Home / Berita / Terowongan Notog Dibangun 24 Jam

Terowongan Notog Dibangun 24 Jam

Progres pembangunan terowongan kereta api di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas, dengan total panjang 550 meter dan diameter 9,3 meter kini baru mencapai 7 persen. Terowongan untuk mendukung proyek jalur rel ganda Purwokerto-Kroya (Kabupaten Cilacap) itu ditargetkan selesai Desember 2018.

“Untuk mengejar target selesai dalam dua tahun, terowongan ini dikerjakan selama 24 jam,” kata General Manager PT Pembangunan Perumahan (persero) Apri Setiawan, Kamis (27/4), di Purwokerto, Jawa Tengah. Apri menambahkan, kini pengeboran baru mencapai 4 meter.

Terowongan Notog, menurut Apri, dibangun dengan anggaran Rp 155,89 miliar. Pembangunan dimulai Desember 2016 dan ditargetkan selesai Desember 2018. Setelah persiapan dan pengerasan lereng tebing dituntaskan, kini dimulai pengeboran dengan alat twin header.

Proyek pembuatan terowongan, kata Apri, dikerjakan 40 tenaga kerja dengan komposisi 20 persen tenaga lokal sebagai helper, sebagian lainnya adalah tenaga ahli.

Terowongan baru Notog agak melengkung mengikuti kontur bukit dan memiliki masa pakai hingga 100 tahun. Terowongan baru ini di sisi barat terowongan lama yang dibangun pada zaman Belanda dengan panjang 260 meter. “Jarak antara terowongan lama dan terowongan baru sekitar 300 meter dan aman untuk konstruksi,” ujar Apri.

KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONO–Pembuatan terowongan kereta api di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, dengan panjang 550 meter dan diameter 9,3 meter oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) saat ini baru mencapai 7 persen atau sudah dibor sekitar 4 meter, Kamis (27/4). Ditargetkan pembangunan terowongan untuk mendukung proyek jalur ganda antara Purwokerto dan Kroya sepanjang 30 kilometer itu selesai Desember 2018.

Project Manager PT PP (Persero) Eko Septiyanto menambahkan, karena curah hujan tinggi, pengerasan tebing pada sisi pintu masuk terowongan dengan beton sempat terganggu. Awalnya, pengerasan lereng dengan seluas 1.200 meter persegi ditargetkan selesai dalam 10 hari, tetapi ternyata 14 hari.

Kepala Divisi Teknik dan Material Satuan Kerja Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Eko Budi mengatakan, di pembangunan jalur rel ganda sepanjang 30 kilometer dari Purwokerto-Kroya terdapat dua terowongan, yaitu di Notog dan Kebasen, Banyumas.

Jalur ganda Lampung
Masyarakat Transportasi Indonesia pun mendesak pembangunan jalur rel ganda di Lampung.

“Jalur rel ganda dan jalur lingkar luar kereta api di Lampung harus segera dibangun,” kata Ketua Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas di Lampung.

Terlebih lagi, tiap hari ada 34 kali jadwal keberangkatan kereta pengangkut batubara di Lampung. Batubara itu digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik di Jawa dan Bali.

Corporate Deputy Director of Freight Marketing And Sales PT Kereta Aapi Indonesia Awan H Purwadinata mengatakan, pihaknya telah mengusulkan pembangunan jalur rel baru dan jalur rel ganda kepada pemerintah. “Kami masih terus koordinasi dengan Kementerian Perhubungan,” ujarnya. (DKA/VIO/BRO)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 April 2017, di halaman 23 dengan judul “Terowongan Notog Dibangun 24 Jam”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim ...

%d blogger menyukai ini: