Tidak Sekadar Transfer Pengetahuan

- Editor

Jumat, 31 Desember 2010

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian besar tempat duduk yang tertata rapi di auditorium Kampus STIE Perbanas Surabaya dipenuhi mahasiswa, Kamis (30/12). Sebagian kecil saja kursi yang kosong, terutama di deret depan.

Pagi itu sebanyak 240 mahasiswa semester pertama mengikuti kuliah umum etika dan pengembangan kepribadian bertajuk ”Optimalisasi Potensi dalam Upaya Pengembangan Mahasiswa yang Berdaya Saing”.

Psikolog Arinanda Pamungkas tampak santai dan lugas memaparkan materi berjudul ”Kognisi Manusia: Potensi dan Optimalisasinya”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya mahasiswa terlihat tegang dan cederung pasif merespons hal yang disampaikan pengajar Etika dan Pengembangan Kepribadian STIE Perbanas Surabaya itu.

Dalam menyampaikan materi kuliah, Arinanda tidak saja santai. Ia juga mencoba berinteraksi dengan mahasiswa.

Kuliah umum ini tidak saja menarik dari materi yang disampaikan Arinanda. Suasana perkuliahan juga berjalan cair, interaktif, dan tanpa jarak.

”Belajar ekonomi itu spesifik. Pengetahuan itu bersifat spesifik. Setelah Anda selesai mendapat gelar sarjana atau jadi ekonom dan mencari pekerjaan, apakah cukup?” kata Arinanda.

Mendengar hal itu, sebagian mahasiswa semester awal itu tampak tegang. Dalam suasana itu, Arinanda memancing persoalan dengan mengatakan, ”Kalau tidak cukup, mengapa tidak ambil kuliah triple, ekonomi, kimia dan sebagainya?”

Satu hal yang terasa amat berarti dalam melakoni perkuliahan hingga akhirnya merengkuh gelar sarjana tidak lain adalah bagaimana mahasiswa senantiasa mengasah kemampuan berpikir dan tidak sekadar menerima apa yang disampaikan dosen.

”Sehari-hari, apakah Anda sering berpikir? Apa yang Anda pikirkan? Sewaktu mengikuti kuliah, seberapa sering Anda bertanya? Berpikir itu keterampilan atau bawaan?” ucapnya.

Lagi-lagi mahasiswa yang memenuhi auditorium itu terdiam. Sesaat kemudian, seorang mahasiswa memberanikan diri untuk berdiri menanggapi apa yang dilontarkan Arinanda. ”Berpikir itu mengembangkan pola pikir diri kita,” kata Oki.

Momentum perkuliahan umum yang diadakan STIE Perbanas itu diharapkan mencapai derajat dalam proses belajar (kuliah) yang tidak sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan dan keterampilan berpikir untuk bekal kehidupan.

”Setidaknya akan ada perubahan berarti dalam proses para mahasiswa,” kata Laila Saleh Marta, pengajar Etika dan Kepribadian yang memandu kuliah umum itu. (Abdul Lathief)

Sumber: Kompas, 31 Desember 2010

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB