Home / Berita / CES dan Catatan Kemajuan Teknologi Dunia

CES dan Catatan Kemajuan Teknologi Dunia

Pameran teknologi terkini dunia yang dikenal dengan nama Consumer Electronics Show (CES) tahun 2016 berakhir Sabtu (9/1), di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Pameran tahunan yang sudah digelar sejak Juni 1967, atau sudah berlangsung 48 tahun, ini adalah pameran yang sangat penting untuk mengukur kemajuan teknologi dunia.

CES kali ini berlangsung 6-9 Januari 2016 di Sands Center, Las Vegas Convention Center dan sekitarnya, diikuti sekitar 3.600 perusahaan dunia, 20.000 barang baru, perputaran uang 287 miliar dollar AS (lebih dari Rp 400 triliun), serta area pameran seluas total lebih dari 300.000 meter persegi.

Dalam 10 tahun terakhir, perputaran uang dari teknologi telepon genggam, tablet, komputer, dan layar monitor sudah menguasai lebih dari separuh alias 51 persen dari perputaran uang total di dunia untuk barang teknologi.

Di CES 2016 ini, ada perkembangan signifikan dalam hal kamera aksi (action cam) dan juga teknologi drone alias pesawat tanpa awak serta yang akan menjadi kecenderungan besar dalam 10 tahun terakhir: cetak tiga dimensi.

Dalam setahun terakhir, kamera aksi makin berkembang dengan kemajuan mutu dan jumlah merek. Sejalan dengan itu pula, kamera yang diterbangkan drone juga makin banyak mengisi berbagai celah fotografi. Di CES 2016, kamera aksi berevolusi menjadi kamera 360, alias kamera yang bisa memotret seluas 360 derajat, alias tidak ada bagian pandang yang tidak terekam.

e6bde7e3599143f9a674974448202d03KOMPAS/ARBAIN RAMBEY–Hasil print 3D

Perusahaan kamera Nikon, di ajang CES ini, meluncurkan kamera aksi 360 yang saat ini bisa dikatakan terdepan di kelasnya, yaitu KeyMission 360. Kamera ini selain bisa dibawa menyelam sampai kedalaman 30 meter tanpa peralatan tambahan apa pun, tahan jatuh sampai ketinggian 2 meter, bisa merekam video 360 derajat mode khusus, serta 4K dalam mode ”normal”, juga dilengkapi lensa mutu tinggi Nikkor. Selama ini kamera aksi umumnya belum dilengkapi lensa mutu tinggi.

d0a405ec7e994b3a97d5755c2175786dDrone jenis baru.–KOMPAS/ARBAIN RAMBEY

Drone dan robot
Di CES 2016 ini, drone yang selama ini ditabalkan sebagai pesawat tanpa manusia sangat banyak tampil dalam berbagai merek dan varian. Kompas menghitung setidaknya ada 20 merek yang berpameran dan tiap merek pun punya banyak varian tipe serta ukuran.

CES juga menjadi saksi bahwa drone juga berevolusi menjadi alat transportasi. Beberapa bentuk drone berukuran besar yang bisa mengangkat manusia sudah muncul walau masih sebagai prototipe yang belum diproduksi bahkan dijual.

Sejalan dengan drone, teknologi robotik makin mengemuka. Aneka hal bisa diprogramkan, menggantikan kegiatan manusia. Pelayan restoran pun kini bisa digantikan robot yang punya emosi stabil dan tidak cepat lelah. Aneka guna robot muncul di CES 2016 dari yang berbentuk meniru manusia sampai yang sama sekali tidak menyerupai makhluk hidup apa pun.

cf6bdc335d5f43f3bd010fe364bad247Alat untuk terbang.–KOMPAS/ARBAIN RAMBEY

Adapun teknologi cetak tiga dimensi yang makin maju saat ini membuat kita berkesimpulan bahwa di masa depan sudah tidak akan ada lagi produksi massal. Semua barang akan sangat personal. Artinya, barang milik si A dan barang milik si B, walau sama tipe dan merek, punya perbedaan penampilan.

Cetak tiga dimensi membuat segala hal bisa dibuat sendiri oleh pemilik printer. Baju, gitar, dan barang apa pun bisa dicetak asal ada pola dan bahannya.

Tidak boleh dilupakan soal evolusi arloji yang semula hanya dikenal sebagai alat penunjuk waktu yang bisa dibawa-bawa. Di CES 2016 ini kita bisa melihat bahwa arloji sudah menjelma menjadi benda cerdas yang selain menunjuk waktu secara ”asli” (artinya selalu bisa menyesuaikan diri sendiri terhadap waktu tempat dia berada secara otomatis), juga bisa menjadi indikator kesehatan, alat komunikasi, alat hiburan, sampai dengan alat untuk menunjukkan lokasi. Lebih jauh lagi, kini satu arloji bisa punya sangat banyak kemungkinan penampilan sesuai selera pemakainya.

Kalau dulu di awal pelaksanaan CES sampai dengan tahun 1990-an Asia bisa dikatakan masih diwakili oleh Jepang saja dalam kompetisi teknologi dunia, di CES 2016 ini beberapa raksasa teknologi dari Tiongkok sudah memamerkan gigi dengan signifikan. Pabrikan Huawei dari Tiongkok selain membuka stan berukuran besar juga memamerkan sangat banyak varian arloji cerdas yang mengandung kemajuan teknologi signifikan terhadap pesaing-pesaingnya.

Saksi sejarah
CES adalah saksi sejarah teknologi dunia. Di beberapa CES sebelumnya, debut banyak teknologi baru selalu tercatat sejarah seperti kemunculan equalizer audio di tahun 1969, kaset video tahun 1970, pemutar laser tahun 1974, kamera video yang bisa dibawa-bawa (camcorder) dan pemutar CD (CD player) tahun 1981.

Kemudian, selama hampir 10 tahun tercatat kemajuan berarti, sampai Digital Audio Technology (DAT) muncul di tahun 1990. Selanjutnya, hampir tiap tahun bermunculan teknologi-teknologi baru seperti CD interaktif tahun 1991, Mini Disc tahun 1993, Digital Satellite System tahun 1994, Digital Versatile Disc (DVD) tahun 1996, televisi mutu tinggi HDTV tahun 1998.

Tidak boleh dilupakan kemunculan konsol permainan Xbox tahun 2001, juga televisi plasma pada tahun yang sama. Dua tahun kemudian di tahun 2003, kemunculan Blue Ray Disc yang ”membunuh” DVD menandai ”kesenyapan” beberapa tahun sampai tiba-tiba teknologi sama sekali menjadi digital total.

Ditengahi dengan kemunculan iPhone tahun 2007 yang tidak berlangsung di CES, maka CES 2010 menjadi kelanjutan era layar sentuh di semua peralatan yang dipakai manusia. CES 2010 diwarnai dengan pekat oleh aneka tablet, komputer yang memakai layar sentuh, dan juga kemunculan sistem operasi Android.

Dan, sejak 2010 sampai sekarang, kemajuan yang ada adalah yang tersaji di alinea awal tulisan ini: kamera mendominasi dengan ukuran yang makin kecil dan guna yang makin luas, drone dan robot makin menggantikan kegiatan manusia apa pun, serta cetak tiga dimensi yang membuat semua bisa dibuat sendiri.

ARBAIN RAMBEY

Sumber: Kompas Siang | 11 Januari 2016

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: