Home / Berita / 100 Tahun Teknik Sipil ITB; Karya Monumental Tetap Ditunggu

100 Tahun Teknik Sipil ITB; Karya Monumental Tetap Ditunggu

Menyambut satu abad kiprah Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, Ikatan Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung meluncurkan buku berjudul A Journey of Excellence 100 Tahun Teknik Sipil ITB pada Jumat (5/9) malam, di Jakarta. Buku itu tidak hanya sebagai catatan sumbangsih Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dalam pembangunan Indonesia, tetapi diharapkan pula menginspirasi kehadiran karya monumental bidang infrastruktur pada masa depan.

Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) Bambang Susantono mengungkapkan, penyusunan buku ini didasari tantangan infrastruktur masa depan yang mengharuskan hadirnya perpaduan teknologi tinggi dan kearifan lokal. ”Pada masa mendatang, kebutuhan infrastruktur semakin besar. Kami ingin ahli teknik sipil Indonesia membuktikan diri mampu bersaing, seperti yang telah ditunjukkan oleh insinyur masa lalu,” kata Bambang, yang juga Wakil Menteri Perhubungan itu.

Dalam buku setebal 459 halaman itu, terdapat tiga bagian utama. Bagian-bagian itu ialah sejarah ITB dan perkembangan Teknik Sipil ITB, karya alumni, serta profil tokoh dari lulusan Teknik Sipil ITB.

Tokoh-tokoh berpengaruh dari Teknik Sipil ITB, antara lain, adalah Soekarno, Sedyatmo, dan Soetami. Karya monumental yang telah disumbangkan ialah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Jembatan Semanggi (Jakarta), dan Jembatan Barelang (Kepulauan Riau).

ftsl itbMenurut ketua panitia penyusunan buku, R Arman Widhymarmanto, kesulitan dalam penyusunan buku tersebut disebabkan oleh keterbatasan catatan akurat mengenai data yang terkait. Misalnya, fakta mengenai tokoh-tokoh yang berpengaruh. Penyusunan buku ini memerlukan waktu sekitar satu tahun, yang melibatkan sebuah tim penyusun yang terdiri atas sebelas orang.

”Gagasan utama buku ini adalah mendokumentasikan perjalanan Teknik Sipil ITB dan mencatat jasa para guru besar dan dosen,” ujar Arman.

Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino, yang merupakan sponsor utama penyusunan buku tersebut, mengatakan, buku itu dapat digunakan sebagai refleksi atas apa yang telah terjadi di dunia ketekniksipilan Indonesia, serta memberikan bukti-bukti nyata peran alumni ITB dalam pembangunan di Indonesia.

Buku tersebut, lanjut dia, diharapkan mampu mengembalikan kejayaan profesi teknik sipil. ”Insinyur pernah dipandang sebagai salah satu kelas sosial tinggi. Kami ingin mengembalikan masa kejayaan itu sebab profesi ini layak dihargai atas keahlian dan profesionalitasnya,” tutur Lino.

Bambang menjelaskan, buku itu juga bukti bahwa lulusan Teknik Sipil ITB mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dengan berbagai cara. (A07)

Sumber: Kompas, 6 September 2014

Share

3 comments

  1. Semoga referensi web yang saya berikan dapat mebantu dalam pengembangan teknik sipil yang ada Pengembangan Sipil

  2. Saya tertarik dengan informasi mengenai Teknik Sipil diatas.
    Selain itu, tulisan diatas sangat menarik untuk dipelajari yang dapat menambah wawasan kita mengenai pengembangan teknik sipil dan perencanaannya.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pertanian yang bisa anda kunjungi di Lembaga Pengembangan Teknik Sipil

  3. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Dunia Teknik, menurut saya bidang studi teknik merupakan bidang studi yang sangat menarik
    juga banyak hal yang bisa dipelajari di dunia teknik.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis
    mengenai bidang teknik yang bisa anda kunjungi di Lembaga Teknik Sipil

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Balas Budi Penerima Beasiswa

Sejumlah anak muda bergerak untuk kemajuan pendidikan negeri ini. Apa saja yang mereka lakukan? tulisan ...

%d blogger menyukai ini: