memperlihatkan aplikasi digital yang spesifik dalam semua bidang kehidupan mulai dari desain produk, perencanaan produk, sampai pada rekayasa produksi, operasi dan perawatan.

Para pengunjung mendapatkan pengalaman langsung dalam aplikasi keamanan industri dan teknologi manajemen energi melalui dasbor big data. Pengalaman ini mengintegrasikan keamanan informasi jaringan.

Dalam abad digital, keamanan informasi jaringan merupakan hal yang krusial. Siemens mempromosikan pengembangan keamanan informasi jaringan dalam aplikasi industri dan infrastruktur. Siemens menawarkan kepada sektor industri berbagai portofolio layanan dan produk, termasuk keamanan jaringan dan integrasi sistem.

Siemens tampaknya makin mengukuhkan diri di China, negeri dengan penduduk lebih dari 1,2 miliar jiwa. Setelah merenovasi dan membuka kembali Digital Experience Center di Beijing awal Juni ini, Siemens akan membuka DEC di Siemens Electrical Apparatus Ltd di kota Suzhou, dan Intelligent Manufacturing Innovation Center di Chengdu yang dijadwalkan beroperasi akhir tahun ini.

Sebelumnya Siemens membuka DEC di Shanghai, Agustus 2017 dan pusat riset dan pengembangan (R&D) piranti lunak global di Chengdu High-Tech Indusrial Development Zone di Chengdu, akhir 2017 lalu.

Digitalisasi memang akan mengubah segalanya. “Dan Siemens merupakan perusahaan pertama yang mampu mewujudkan visi Made in China 2025 baik dalam piranti lunak maupun dalam piranti keras,” kata Gu Xin.

Siemens yang meraup pendapatan 7,2 miliar Euro di China pada tahun fiskal 2017, kini sudah menjadi bagian integral dalam perekonomian dan masyarakat China, dan menjadi mitra utama pemerintah China dalam mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan. Siemens yang memfokuskan pada kelistrikan, automatisasi, dan digitalisasi ini merupakan salah satu produsen terbesar energi yang efisien. Jumlah pegawai Siemens di seluruh China lebih dari 32.000 orang di lebih dari 60 kantor.–ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA DARI BEIJING

Sumber: Kompas, 6 Juni 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: