Wisuda ”Drive Through” ala Kampus di Malang

- Editor

Senin, 21 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Ma Chung menggelar wisuda ”drive through” untuk 208 lulusannya, Sabtu (19/9/2020).Wisuda dilakukan dengan protokol ketat. Mereka yang diwisuda sebagian besar sudah bekerja, membuka usaha, atau kuliah lagi.

UNIVERSITAS MA CHUNG—Universitas Ma Chung di Malang, Sabtu (19/09/2020), menggelar wisuda drive through bagi 208 lulusannya.

Universitas Ma Chung menggelar wisuda drive through untuk 208 lulusannya pada Sabtu (19/09/2020). Wisuda dilakukan dengan protokol ketat. Mereka yang diwisuda sebagian besar sudah bekerja, membuka usaha, atau sudah terdaftar mengikuti pendidikan lanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wisuda drive through dipilih berdasarkan pertimbangan untuk meminimalkan kontak, tetapi tetap memberikan nuansa ikonik wisuda, seperti pemindahan kuncir topi wisuda. Dalam proses itu, wisudawan akan turun dari kendaraan, menjalani prosesi, dan menerima suvenir dari hasil karya mahasiswa dan alumni kampus tersebut yang sudah terkenal di pasaran. Prosesi wisuda berlangsung selama lebih kurang 4 menit per orang. Acara juga disiarkan secara daring.

”Tahun ini adalah tahun berat untuk semua orang karena ada pandemi Covid-19. Oleh karena itu, wisuda kali ini lebih bermakna. Wisudawan-wisudawati tidak kehilangan asa dan semangat untuk menyelesaikan studi. Mereka nanti, harapannya, bisa lebih tangguh dan kuat saat terjun ke masyarakat,” kata Associate Professor Universitas Ma Chung Murpin Josua Sembiring dalam siaran persnya.

Murpin berharap, mahasiswa Ma Chung akan mengambil hikmah dari pandemi ini. Bahwa, mereka harus bisa bangkit di tengah situasi terpuruk, membuka mata dan telinga untuk bisa melihat peluang ke depan, serta kreatif untuk memikirkan hal yang belum ada, tetapi dibutuhkan masyarakat.

”Untuk bisa melakukan itu, tidak boleh terjebak dalam zona nyaman. Harus berani memasuki hal-hal baru, cermat dan bersedia belajar dari banyak orang dengan banyak hal, agar menghasilkan inovasi, pola pikir, pola kerja, dan strategi baru,” lanjutnya.

Wisudawan Universitas Ma Chung juga diharapkan dapat beradaptasi cepat dengan perubahan-perubahan zaman serta menaklukkan tantangan demi tantangan.

Wakil Rektor I Universitas Ma Chung Prof Patrisius Istiarto Djiwandono berharap, lulusan Universitas Ma Chung akan terjun ke masyarakat sebagai pemimpin-pemimpin masa depan bangsa. ”Ma Chung berkomitmen mencetak pemimpin-pemipin masa depan bangsa, dengan mendidik mereka sebaik-baiknya,” katanya.

Menurut dia, Universitas Ma Chung telah membekali mahasiswanya dengan kemampuan berpikir logis dan analisis, logika sistem, dan big picture thinking (cara berpikir besar) agar bisa berkontribusi untuk perkembangan bangsa.

Sudah bekerja
Patrisius menambahkan, selama ini, Ma Chung berhasil meluluskan mahasiswa dengan status sudah bekerja, membuka usaha, atau melanjutkan studi. Pada exit survey Pusat Karier dan Alumni Universitas Ma Chung, dari 208 lulusan tahun ini pun, 65 persennya sudah bekerja, membuka usaha, atau melanjutkan studi tingkat lanjut.

Berdasarkan data, sebanyak 65 persen wisudawan kali ini sudah bekerja, membuka usaha, atau sudah pasti akan melanjutkan studi. Mereka rata-rata empat bulan sebelum wisuda sudah memiliki tempat untuk berkarya. ”Dari 60 persen lulusan itu, sudah bekerja di perusahaan swasta, 30 persen di BUMN dan sekitar 26 persen wirausaha,” ujar Patrisius.

Wisudawan terbaik Ma Chung kali ini, Wenny Gilliani, misalnya, saat ini telah bekerja di Bank OCBC NISP sebagai Emerging Business Relationship Manager. Sementara wisudawan terbaik lain, Steven Wihono, telah menerima beasiswa Confucius Institute Scholarship di Hunan Normal University di China.

Aktivitas pendidikan, termasuk universitas, selama ini menjadi penyokong pergerakan ekonomi di Malang Raya. Dari 900.000-an warga Kota Malang, sebanyak 300.000-an adalah mahasiswa. Namun, sejak pandemi Covid-19 terjadi, perekonomian Malang Raya terpuruk.

Oleh DAHLIA IRAWATI

Editor: AGNES SWETTA PANDIA

Sumber: Kompas, 19 September 2020

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 30 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB