Warga Miskin Bali Jadi Sasaran Program Keluarga Berencana

- Editor

Jumat, 17 April 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selain untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk melalui pengendalian kelahiran, pelayanan dan program kependudukan Keluarga Berencana diharapkan dapat menjangkau keluarga miskin di Bali. Harapannya, program itu membantu banyak keluarga lepas dari jeratan kemiskinan.

“Keluarga miskin cenderung memiliki anak lebih banyak dibandingkan dengan keluarga mampu, khususnya di kawasan pedesaan,” kata Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga di kantor Gubernur Bali, Kota Denpasar, Kamis (16/4).

Menurut Sudikerta, keluarga miskin di Bali cenderung memiliki lebih banyak anak, yang antara lain terkait persoalan keterbatasan pekerjaan. “Apabila hal ini tidak ditanggulangi, keluarga miskin tidak akan bisa keluar dari kemiskinannya.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelayananan KB KelilingRapat kerja daerah itu turut dihadiri Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Flourisa Juliaan Sudrajat, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ida Bagus Wirama, dan Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Bali Ayu Pastika.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali pada 2 Januari 2015, penduduk miskin di Bali hingga September 2014 berjumlah 195.950 orang. Angka kemiskinan di Bali pada September 2014 mencapai 4,76 persen. Kemiskinan masih menjadi persoalan di Bali meskipun Bali termasuk daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia.

Laju pertumbuhan
Sudikerta juga mengatakan, pemahaman pengaturan jumlah kelahiran anak, termasuk dengan penggunaan alat kontrasepsi, penting untuk terus disosialisasikan kepada kalangan rumah tangga.

Laju pertumbuhan penduduk Bali diupayakan diturunkan dari 2,15 persen menjadi 1,19 persen. Sudikerta menyebutkan, apabila laju pertumbuhan penduduk akibat kelahiran dan migrasi tidak dapat dikendalikan, Bali akan mengalami dampak serius akibat populasi berlebih. Dampak yang dimaksud di antaranya penurunan kualitas lingkungan, alih fungsi lahan produktif, krisis air bersih, dan kemacetan di daerah perkotaan yang kian parah.

Sementara itu, Flourisa mengatakan, isu kependudukan menjadi agenda prioritas dalam pembangunan nasional, yakni pada Nawacita kelima. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah disebutkan, pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana wajib menjadi urusan pemerintahan.

“Oleh karena itu, pemerintah harus menganggap program kependudukan dan Keluarga Berencana adalah penting,” kata Flourisa. (COK)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 April 2015, di halaman 14 dengan judul “Warga Miskin Bali Jadi Sasaran Program”.

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB