Vitamin E dan Awet Muda

- Editor

Minggu, 14 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benarkah vitamin E dapat memperpanjang umur dan mencegah penyakit jantung dan penyakit-penyakit lainnya?

Apa khasiat Vitamin E? Tanyakan pada mereka yang di SMP atau SMA dan segera akan mendapat jawaban: anti kemandulan. Memang begitulah kata penemu Vitamin ini dulu pada tahun 1921. Tapi banyak yang tak tahu bahwa penelitian itu dilakukan pada tikus jantan, bukan pada manusia. Lalu, apa khasiatnya pada manusia? Inilah yang menjadi perdebatan sengit.

Perdebatan menghangat ketika antara tahun 1969-1979 Wilfrid Shute dan adiknya Evans menulis beberapa seri buku populer yang menyatakan bahwa Vitamin E dapat mencegah sekaligus mengobati semua penyakit jantung! Wilfrid sendiri ahli jantung terkemuka. Karena itulah terjadi perdebatan. Namun yang diklaim oleh Wilfrid memang agak keterlaluan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katanya Vitamin E berkhasiat mengobati dan mencegah serangan jantung, kejang jantung, pembekuan darah, darah tinggi, serangan otak, Varises dll. Di samping itu juga dianjurkan untuk kencing manis, penyakit ginjal, borok, memperpanjang umur dll. Nah, apakah anda akan percaya dengan ”obat dewa” semacam itu.

Memang, tulisan Shute bersaudara tidak didasarkan pada penelitian ilmiah. Hanya berdasarkan pengalaman terhadap pasien-pasien mereka sendiri. Inilah yang tidak disetujui ilmuwan lain. Pengamatan pribadi sering sekali meleset dari kenyataan. Perlu eksperimen yang benar-benar ilmíah.

Tapi, perlahan-lahan sebagian ide Shute bersaudara tadi mendapat angin, ketika muncul tulisan-tulisan ilmiah yang mendukungnya. Tahun 1972 pada konperensi New York Academy of Sciences, Knut Haeger dokter dari Swedia, menyodorkan bukti ilmiah bahwa Vitamin E memang dapat meredakan penderitaan penyempitan pembuluh darah kaki dan tangan. Penyakit pembuluh darah ini sering merupakan pendahulu alias perintis penyakit jantung dan serangan otak. Sembilan tahun kemudian pada konperensi Akademi itu juga, disajikan bukti-bukti lain. Vitamin E dikombinasikan dengan gerak badan akan menambah aliran darah ke kaki sebanyak 46% pada pasien dengan penyempitan pembuluh darah kaki. Namun juga muncul bukti bahwa sebagian ide Shute bersaudara itu salah. Misalnya khasiat
Vitamin itu untuk payah jantung (jantung membesar dan lemah). Benarkah vitamin E dapat memperpanjang umu.

Apa sebenarnya peranan Vitamin E dalam tubuh? Apakah ada penyakit kekurangan Vitamin E seperti halnya kekurangan Vitamin C? Pertanyaan pertama menyulitkan ahli biokimia. Telah lama sekali diketahui bahwa Vitamin E punya sifat anti oksidan punya sifat anti oksidan.

Jadi, Vitamin E memungkinkan perlindungan komponen-komponen sel dari reaksi yang tak dikehendaki yang diakibatkan oleh oksigen (setiap detik te?jadi reaksi antara oksigen dengan zat-zat dalam sel kita karena sel harus terus bernafas).

Selain oksigen, dikenal zat lain yang kontroversial, yakni yang disebut radikal-radikal bebas. Contohnya ialah radikal superoksida, O2—. Di sini zat oksigen punya satu elektron tambahan sehingga sangat aktif (reaktif). Konon radikal bebas inilah yang menyebabkan anda menjadi tua! Ia dihasilkan oleh reaksi dalam sel. Gunanya? Tentu ada, yakni membantu kerja darah putih kita membunuh kuman-kuman dan membantu proses radang (yang kadang-kadang berguna juga). Tapi bila tak terkendalikan, zat-zat yang radikal itu dapat menghantam selaput sel sendiri, bahkan menghancurkan komponen dalam inti sel (DNA). Terang sel akan mati.

Radikal bebas diproduksi terus menerus oleh tubuh. Tapi ia akan makin banyak bila banyak oksigen masuk ke badan (berolahraga misalnya), akibat radiasi, dalam proses pertempuran dengan kuman (fagositosis), dsb. Pembentukannya dibantu oleh Vitamin C dan zat besi.

Tapi, tentu saja tubuh punya cara mengendalikan keganasan radikal tadi. Antara lain dengan Vitamin E, asam amino tertentu, zat seng, tembaga, dll. Jadi, apakah suatu sel akan rusak atau tidak tergantung dari keseimbangan antara proses oksidasi dan anti-oksidasi. Nah, bila suatu jaringan ternyata kurang punya daya anti-oksidasi, mungkin tambahan anti-oksidan dari luar dapat banyak membantu.

Misalnya Vitamin E. Dari sinilah timbul alasan mengapa Vitamin E diklaim sebagai Vitamin ”awet muda”. Tentunya ia juga memperpanjang umur, bukan ? Anehnya, pada tikus jawabannya ialah tidak! Entah bagaimana pada manusia, karena manusia bukan tikus.

Terlepas dari perdebatan mengenai panjang umur, sampai kini disetujui ada tiga kelompok penyakit dimana Vitamin E akan bermanfaat.

Pertama ialah keadaan kekurangan Vitamin E dan akibatnya. Contohnya ialah penyakit kurang darah (anemia) pada bayi baru lahir yang beratnya kurang. Juga pada sejenis penyakit otot (miopati) dan sejenis penyakit mata (retinitis pigmentosa).

Kelompok kedua ialah mereka yang tidak kekurangan Vitamin E, tapi butuh lebih banyak anti-oksidan itu untuk menanggulangi proses oksidasi yang berlebihan. Anda tentu pernah melihat bayi yang lahir kurang bulan. Kecil, kurus, ia perlu infus dan oksigen tambahan agar dapat hidup. Tapi bila oksigennya beriebihan ia dapat buta akibat kelainan yang disebut retroientai ?bropiasia pada mata. Selain dapat terjadi gangguan pada paru-parunya. Nah. efek samping oksigen tadi dapat dinetraikan oieh Vitamin E. Ini telah terbukti dan diakui.

Kelompok ketiga ialah mereka yang diperkirakan punya kelainan dalam tubuhnya, sehingga tak tahan terhadap oksidasi. Contohnya dengan dosis 450 unit Vitamin E per hari penderita anemia bulan-sabit dapat diringankan penderitaannya. (Anemia ini aneh, karena sel darah merahnya banyak yang rusak, berbentuk seperti bulan-sabit).

Anti penyakit jantung?
Apakah Vitamin E dapat mencegah penyakit jantung? Masalah ini masih diperdebatkan juga. Ceritanya bermula dari Alton Ochsner, seorang ahli bedah terkemuka. Ia tahun 1968 menyatakan ”Setelah dua puluh tahun memberikan Vitamin E pada pasien-pasiennya, kini tak ada pasiennya yang menderita sumbatan darah pada paru.” Ah, ia cuma guyon saja, komentar dokter-dokter peneliti lain. Namun,
belakangan ada bukti-bukti bahwa memang Vitamin E dapat mengurangi ”kelengketan”sel darah sehingga tidak mudah menggumpai. Bila benar demikian, ia mungkin berguna untuk mencegah penyakit jantung, karena penyakit jantung sering disebabkan tersumbatnya pembuluh darah jantung oleh gumpalan darah.

Tapi, hasil penelitian yang terpenting mungkin laporan Dr. William Hermann dari Rumah Sakit Umum Houston, Amerika. Diantara pembaca telah banyak yang tahu bahwa kolesterol berbahaya bagi jantung. Nah, kolesteroi itu tidak berjalan-jalan sendiri dalam darah, ia harus digendong (diikat) oleh sejenis protein agar dapat pergi ke mana-mana. Protein itu antara lain disebut HDL (high density lipoprotein ). Ternyata makin banyak HDL ini makin kecil kemungkinan serangan jantung. Jika lebih dari 30% kolesterol darah dibawa oleh HDL, kecenderungan mati akibat serangan jantung sebelum umur 60 kira-kira 10 – 15%. Jika HDL kurang dari 10%, risiko mati naik menjadi 60-70%.

Pada percobaan Hermann terhadap diri sendiri, juga terhadap sukarelawan lain, Vitamin E dapat meningkatkan HDL dari 10% menjadi 30%. Dinyatakan juga Vitamin ini paling berguna pada orang usia 35 tahun ke bawah. Pada usia yang lebih tua, efeknya belum dipastikan.

Namun tidak semua peneiiti setuju dengan pendapat Hermann itu. Misalnya Herbert Kayden. Katanya HDL pasien-pasiennya tidak berubah dengan memakan Vitamin E.

Kini bagaimana sikap Anda sendiri? Apakah Anda akan muiai makan vitamin E? Sejauh ini tampaknya tidak ada efek samping yang berbahaya dengan memakan Vitamin ini meskipun dalam dosis besar. Dalam laboratorium memang sel darah putih fungsinya sedikit terhambat, tapi dalam tubuh manusia tak begitu diketahui. Dulu saya tidak pernah membayangkan kegunaan Vitamin E, tapi mengikuti perbincangan di atas, belakangan ini saya sendiri tergerak u??tuk mulai memakannya. Siapa tahu…

Sumber: Majalah AKU TAHU/April 1983

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 37 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB