UGM Meluncurkan Aplikasi Android “Biodiversitas”

- Editor

Sabtu, 24 September 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelaran UGM Expo 2016 menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai inovasi UGM kepada masyarakat. Karena itu, momen ini pun dipilih untuk memperkenalkan Biodiversitas, sebuah aplikasi berbasis android yang dibentuk atas kerja sama antara Fakultas Kehutanan dan MIPA UGM. Acara ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi penggunaan aplikasi dalam rangka mengenalkan biodiversitas, baik flora maupun fauna.

Menurut ketua tim, Dr. Sena Adi Subrata, aplikasi ini dikembangkan dengan tujuan akhir untuk menumbuhkan kesadaran diantara civitas akademika untuk melindungi biodiversitas di kampus UGM. Penumbuhan kesadaran ini diawali dengan mengenalkan keanekaragaman biodiversitas Indonesia, terutama yang terdapat di kampus UGM dengan cara-cara populer dan kekinian, yakni dengan memanfaatkan aplikasi Android.

7504-ugm-meluncurkan-aplikasi-android-biodiversitas“Dengan cara yang populer ini, kami berharap dapat menarik banyak civitas akademika untuk mengenal, sharing data dan akhirnya tumbuh kesadaran untuk melindunginya. Tak kenal maka tak sayang,” jelas Sena dalam soft launching dan sosialisasi penggunaan aplikasi Biodiversitas, Selasa (20/9) di Grha Sabha Pramana UGM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aplikasi yang didanai oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UGM melalui hibah Education for Sustainable Development ini memang dikembangkan sebagai sarana mengenalkan biodiversitas, baik flora maupun fauna. Dalam pelaksanaanya, beberapa kelompok mahasiwa pengamat dan pemerhati biodiversitas pun ikut terlibat.

Lebih lanjut Sena menekan pula bahwa aplikasi Android ini merupakan salah satu kontribusi untuk mewujudkan UGM sebagai kampus yang inovatif, sesuai dengan tema UGM EXPO 2016: “Inovasi Membumi untuk Negeri.”

Sementara itu, menurut Atus Syahbudin, Ph.D., salah satu anggota tim yang bertanggung jawab atas konten flora, terobosan seperti ini diperlukan sebagai salah satu media yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan.

“Perkuliahan pengenalan pohon, dendrologi, atau fitogeografi pohon dituntut dapat menghadirkan perawakan pohon di dalam kelas. Mahasiswa terus diupayakan selalu dekat dan mudah dalam mengakses materi pembelajaran. Bisa karena terbiasa. Untuk itulah, mengenal pohon harus dengan selalu melihatnya, dan aplikasi Biodiversitas menjadi salah satu solusinya,” ungkap.

Saat ini, aplikasi Biodiversitas baru tersedia dalam versi betha dan sudah dapat diunduh pada tautan https://biodiversitas.fkt.ugm.ac.id/. Aplikasi ini pun sedang terus disempurnakan hingga akhir Oktober 2016.

“Beberapa kendala memang dijumpai, namun sejauh ini dapat diatasi. Pembelajaran berbasis android ini memang menarik, mudah, tanpa batas dan siapa pun dapat berkontribusi guna perbaikan aplikasi,” ujar Dr. Aditya Ronny Effendi dari Fakultas MIPA. (Humas UGM/Gloria)

Sumber: ugm.ac.id, Kamis, 22 September 2016

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma
Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa
Berita ini 9 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 19:32 WIB

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:02 WIB

Gen, Data, dan Wahyu

Berita Terbaru

Berita

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Des 2025 - 19:32 WIB

Artikel

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Senin, 29 Des 2025 - 19:06 WIB

Artikel

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Des 2025 - 11:41 WIB

Artikel

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Jumat, 26 Des 2025 - 11:38 WIB

Artikel

Gen, Data, dan Wahyu

Jumat, 26 Des 2025 - 11:02 WIB