UI, ITB, dan UGM Masuk 100 Top di Asia

- Editor

Kamis, 19 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reputasi perguruan tinggi Indonesia di Asia terus didorong. Saat ini, baru 17 perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia yang masuk dalam top 400 perguruan tinggi di Asia. Dari jumlah itu, tiga di antaranya masuk di jajaran top 100 universitas di Asia.

Dari hasil pemeringkatan Quacquarelli Symonds University Rankings wilayah Asia yang dirilis pekan ini, Universitas Indonesia (54), Institut Teknologi Bandung (65), dan Universitas Gadjah Mada (85) di jajaran top 100 universitas di Asia. Di tempat teratas, dominasi perguruan tinggi terbaik Asia antara lain dari Singapura, Korea Selatan, Hongkong, China, dan Jepang.

Adapun 14 perguruan tinggi lainnya adalah Institut Pertanian Bogor (147), Universitas Airlangga (171), Universitas Padjadjaran (176), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (232), Universitas Diponegoro (240), Universitas Bina Nusantara (251-260), Universitas Brawijaya (291-300), Universitas Hasanuddin dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (301- 350), serta Univeritas Katolik Atma Jaya Jakarta, Universitas Pelita Harapan, Universitas Udayana, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Parahyangan (351-400).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rektor UI Muhammad Anis di Jakarta, Rabu (18/10), mengatakan, peringkat UI meningkat 13 poin dalam jajaran top 100 universitas se-Asia, menjadi peringkat ke-54, tahun sebelumnya peringkat ke-67.

UI unggul pada indikator “International Faculty” yang menandakan bahwa akademisi ataupun peneliti dari mancanegara tertarik untuk berbagi ilmu dan melakukan penelitian di UI. Setidaknya hingga pertengahan tahun 2017, terdapat 1.588 tenaga akademisi yang pernah hadir ke UI untuk menjadi dosen, dosen tamu, dan peneliti tamu dalam rangka berbagi pengetahuan kepada sivitas akademika UI.

“Pencapaian ini menandakan institusi pendidikan di Indonesia telah direkognisi dunia pendidikan di Asia. UI akan senantiasa berlari membawa bendera pendidikan nasional guna menghasilkan lulusan yang mandiri dan unggul serta siap menghadapi dan menyelesaikan permasalahan dan tantangan pada tingkat nasional ataupun global,” kata Anis.

Kepala Kantor Jaminan Mutu UGM Indra Wijaya Kusuma mengatakan, UGM naik ke peringkat 85. UGM mengalami peningkatan antara lain dalam performa indikator reputasi akademik dan reputasi alumni di dunia kerja. “Peringkat ini bukan tujuan akhir, melainkan untuk memacu UGM terus memperbaiki kualitas pendidikan lebih baik lagi,” ujar Indra. (ELN)

SUmber: Kompas, 19 Oktober 2017

Informasi terkait

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB