Asus Zenpad 7.0, Sabak Elektronik Sarat Hiburan

- Editor

Kamis, 12 Mei 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seri Zen merupakan lini produk yang berhasil melejitkan Asus sebagai salah satu merek ponsel pintar yang patut diperhitungkan. Salah satunya Zenfone yang menempatkan mereka dalam persepsi konsumen sebagai ponsel dengan spesifikasi melampaui ponsel lain di rentang harga yang sama berkat kolaborasi bersama produsen prosesor Intel.

Tidak berhenti di sana, Asus juga mencoba peruntungan melalui produk sabak elektronik yang diperkenalkan akhir tahun lalu, yakni Zenpad setelah seri Fonepad dan Transformer. Kompas berkesempatan untuk mencoba produk yang diluncurkan ke pasar dengan harga Rp 2,4 juta ini untuk varian layar berukuran 7 inci.

Zenpad mengulangi resep yang ditempuh Zenfone, yakni menghadirkan performa dan estetika dari tampilan antarmuka ataupun desain produk, tetapi medan pertempuran yang dihadapi sungguh berbeda. Di satu sisi, pasar ponsel pintar terus tumbuh dan diserap dengan baik oleh konsumen. Hal berbeda dihadapi pasar sabak elektronik yang masih dikuasai produk dengan prioritas dengan harga yang lebih terjangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setidaknya kombinasi harga dan performa yang dimiliki Zenpad membuatnya siap bersaing di pasar sabak elektronik yang dikuasai merek lokal.

7a23717cd3c54e63bed3c21adc1cfd54KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Zenpad 7.0 adalah sabak elektronik dari Asus yang menyasar pengguna yang ingin mendapatkan pengalaman lebih baik dalam menikmati konten multimedia.

Zenpad memiliki desain yang tidak jauh berbeda dengan sabak elektronik kebanyakan layar tujuh inci dengan tombol pengatur kelantangan suara dan tombol daya di sisi kanan, colokan untuk penyuaraan kuping di sisi bawah, dan lubang micro USB untuk koneksi data dan pengisian daya di sisi bawah. Tidak ada yang istimewa dengan bezel atau pinggiran layar karena tebalnya hampir sama dengan kebanyakan sabak elektronik di pasaran.

Yang membuatnya menarik justru bagian belakang Zenpad yang bisa dilepas, memperlihatkan lubang untuk kartu SIM dan kartu memori berikut terminal elektronik. Asus menyiapkan serangkaian aksesori yang bisa dipasang menggantikan penutup belakang dan memiliki fungsi tambahan, dari estetis hingga menambah fitur.

Beberapa di antaranya seperti penutup dengan motif dan warna beragam serta bisa ditukar sesuai preferensi pengguna, misalnya hitam, oranye, biru laut, dan perak. Ada pula penutup belakang yang bertugas sebagai cadangan baterai untuk memperpanjang durasi pengoperasian hingga 15 jam ke depan.

Pemutar multimedia
aksesori lain adalah penutup audio berupa pengeras suara berbentuk pipih yang berfungsi ganda sebagai sampul Zenpad. Dengan demikian, pengguna bisa mendengarkan konten multimedia dengan kualitas audio lebih baik tanpa harus membawa perangkat tambahan.

Sampul juga berfungsi ganda sebagai penyangga yang membuat sabak elektronik itu bisa tegak berdiri tanpa dipegang, memudahkan perangkat ini menayangkan konten multimedia dan ditonton dengan nyaman.

Aksesori ini membedakan Zenpad dengan sabak elektronik lain karena diferensiasi yang bisa dilakukan, yakni perangkat yang bisa memutar konten multimedia dengan kualitas audio yang lebih baik. Layar dengan resolusi 1.280 x 800 piksel didampingi dengan fitur Tru2Life untuk meningkatkan kontras dan detail serta TruVivid membuat warna yang ditampilkan lebih cerah.

Dipadu dengan aksesori audio, sabak elektronik ini bisa menjadi pemutar multimedia yang cukup representatif untuk menghibur pemiliknya. Prosesor empat inti Intel Atom X3-C3230 dengan RAM berkapasitas 2 gigabit menjadikan perangkat ini cukup untuk memenuhi fungsi tersebut.

Kamera adalah hal yang jarang diperhatikan dalam sabak elektronik, termasuk Zenpad. Namun, setidaknya Asus juga menyiapkan kamera resolusi 5 megapiksel dengan otofokus di belakang dan kamera depan 2 megapiksel. Tidak akan banyak membuat perbedaan, tetapi setidaknya kamera belakang bisa menghasilkan foto dengan resolusi yang masuk akal.

Varian yang dipergunakan Kompas sayangnya hanya menerima kartu SIM yang beroperasi di jaringan seluler 3G. Meski demikian, hal tersebut umumnya bukan menjadi masalah bagi mereka yang memakai sabak elektronik dengan tersambung ke jaringan WiFi.

Dibandingkan varian ukuran layar 8 inci, ada banyak perbedaan dalam hal spesifikasi seperti prosesor delapan inti buatan Qualcomm dengan RAM berkapasitas 3 gigabit dan penyimpanan internal 32 gigabit. Varian yang dijual dengan harga Rp 3,4 juta ini memungkinkan kartu SIM dengan koneksi 4G untuk dioperasikan meski baru Kategori 4 atau mampu mengelola kecepatan pengunduhan maksimal hingga 150 megabit per detik, sementara beberapa perangkat premium sudah mampu beroperasi di Kategori 6.

Ramai
Satu lagi keunggulan dari Zenpad adalah ZenUI, tampilan antarmuka khas yang dikembangkan Asus yang juga ditemui pada seri ponsel mereka. ZenUI membuat pengalaman menggunakan Android di perangkat Zenpad berbeda dengan sabak elektronik lain dengan tampilan dan ikon yang minimalis sekaligus berwarna-warni cerah.

Tidak hanya pengaturan yang lebih tertata dan mendetail, Asus juga memberikan layanan kepada pengguna berupa informasi maupun pengumuman kuis. ZenCircle adalah salah satunya, berupa jejaring sosial yang mempertemukan para penggemar fotografi untuk berbagi karya mereka dan mengikuti kompetisi untuk memperebutkan hadiah dari Asus.

Sayangnya, pada satu titik hal ini menjadi berlebihan. Begitu Zenpad dioperasikan untuk pertama kali, hal yang ditemui pengguna adalah begitu banyaknya aplikasi yang sudah terpasang di dalamnya dan sebagian bisa jadi tidak dibutuhkan. Hal ini akan mengganggu karena pengguna harus satu per satu mencopot aplikasi yang tidak dibutuhkan untuk kemudian mencari aplikasi yang mereka perlukan dari Play Store.

Kesimpulannya, Zenpad adalah perangkat yang bisa diandalkan oleh mereka yang ingin mencari hiburan dari perangkat mereka. Tidak hadir dengan spesifikasi yang mumpuni, tetapi cukup menjawab kebutuhan spesifik dari penggunanya.

DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sumber: Kompas, 11 Mei 2016

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 3 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB