2018, Trans-Jawa Sumatera Tersambung

- Editor

Rabu, 3 Januari 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahun ini, Jalan Tol Trans-Jawa dari Merak hingga Surabaya dan sebagian Tol Trans-Sumatera ditargetkan dapat beroperasi. Sembari kegiatan konstruksi berjalan, dilakukan uji coba penerapan transaksi tanpa berhenti melalui single lane free flow secara bertahap.

”Pada 2017 ada 196 kilometer jalan tol yang beroperasi dari rencana 392 km. Tahun 2018 ditargetkan Trans-Jawa sampai Surabaya dan Trans-Sumatera dari Bakauheni sampai Palembang beroperasi meskipun tergantung pada proses pembebasan tanah di lapangan,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna, Selasa (2/1), di Jakarta.

Direncanakan, pada 2018, Tol Trans-Jawa akan tersambung dan beroperasi sepenuhnya dari Merak hingga Surabaya. Saat ini, titik yang belum tersambung dan beroperasi berada di ruas tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono. Ruas-ruas tol ini masih dalam tahap konstruksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun bagian Tol Trans-Sumatera yang direncanakan beroperasi tahun ini ialah tol antara Bakauheni dan Palembang sepanjang 335 km. Dari Bakauheni hingga Palembang terdapat empat ruas jalan tol.

Menurut Herry, konstruksi tol yang telah selesai dan kemungkinan dapat dioperasikan adalah sepanjang 14 km di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar serta ruas tol Solo-Ngawi sepanjang 90,10 km.

Meski telah selesai, di Tol Solo-Ngawi masih harus dibangun pelintasan di 22 lokasi yang memerlukan pembebasan lahan. Hingga kini, pembebasan lahan untuk pelintasan masih dilakukan. Ruas lain di Tol Trans-Jawa yang dikejar penyelesaiannya ialah ruas tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km.

”Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang kemajuannya bagus. Pada Lebaran mendatang kemungkinan bisa difungsikan dengan kondisi jalan yang lebih baik dan mungkin sudah ada beberapa bagian tol yang beroperasi,” kata Herry.

Diuji
Seiring pembangunan jaringan tol, akan mulai diuji penerapan transaksi tanpa berhenti dengan menggunakan teknologi identifikasi frekuensi gelombang radio (RFID) di tiga titik gerbang tol di Jabodetabek oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Menurut Herry, pada kendaraan akan dipasang cip, sementara di gerbang tol akan dipasang alat pembaca. Harga alat yang dipasang di kendaraan 1 dollar AS-2 dollar AS. ”Gerbang tol itu tetap ada palang tol meski transaksinya tanpa perlu sentuhan. Nanti itu diterapkan bertahap,” ujar Herry.

Secara terpisah, sebelumnya, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan, 2018 ini pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan, antara lain perubahan transaksi dan persiapan transaksi tanpa berhenti. (NAD)

Sumber: Kompas, 3 Januari 2018

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 38 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB