Trimaran, Kapal Perang Canggih Buatan Banyuwangi

- Editor

Rabu, 19 September 2012

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDONESIA memiliki kapal perang canggih berpeluru kendali (KCR -Kapal Cepat Rudal) berjenis ”Trimaran” yang merupakan karya anak bangsa, yaitu PT Lundin Industry Invest, di Banyuwangi, Jawa Timur. Kita sebagai bangsa Indonesia patutlah berbangga karena inovasi ini.

PT Lundin Industry Invest didirikan sejak tahun 2002 oleh pasangan suami-istri John Ivar Allan Lundin yang berkebangsaan Swedia dan Lizza Lundin yang berkebangsaan Indonesia.

John Lundin memulai kehidupan kerjanya dalam sebuah perusahaan keluarga ”Swede Ship”, di mana mereka bertanggung jawab membangun kapal-kapal patroli militer dengan panjang 10-30 meter, kapal penumpang berkecepatan tinggi dengan model catamaran (kapal dengan lambung ganda yang bersebelahan) berukuran 40-50 meter, dan beberapa yachts mewah berukuran besar, dengan panjang 44 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agar perusahaannya berkembang, Lundin dan Lizza akhirnya membentuk PT Lundin Industry Invest yang pabriknya berada di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kab Banyuwangi. Seluruh kapal yang diproduksi PT Lundin Industry Invest dinamai dengan North Sea Boats.

Segmen pasar PT Lundin Industry Invest awalnya adalah kapal pleasure, kemudian berkembang ke bidang komersial dan persewaan kapal. Bahkan, sekarang telah memperluas pasar melalui kerja sama dengan beberapa lembaga seperti Coast Guard, Search & Rescue (SAR), dan kekuatan militer dari dalam dan luar negeri. Hingga kini, PT Lundin Industry Invest telah bekerja sama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri, baik dari unsur pemerintah maupun swasta.

”Fokus kami adalah membangun kapal dengan menggunakan desain cutting edge yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, efisiensi, kenyamanan, dan nilai ekonomis,” kata Lizza pemilik PT Lundin Industry Invest.

”Kapal Trimaran terbuat dari serat karbon, dengan kecepatan 35 knot dan dipersenjatai peluru kendali yang memiliki jarak tembak 120 kilometer.”

Satu unit kapal Trimaran dihargai sekitar Rp114 miliar. TNI Angkatan Laut memesan empat unit kapal. Kini sudah jadi satu kapal perang Trimaran, sedangkan tiga unit lainnya akan segera dibangun secara bertahap hingga 2014.

Serat Karbon

Apabila proyek pengadaan ini berhasil, maka ini merupakan sejarah bagi Indonesia karena telah berhasil membuat kapal perang dengan komposit serat karbon, dan ini akan dipatenkan dan diekspor ke luar negeri.

Direktur PT Lundin Industry Invest, John Lundin, bersama istrinya Lizza yang juga menjabat sebagai komisaris mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba terhadap kapal dengan panjang sekitar 62,52 meter tersebut.

Ini merupakan kapal Trimaran pertama yang dibuat dari serat karbon. Meski Amerika pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter, namun bahan bakunya terbuat dari aluminium atau baja.

Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat Boeing-777 dan mobil formula 1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja.

Kapal cepat berpeluru kendali itu memiliki panjang keseluruhan 62,53 meter, panjang water line, 50,77 meter, bobot mati 53,1 GT, kecepatan maksimum 30 knot, kecepatan jelajah 16 knot, dengan mesin utama 4 x marine engines MAN nominal 1.800 PK.

Generasi muda sebagai penerus bangsa, ayo kita selalu bersemangat dalam berkreasi, berinovasi, dan selalu melakukan penemuan penemuan di bidang sains dan teknologi. Kita perkaya wawasan kita dengan membaca, belajar, dan penelitian. Kita percaya bahwa bangsa Indonesia akan terus maju, dan berkembang. Jayalah Indonesiaku. (24)
— Yusuf Harlim SE MBA, Asisten Kepala Wilayah Jawa Timur pada perusahaan land transportation terbesar di Indonesia, dosen tidak tetap salah satu perguruan tinggi swasta, dan pemilik Apricot Marketing Communication

Sumber: Suara Merdeka, 10 September 2012

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Berita ini 100 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB