UGM Menjadi Tuan Rumah Kontes Robot

- Editor

Rabu, 10 Mei 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah Kontes Robot Indonesia Regional III 2017 yang berlangsung pada 11-13 Mei 2017. Sebanyak 73 tim dari sejumlah perguruan tinggi asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan berlomba agar dapat lolos ke ajang Kontes Robot Indonesia tingkat nasional.

Kontes Robot Indonesia (KRI) merupakan kompetisi tahunan di bidang robotika. Kompetisi itu diikuti tim mahasiswa dari institusi pendidikan tinggi, negeri ataupun swasta, yang terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Panitia pelaksana KRI Regional III 2017 Maun Budiyanto mengatakan, 73 tim akan berlaga di empat kategori lomba. Sebanyak 17 tim beradu dalam kategori ketangkasan, 26 tim bertanding di kategori pemadam api, 17 tim bertanding dalam kategori sepak bola beroda, dan 13 tim bertanding untuk kategori seni tari Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk persiapan, saat ini kami membuat lima lapangan, terutama untuk kategori ketangkasan. Tim yang menang di kategori ketangkasan akan dilibatkan dalam lomba robot tingkat internasional di Tokyo, Jepang, Agustus 2017,” ucap Maun.

Selain perlombaan, selama tiga hari penyelenggaraan KRI Regional III 2017 coaching clinic robotika akan digelar. Perwakilan dari tim-tim yang bertanding akan mengenalkan komponen dan sistem pemrograman robot pada penonton usia pelajar.

“Di antara kategori lomba yang ada, kategori seni tari Indonesia akan sangat menarik. Sebab, khalayak akan tahu bahwa robot juga berfungsi menghibur di samping untuk membantu kebutuhan manusia,” kata Maun.

Dorong kreativitas
Kepala Subdirektorat Kreativitas UGM Ahmad Agus Setiawan menilai, kompetisi itu bisa meningkatkan kreativitas mahasiswa yang jadi peserta. Selain itu, mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dunia nyata.

“Mahasiswa dituntut peka dan inovatif mengembangkan teknologi robotika. Pengetahuan robotika yang mereka dapatkan dari kontes itu akan amat berguna saat nanti mereka terjun ke dunia industri,” ujarnya.

Salah satu robot buatan mahasiswa UGM bernama Alfarobi meraih juara tiga KRI Regional IV 2017 yang berlangsung di Universitas Brawijaya pada 4-6 Mei 2017, untuk kategori kontes sepak bola. Meski ada di peringkat ketiga, Alfarobi lolos ke KRI 2017 tingkat nasional di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, pada 6-9 Juli.

“Seharusnya Alfarobi ikut lomba KRI Regional III. Namun, karena kategori robot sepak bola tanpa roda tak ada di regional ini, Alfarobi ikut berlomba di KRI Regional IV,” kata Manajer Tim Robotika Gadjah Mada, Dini Nur Anisa (20) dari Fakultas Teknik UGM.

Untuk kategori lain, Tim Robotika Gadjah Mada tetap mengikuti perlombaan di regional III. Menurut Ketua Tim Robotika Gadjah Mada Robotic Ahmad Kholid Kartiyoso (21) dari Fakultas Teknik UGM, timnya siap mengikuti kontes.

“Kami mulai melakukan riset akhir tahun kemarin, bagaimana mengembangkan robot yang dibuat dapat berfungsi secara maksimal. Kami juga mengevaluasi agar tim robot lebih baik ke depannya,” kata Kholid. (DIM)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Mei 2017, di halaman 11 dengan judul “UGM Menjadi Tuan Rumah Kontes Robot”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 36 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB