Perguruan Tinggi Tak Tembus Asia

- Editor

Jumat, 23 Mei 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riset dan Internasionalisasi Jadi Pertimbangan
Peringkat perguruan tinggi Indonesia di Asia belum memuaskan. Saat ini, tidak satu pun perguruan tinggi Indonesia mampu menembus jajaran 50 universitas paling bergengsi di Asia. Hanya Universitas Indonesia yang masuk dalam top 100, sedangkan Malaysia mampu menempatkan lima universitas.

Berdasarkan Quacquarelli Symonds (QS) University Rankings: Asia 2014, yang dipublikasikan pekan lalu, ada 9 perguruan tinggi negeri Indonesia yang masuk dalam 300 perguruan tinggi top Asia. Indonesia menempatkan Universitas Indonesia di posisi ke-71, disusul Institut Teknologi Bandung (ke-125), Universitas Airlangga (ke-127), dan Universitas Gadjah Mada (ke-145).

Sementara Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, dan Universitas Padjadjaran di posisi 201-205. Pada rentang peringkat ke-251 hingga ke-300, ada Universitas Udayana dan Universitas Brawijaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riset
Pemeringkatan QS University Rankings Asia ini dimulai sejak 2009. Terdapat sembilan kriteria penilaian, mulai dari reputasi akademik dari pemberi kerja, rasio mahasiswa dosen, karya ilmiah, hingga proporsi pengajar internasional dan proporsi mahasiswa internasional, serta proporsi pertukaran mahasiswa asing. Menurut kajian QS, kemajuan perguruan tinggi karena pemerintah fokus berinvestasi pada riset dan program internasionalisasi.

UI pernah memantapkan diri di 50 top Asia pada 2009-2011. Namun, sejak 2012, posisi UI melorot. Pejabat Rektor UI Muhammad Anis mengatakan, Kamis (22/5), hasil pemeringkatan yang naik dan turun itu hal biasa. ”Pemeringkatan tidak kami jadikan target, tetapi indikator. Kami evaluasi untuk meningkatkan diri,” ujar Anis.

Hambatan kemajuan perguruan tinggi di Indonesia salah satunya ialah kurangnya dukungan dana pemerintah. ”Perguruan tinggi negeri disibukkan dengan kegiatan mencari dana yang bukan dari mahasiswa. Padahal, di Malaysia, misalnya, dukungan dana dari pemerintah besar sehingga perguruan tinggi bisa fokus pada tugas pokoknya,” kata Anis.

Hanya sekitar 40 persen anggaran UI dari pemerintah. Selebihnya, UI berupaya mencari dana lewat berbagai usaha, termasuk penelitian untuk menambah dana. Di Malaysia, sekitar 80 persen anggaran dari pemerintah.
Persaingan

Pertarungan sengit perguruan tinggi top Asia masih berkutat antara Singapura, Korea Selatan, Tiongkok, Hongkong, dan Jepang. Pada 2014, posisi teratas ditempati National University of Singapore, disusul Korean Advanced Institute of Science & Technology serta University of Hongkong.

Taiwan mampu menempatkan 12 perguruan tingginya di jajaran top 100. Malaysia menempatkan 5 perguruan tinggi, termasuk Universiti Malaya di posisi ke-32.

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Edy Suandi Hamid mengatakan, PTS di Indonesia didorong proaktif menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri sebagai salah satu usaha internasionalisasi perguruan tinggi. Salah satunya, penjajakan kerja sama dengan perguruan tinggi di Eropa. (ELN)

Sumber: Kompas, 23 Mei 2014

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 28 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB