Berbagi Lokasi; Memanfaatkan Rekam Jejak Digital

- Editor

Selasa, 15 September 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seperti kerikil yang ditinggalkan Hansel sewaktu menemani saudarinya Gretel menuju hutan dalam cerita Hansel dan Gretel karangan Grimm bersaudara, itulah yang dilakukan perangkat pintar yang kita gunakan setiap hari. Setiap saat perangkat tersebut memancarkan data, seperti kata yang dimasukkan ke bilah pencarian, aplikasi yang dipakai, surel yang dibaca, dan termasuk lokasi.
Data lokasi kini bisa dipergunakan pengiklan untuk memberikan penawaran di radius tertentu. Jadi jangan heran apabila mendapatkan pesan singkat penawaran di sebuah gerai di pusat perbelanjaan, padahal Anda baru saja melangkahkan kaki masuk ke sana.

Pengguna ponsel dengan sistem operasi Android akan menemukan fitur linimasa di dalam aplikasi Maps milik Google yang menampilkan riwayat lokasi ponsel berada dari waktu ke waktu. Bagi mereka yang khawatir dengan keamanan data pribadi, tentu fitur tersebut akan meresahkan, siapa yang memegang ponsel bisa mengakses riwayat lokasi berikut tempat-tempat yang sudah pernah dikunjungi.

Ada pula layanan seperti Line Here yang mengemas fitur tersebut dengan konsep lebih baik, yakni berbagi lokasi pada saat itu juga. Pengguna bisa memilih untuk membagikan aplikasinya kepada pengguna media sosial untuk berbagai skenario, seperti sobat karib yang hendak memastikan apakah teman-teman mereka sudah sampai di perjalanan atau seorang anak yang ingin mengabarkan lokasi mereka kepada orangtua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

238399kompas/iwan setiyawan–Fitur “Your Timeline” Google Maps di ponsel android.

Foursquare (yang kini berubah nama menjadi Swarm) mengemas kekuatan lokasi ini dengan sebuah permainan. Pengguna check in di sebuah lokasi. Rutinitas mengunjungi lokasi tersebut bisa menjadi ganjaran bagi pemain berupa tanda khusus atau posisi mayor dan bisa digusur oleh pengguna lain.

Ada pula Ingress, sebuah permainan yang dikembangkan Niantic Labs yang sudah dijalankan setidaknya 7 juta pemain di seluruh dunia. Bermain menggunakan lokasi sungguhan, aplikasi ini membuat pemain berinteraksi dengan lingkungan di sekitar mereka.

Namun, selalu ada dua sisi dari teknologi. Satu sisi membawa manfaat dan sisi lain berupa ancaman sewaktu data yang sama disalahgunakan di luar kehendak pengguna. Pengetahuan akan produk yang dipakai adalah kata kunci agar teknologi tidak menikam penggunanya sendiri.(DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 September 2015, di halaman 28 dengan judul “Memanfaatkan Rekam Jejak Digital”.

Informasi terkait

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:40 WIB

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?

Berita Terbaru

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB

Artikel

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:40 WIB