Home / Berita / Terjadi 1.166 Gempa Susulan di Maluku

Terjadi 1.166 Gempa Susulan di Maluku

Gempa bumi susulan terus terjadi di Pulau Seram, Maluku. Sejak gempa berkekuatan M 6,5 pada 26 September 2019, telah terjadi 1.166 gempa susulan hingga Senin (7/10/2019).

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, frekuensi gempa bumi ini terus menurun. “Gempa susulan biasa terjadi setelah gempa besar,” kata dia.

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN–Sejumlah rumah di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, roboh akibat gempa bermagnitudo 6,5 yang terjadi pada Kamis (26/9/2019).

Menurut dia, dalam setiap peristiwa gempa kuat, akan terjadi deformasi batuan kerak bumi yang menyebabkan pergeseran blok batuan. Karena blok batuan yang bergeser sangat luas, lanjut dia, maka terjadi ketidaksetimbangan gaya tektonik di zona tersebut. Gempa-gempa kecil di di sekitar pusat gempa utama ini biasa difahami sebagai gempa susulan.

Sekalipun demikian, Daryono mengatakan tidak bisa memastikan apakah kondisi saat ini sudah aman dan tidak bakal ada gempa besar lagi. Hingga saat ini gempa bumi belum bisa diprediksi. Apalagi, kawasan Ambon dan Maluku ini memiliki sejarah panjang gempa bumi dan tsunami di masa lalu.

Daryono mengingatkan, kejadian kali ini harus menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas bangunan dan membenahi tata ruang, terutama di kawasan pesisir sehingga lebih siap menghadapi gempa bumi dan tsunami.

–Tren gempa susulan di Maluku hingga Senin (7/10).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, gempa susulan ini menyebabkan kepanikan di masyarakat.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Maluku menyebutkan, total penyintas berjumlah 134.600 jiwa, dengan rincian Kabupaten Maluku Tengah 90.833 jiwa, Seram Bagian Barat 37.787 jiwa, dan Kota Ambon 5.980 jiwa. Sementara itu, korban meninggal berjumlah 37 jiwa.

Sebanyak 6.344 unit rusak dengan tingkat kerusakan berbeda. Rumah yang rusak berat di Maluku Tengah sebanyak 724 unit, di Seram Bagian Barat 298 unit, dan di Ambon 251 unit. Rumah yang rusak sedang di Maluku Tengah mencapai 1.104 unit, di Seram Bagian Barat 469 unit, dan di Ambon 253. Adapun rumah yang rusak ringan di Maluku Tengah 2.238 unit, di Ambon 654 unit, dan di Seram Bagian Barat 353 unit.

“Sehubungan dengan penanganan darurat yang berakhir pada 9 Oktober nanti, BNPB masih terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat dan memastikan pelayanan kepada warga terdampak dilakukan dengan baik,” kata Agus.–AHMAD ARIF

Editor YOVITA ARIKA

Sumber: Kompas, 8 Oktober 2019

Share
x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: