Home / Berita / Trans-Jawa, Sabuk Integrasi Potensi Daerah

Trans-Jawa, Sabuk Integrasi Potensi Daerah

Tol Trans-Jawa memperlancar arus mudik-balik dan distribusi ekonomi selama liburan. Tahun ini, rancangan tata lalu lintas dan distribusi ekonomi daerah perlu lebih dimatangkan.

Jalan tol Trans-Jawa yang membentang sepanjang 1.150 kilometer (km) dari Merak, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan sabuk koneksi dan integrasi potensi daerah. Pada liburan Natal dan Tahun Baru ini, tol itu telah dimanfaatkan dari Merak-Grati, Pasuruan, Jawa Timur, sepanjang 933 km.

Litbang Kompas mencatat, secara umum pembangunan tol Trans-Jawa berdampak positif pada mudik Natal dan Tahun Baru 2016, 2017, dan 2018. Dalam tiga tahun terkahir itu, jalan Trans-Jawa menjadi arena uji mematangkan tata lalu lintas dan pemerataan distribusi ekonomi di daerah.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA–Jalan tol ruas Salatiga-Boyolali yang dibuka selama Libur Natal dan Tahun Baru dengan latar belakang Gunung Merbabu di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/12/2018). Ruas tol Semarang-Bawen dan Salatiga-Boyolali menjadi salah satu jalan tol dengan pemandangan Gunung Ungaran, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.

Kebijakan penanganan arus mudik-balik di tol itu terus berubah sesuai kondisi pembangunan jalur setiap tahun. Pada Natal dan Tahun Baru periode 2016, pengendalian difokuskan pada tol Cipali dan Brebes Exit. Pada 2017, antisipasi kemacetan dilakukan di Tol Brebes, Tegal, Cikampek, dan Cipali.

Pada 2018, ruas tol yang dibuka semakin banyak. Pengendalian arus dilakukan di jalur utama, gerbang tol, pintu keluar tol, dan area peristirahatan. Manajemen arus dilakukan pula di tol fungsional dan titik-titik jalan yang menyempit akibat pembangunan infrastruktur. Misalnya di ruas tol Jakarta-Cikampek yang sedang ada pembangunan tol layang, jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung, dan jalur kereta api ringan (LRT) Jabodetabek.

ADITYA DIVERANTA–Warga mengunjungi Rumah Makan Sate Maranggi Haji Yetty di Cibungur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018). Tol Trans-Jawa diharapkan mampu meningkatkan penghasilan para pelaku usaha di daerah-daerah yang dilalui jalan tol.

Upaya penanganan lalu lintas itu antara lain, melarang truk beroperasi, menerapkan sistem satu arah dan lawan arus, dan menghentikan proyek sementara waktu. Selain itu, elektronifikasi tol juga diterapkan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di gerbang-gerbang tol.

Penggunaan uang elektronik itu menyebabkan rata-rata transaksi kendaraan di gerbang tol berkurang dari 3-5 menit jadi 1 menit. Persoalan yang masih terjadi adalah kehabisan saldo uang elektronik.

Pada Natal dan Tahun Baru ini, kemacetan yang dialami pemudik tidak separah Natal dan Tahun Baru 2016 dan 2017. Waktu tempuh pemudik semakin cepat, karena tujuh ruas tol dioperasikan, meski beberapa masih bertatus fungsional. Dalam kondisi normal, waktu tempuh Jakarta-Surabaya rata-rata 10 jam. Sebelumnya 15-18 jam.

Jumlah kecelakaan pada Natal dan Tahun Baru 2017 turun 23 persen dari 1.011 kasus menjadi 778 kasus. Pada periode itu, korban meninggal turun signifikan sebesar 44 persen.

KOMPAS/NINA SUSILO–Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR saat berhenti di rest area km 519 Sragen, Jawa Tengah, untuk menjalankan sholat, Kamis (20/12/2018). Presien beserta rombongan melakukan perjalanan dengan bus dari Jombang, Jawa Timur menuju Batang, Jawa Tengah.

Pengamat transportasi Deddy Herlambang mengatakan, peningkatan pelayanan, fasilitas, dan komunikasi perlu di perhatikan. Apalagi guna menghadapi arus mudik-balik Lebaran mendatang.

“Menjelang hari besar, operator tol wajib mengecek kelayakan jalan. Di area peristirahatan, bengkel masih jarang ada, padahal penting untuk keselamatan pengendara,” kata dia. Informasi bagi para pengendara, lanjut Dedy, perlu diperhatikan, terutama informasi kemacetan.

Distribusi ekonomi
Di sektor ekonomi tol dapat menggerakkan ekonomi daerah. Ketika meresmikan tujuh ruas tol Trans-Jawa pada 20 Desember 2018, Presiden Joko Widodo menyatakan, tol Trans-Jawa membuat arus mobilisasi orang dan barang menjadi lebih mudah, cepat, dan murah.

Untuk itu, integrasi dengan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan obyek wisata dmenjadi penting. Tol juga bermanfaat bagi UMKM, karena mempermudah penyediaan bahan baku dan pemasaran. Proses produksi juga akan semakin cepat.

Sejak jalan tol Cipali diresmikan pada 2015 dan Brebes Timur pada 2016, jalan nasional pantai utara dan pantau selatan kurang diminati. Litbang Kompas mencatat, setelah tol Cipali beroperasi, dampaknya terasa di sejumlah daerah. Misalnya jumlah rumah dan warung makan di jalur pantura wilayah Kecamatan Losari, Brebes, Jateng, turun dari 154 unit pada 2013 menjadi 111 unit pada 2016. Alokasi kawasan komersial di area peristarahatan tol bagi UMKM masih terbatas, yaitu 20-30 persen.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, mengatakan, cetak biru pengembangan ekonomi diperlu guna mengantisipasi beraam perubahan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah harus visioner dan dinamis mengikuti perubahan yang ada.

“Ini berguna untuk memberi arah pengembangan ekonomi daerah. Tampilkan daya tarik daerah yang dilalui tol,” kata dia. (ERN/ART/HEN/E07)–ERN/RTA/HEN

Sumber: Kompas, 2 Januari 2019

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Balas Budi Penerima Beasiswa

Sejumlah anak muda bergerak untuk kemajuan pendidikan negeri ini. Apa saja yang mereka lakukan? tulisan ...

%d blogger menyukai ini: