Coral Conservation Prize untuk Nyoman Sugiarta

- Editor

Sabtu, 13 September 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyoman Sugiarta, nelayan asal Bali, dianugerahi Hadiah Konservasi CORAL 2014 (CORAL Conservation Prize) oleh lembaga Coral Reef Alliance (CORAL). Ia akan menerima uang 20.000 dollar AS sebagai penghargaan atas kepemimpinan dan dedikasinya melindungi terumbu karang di Pantai Bondalem, Bali. ”The CORAL Conservation Prize memuji pemimpin konservasi terumbu karang dan menyediakan yang diperlukan demi melanjutkan upayanya yang amat penting,” kata Direktur Eksekutif CORAL Michael Webster dalam siaran pers, Selasa (9/9).

nyomanKesuksesan Sugiarta diharapkan menginspirasi pegiat konservasi terumbu karang lainnya. Sugiarta dan tim, didukung Yayasan Reef Check Indonesia, membangun jejaring kuat di masyarakat demi melindungi terumbu karang dan membangun area perlindungan laut. ”Awalnya saya tak tahu banyak soal terumbu karang. Mereka (Reef Check) terus memberi tahu kami pentingnya koral bagi ikan dan perlindungan dari gelombang,” kata dia yang ada di AS untuk menerima penghargaan itu, 20 September 2014, di San Francisco. (*/ICH)

Oleh: ich

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber: Kompas, 13 September 2014

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru