Terkait Gangguan Irama Jantung, Jumlah Ahli Aritmia Minim

- Editor

Kamis, 25 Januari 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia tidak memiliki ahli gangguan irama jantung atau aritmia yang mencukupi. Padahal, kasus aritmia banyak. Karena itu, pusat pendidikan aritmia perlu ditambah agar bisa menghasilkan lebih banyak lagi ahli aritmia dan lebih banyak pasien yang cepat ditangani.

Saat ini, rasio dokter subspesialis aritmia di Indonesia adalah 1:10 juta penduduk. Dari sekitar 1.000 ahli jantung dan pembuluh darah, hanya terdapat 25 orang subspesialis aritmia. Idealnya rasio dokter subspesialis aritmia 1:100.000 penduduk. Sebagai gambaran, di Amerika Serikat, rasionya sudah 1:1.000.000 penduduk.

Bukan hanya jumlah ahli aritmia yang minim, pengetahuan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah tentang aritmia juga belum merata. ”Di Jakarta, jumlah dokter subspesialis aritmia dan fasilitas penunjang tata laksana aritmia berkembang pesat, tetapi di kota lain tidak demikian,” kata Ketua Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) Dicky Armein Hanafy dalam acara Overview dan Outlook Penyakit Aritmia di Indonesia Tahun 2018 di Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Rabu (24/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aritmia terjadi karena gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. Risiko terkena aritmia meningkat disebabkan antara lain saraf autonom dan obat-obatan yang memengaruhinya serta kelainan struktural jantung, seperti inflamasi dan jaringan abnormal.

Tidak populer
Meski sama-sama menyerang jantung, aritmia tidak sepopuler penyakit jantung koroner (PJK) atau sindrom gagal jantung karena pemahaman masyarakat yang masih rendah, dokter ahli aritmia yang sedikit, dan fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan mutakhir aritmia masih terbatas.

Pada pasien aritmia, irama jantung berdetak terlalu cepat atau takiaritmia (lebih dari 100 kali per menit), terlalu lambat atau bradiaritmia (kurang dari 60 kali per menit), atau tak teratur. Berdebar adalah gejala tersering aritmia, tetapi spektrum gejala aritmia luas, di antaranya pingsan, stroke, bahkan kematian mendadak.

Guru Besar Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Yoga Yuniadi mengatakan, jika pasien aritmia ditangani dengan cepat dan tepat oleh ahlinya, kematian mendadak bisa dihindari.

Yoga mengatakan, saat ini pusat pendidikan aritmia hanya ada di Pusat Jantung Nasional RS Jantung Harapan Kita. Dalam setahun, pusat pendidikan ini hanya mampu melahirkan dua ahli aritmia. Karena itu, perlu didorong agar pusat pendidikan dokter subspesialis aritmia ditambah.

Aritmia kerap dianggap sulit dipelajari karena harus dipahami dalam konteks mekanisme bersifat virtual. Struktur anatomi yang melatarbelakangi aritmia tak kasatmata, tetapi harus dibayangkan.

Menurut Yoga, pada prinsipnya, rumah sakit atau institusi pendidikan kedokteran yang sudah memiliki ahli aritmia bisa menjadi pusat pendidikan aritmia. Kota- kota di luar Jakarta yang sudah melakukan pelayanan aritmia adalah Padang, Makassar, Palembang, dan Yogyakarta. Selain itu, menyusul Kota Samarinda, Medan, Manado, Surabaya, dan Semarang.

Di sisi layanan, diagnosis aritmia di tingkat pelayanan kesehatan primer dan sekunder masih lemah. Karena itu, kompetensi dokter layanan primer dalam membaca alat rekam jantung perlu ditingkatkan agar kelainan irama jantung bisa diketahui lebih dini. Pelayanan aritmia juga belum maksimal karena tak semua rumah sakit memiliki mesin ablasi.

Menyiasati keterbatasan ahli aritmia ini, InaHRS memfasilitasi dokter dengan panduan tata laksana yang bisa diakses secara gratis. InaHRS juga menyelenggarakan webinar yang dapat diikuti oleh dokter umum. (ADH)

Sumber: Kompas, 25 Januari 2018

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB