Home / Berita / Teori Evolusi

Teori Evolusi

TAMPAKNYA tiada teori ilmiah lain yang mengundang demikian banyaknya pertentangan di dalam masyarakat daripada teori evolusi. Teori ini mengikis kepercayaan lama rnanusia tentang kemantapan spesies serta menggantikannya dengan teori baru tentang evolusi spesies. Kalau kepercayaan lama mengatakan bahwa jenis spesies di dunia ini adalah sama dari awal zaman sampai sekarang,
maka teori evolusi mengatakan bahwa jenis spesies itu berubah dari zaman ke zaman. Dan pertentangan itu pun memuncak ketika dari teori evolusi ini, ada orang yang mengungkapkan bahwa paling sedikit secara ?sik, Adam dan Hawa, tidak lain, adalah keturunan sejenis monyet purba.

Mula-mula, teori evolusi muncul sebagai rekaan. Melihat kemiripan di antara berbagai jenis hewan, ada orang yang mencurigai kalau-kalau jenis hewan demikian berkembang dari satu jenis induk yang sama. Ibarat pohon, jenis hewan itu bagaikan sejumlah cabang yang menjulang dari satu dahan yang sama. Namun, untuk dapat diperhatikan orang, teori demikian memerlukan bukti dan argumentasi yang kuat.

Pada abad yang lampau, argumentasi dan hasil amatan dernikian datang dari Darwin dan Wallace. Bersama itu, rekaan yang tidak banyak diperhatíkan orang itu muncul sebagai isu besar yang menghebohkan masyarakat. Selain tunbul pertentangan di dalam masyarakat, hal itu juga mengubah perkembangan ilmu hayat atau biologi. Di samping munculnya peneliti yang memburu biologi purbakala untuk pembuktian teori evolusi, muncul pula sejumlah penentang yang berpegang kepada Injil.

Darwin merupakan tokoh utama dari teori evolusi melalui mekanisme yang dikenal sebagai seleksi alamiah. Secara terpisah, Wallace mempunyai pemikiran serupa melalui mekanisme perjuangan hidup. Kali ini, kita berbicara tentang Darwin dengan teori evolusi seleksi alamiahnya, serta pada kesempatan lain, kita akan berbicara tentang Wallace dengan teori evolusi perjuangan hidupnya serta tentang teori geogra? hewaninya.

Tulisan Darwin cukup banyak. Demikian pula dengan tulisan para penyokongnya. Buku tulisan Darwin yang terkenal, berjudul The Origin of Species dapat kita baca sekarang melalui cetak ulang yang dilakukan oleh penerbit seperti The New American Library. Tulisan tentang Darwin juga dapat kita temukan di manamana. Tulisan ini hanya mengisahkan garis besar temuan Darwin beserta kehidupannya. Keterangan lebih rinci dapat dibaca pada buku Darwin sendiri beserta pada berbagai buku yang mengisahkan biogañ Darwin.

Kegiatan Darwin.
CHARLES Robert Darwin lahir di Shrewsbury, Inggeris, pada tah?m 1809. Ayahnya, Robert Waring Darwin adalah dokter kaya di kota itu. Bahkan kakeknya, Erasmus Darwin, terkenal sebagai dokter, penyair, dan ahli ?lsafat. Kakek Erasmus ini pula yang mengungkapkan kembali gagasan evolusi dari ahli biologi Perancis yang bernama Lamarck.

Sekitar tahun 1809, Lamarck mengemukakan bahwa ciri tubuh yang diperoleh melalui digunakan atau tidak digunakannya bagian tubuh dapat diteruskan secara turun temurun. Akumulasi dari ubahan semacam ini, secara berangsur-angsur, dapat mengubah spesies. Ungkapan yang diulang oleh Erasmus serta ungkapan lain semacam itu telah ada pada saat Charles Darwin dilahirkan.

Pada tahun 1818, Darwin masuk sekolah di kotanya yakni di Shrewsbu?y. Hasíl belajar di sekolah itu sangat mengecewakan. Karena ia lebih senang menangkap anjíng dan kucing daripada belajar, orangtuanya menganggap Darwin memalukan nama keluarga. Akibatnya, pada tahun 1825, ayahnya memindahkannya dari sekolah itu. Ia dikirim ke Edinburgh untuk mempelajari medik. Darwin tidak menyukai pelajaran itu serta tidak tahan melihat orang dioperasi (pada waktu itu, belum ada pembiusan). Sekali lagi, sekolah Darwin gagal.

Pada tahun 1827, Darwin dikirim ke Christ’s College di Cambridge untuk dididik sebagai biarawan. Pada zaman itu, sekolah ini menjadi tempat studi anak-anak orang kaya yang dianggap gagal oleh keluarga mereka. Sekolah ini pun tidak menarik minat Darwin. Sekalipun demikian, pada tahun 1831, ia lulus dan memperoleh gelar B.A.

Demikianlah, masa muda Darwin dinilai gagal oleh keluarganya. Bahkan, karena berbagai kegagalannya itu, keluarganya beranggapan bahwa Darwin merupakan anak tidak berguna yang hanya membuat malu keluarga saja. Karena itu, adalah suatu hal yang luar biasa ketika kemudian ternyata bahwa Darwin menjadi ilmuwan yang sangat tenar, baik pada zamannya maupun pada zaman kemudian.

Ketika bersekolah di Cambridge, Darwin bertemu dengan banyak ílmuwan. Di antaranya, ilmuwan alam menggugah minat Darwin terhadap alam. Salah satu di antara mereka adalah guru besar botani, John Stevens Henslow sangat berpengaruh terhadap Darwin serta memulihkan rasa percaya dirinya yang telah merosot pada waktu itu. Segera pula, Darwin tertarik kepada botani serta mulai mengumpul kumbang untuk dipelajari.

Pada tanggal 27 Desember 1831, kapal laut, HMS Beagle, akan menjelajahi pesisir benua Amerika dan ke pulauan Pasifik untuk pemasangan Stasiun kronometri dan penelitian ilmiah. Beagle akan melakukan survei ke pantai Patagonia. Tierra del Fuego, Cili, Peru, serta beberapa pulau di lautan Pasilik. Henslow merekomendasi Darwin untuk turut di kapal itu sebagai ilmuwan alam. Sekalipun ditentang oleh ayahnya, Darwin akhirnya berangkat juga.

Selama lima tahun, sampai tahun 1836. Darwin menjelajahi lautan, pantai, dan pulau untuk melihat dan mengamati bentangan luas keadaan dan gejala alam. Darwin mempelajari batu-batuan, kehidupan hev?an. serta mengumpulkan contoh. Salah satu amatan yang sangat mengesankan Darwin adalah kehidupan di Kepulauan Galapagos di lepas pantai Ecuador. Amatan itulah yang membawanya ke teori evolusi yang memang sudah terdengar di kalangan ilmuwan sejak zaman kecilnya.

Beagle mendarat di Falsmouth, lnggris, pada tanggal 2 Oktober 1836. Namun dalam perjalanan itu, Darwin digigit oleh semacam kutu yang membuatnya sakit. Celakanya, sakit itu terus menimpa hidupnya kemudian. Dalam kesehatan yang kurang baik itu, ia menulis hasil perjalanannya di atas kapal Beagle, mengembangkan teori evolusi berdasarkan seleksi alamiah, dan menulis sejumlah buku tentar?g teori evolusi itu.

Darwin ternyata sangat teliti. Bertahun-tahun lamanya, ia menulis pemikirannya, namun tulisannya itu belum juga dipublikasikannya. Paling-paling, naskah tulisannya itu cliketahui oleh ilmuwan seperti Charles Leyll dan Joseph Dalton Hooker. Di dalam naskahnya itu, Darwin menulis tentang teori evolusi berdasarkan seleksi alamiah beserta berbagai kenyataan yang mendukung teori itu. Menurut Darwin, pikirannya itu mulai muncul setelah ia membaca teori Thomas Henry Malthus tentang penduduk, Essay on the Pri??ciple of Population (1838), serta memadukannya dengan hasil pengamatannya di berbagai tempat.

Pada tahun 1839, Darwin menikah dengan saudara sepupunya sendiri, Emma Wedgwuod, di London. Namun, karena kesehatannya yang kurang baik, sejak tahun 1842, ia pindah ke Downe. Dan di Downe inilah, Darwin hidup dan bekerja selama sisa hidupnya. Ia, memperoleh tujuh anak, tiga di antaranya, meninggal pada waktu keeil. Empat lainnya kemudian menjadi ilmuwan di berbagai bidang pengetahuan. Ada yang menjadi ahli di bidang matematika dan astronomi, serta ada pula yang ahli di bidang botani dan teknik.

Pada tanggal 18 Juni 1858, Darwin menerima surat dari Alfred Russel Wallace yang ditulis dari Ternate di Maluku. Tulisan Wallace ini berisikan teori evolusi yang telah sekian lama menjadi gagasan Darwin. Sangat kebetulan pula. Wallace sampai ke gagasan itu setelah membaca buku Malthus tentang penduduk serta pengamatannya terhdap kehidupan di benua Amerika dan kepulauan Indonesia. Di
sini, kita melihat kesamaan di antara Darwin dan Wallace sekalipun mereka berpikir dan memperoleh pengalaman secara terpisah dan sendiri-sendiri.

Berkat surat Wallace itu, Leyll dan Hooker dapat mendesak Darwin untuk mengumumkan hasil karyanya. Mereka mengatur agar karya Darwin dan Wallace itu dibaca bersama-sama di depan Linnaean Society di London pada tanggal 1 Juli 1858. Tulisan mereka itu dipublikasikan di dalam majalah padatanggal 20 Agustus 1858. Setelah itu, secara teratur, Darwin mulai menerbitkan karyanya.

Mula-mula, Darwin menerbitkan abstrak dari buku The Origin of Species pada tanggal 24 November 1859. Terbitan itu memperoleh sambutan luar biasa. Kemudian, secara berangsur-angsur, Darwin menerbitkan buku itu secara lengkap sehingga menjadi seperti sekarang. Judul lengkapnya menjadi The Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservatio?? of Favoured Races in the Struggle for Life.

Ada yang menyokong teori evolusi Darwin ini serta ada pula yang menentangnya. Para penyokong adalah Lyell, Hooker, dan Thomas Henry Huxley. Di Amerika Serikat, para penyokong adalah Asa Gray dan Chauncey Wright.Di Jerman, Ernst Haeckel. Di Russia, Aleksandr Kovalevsky dan Elie Metchnikoff. Darwin sendiri tidak gemar berpolemik. Untuk mengahadapi para penentang Darwin, para penyokongnya itulah yang gigih menyanggah. Sampai-sampai, Huxley dikenal sebagai “bull dog” dari Darwin. Haeckel menyanggah tantangan Virchow serta Gray menyanggah Agassiz.

Berkat jasanya di bidang batu-batuan, Darwin diterima menjadi anggota dari the Geological Society serta menjabat sebagai sekretarisnya dari tahun 1838 sampai 1844. Dan berkat jasanya di bidang biologi, pada tahun 1865, Darwin memperoleh medali Copley dari the Royal Society. Dan melalui teori tentang seleksi alamiah yang berkenaan dengan adaptasi lingkungan, Darwin juga dianggap sebagai pendiri ilmu ekologi.

Darwin meninggal pada tanggal 19 April 1882 di Downe, Kent Inggris serta dimakamkan di Westminster Abbey pada tanggal 16 April 1882. Sepeninggalnya itu, teori evolusinya terus berkembang. Di samping aliran Darwin dengan seleksi alamiahnya, terdapat juga aliran Lamarck yang beranggapan bahwa ciri yang diperoleh dalam hidup dapat menurun. Kemudian pada tahun 1900, muncul teori Mendel tentang mutasi. Pada tahun 1930, Ronald Fisher memadukan teori Darwin dan Mendel menjadi aliran yang dikenal sebagai Neo-Darwin.

Di bidang biologi, teori Darwin mendorong penelitian di bidang morfologi, embriologi, dan paleoantologi. Di bidang sosial, pengaruh teori Darwin melahirkan “survival of the ?ttest” yang menuju ke persaingan bebas yang dipelopori oleh Herbert Spencer sejak tahun 1852. Di bidang teologi, teori Darwin menghadapi penentangan. Pada tahun 1951, melalui ensiklikal “Humani generis” dari
Paus Pius XII, agama katolik sudah dapat menerima teori evolusi sebagai suatu hipotesis tentang munculnya tubuh manusia, asalkan mereka percaya bahwa jiwa diciptakan dan dimasukkan ke dalam tubuh oleh Tuhan.

Berbagai Karya Darwin.
DARWIN kembali dari perjalanan dengan kapal Beagle pada tahun 1836. Pada bulan Juli 1837, ia mulai menulis catatan tentang transmutasi spesies. Catatan ini didasarkan kepada pengamatan terhadap anatomi hewan. Dari pengamatan itu, kita menemukan bahwa struktur anatomi sejumlah hewan tertentu menunjukkan banyak kemiripan. Pengamatan seperti ini menjurus ke studi komparatif yang
membandingkan anatomi, embriologi (ilmu yang mempelajari perkembangan makhluk hidup sejak pembuahan), organ sisa, insting, sistematika, paleontologi, dan penyebaran geogra? di kalangan hewan.

Pada tahun 1838, Darwin membaca karya Malthus tentang penduduk. Dari pembiakan penduduk itu, Darwin teringat kepada pengamatannya di kepulauan Galapagos. Dan bersama itu, Darwin mulai memantapkan pemikirannya ke arah teori evolusi melalui seleksi alamiah. Sekalipun demikian. ia belum juga menulis tentang gagasannya itu.

Pada tahun 1839 dan 1840, Darwin menulis tentang perjalanannya dengan kapal Beagle. “A Naturalist’s Voyage on the Beagle” atau “The Journal of Researches into the Geology and Natural History of the Various Countries Visited during the Voyage of HMS Beagle Round the World” merupakan buku yang berisikan kisah perjalanan yang sangat mengagumkan.

Di dalam kisahnya itu Darwin menunjukkan bagaimana, secara sedikit demi sedikit, spesies berubah ketika ia menjelajahi pantai Amerika Selatan. Ia juga menulis tentang geologi dengan mengemukakan teori tentang pembentukan karang dan atol. Dalam hal geologi, ia berkisah tentang struktur Pulau Cape Verde, tentang Pulau Sao Tiago yang menjulang dan menganjlok pada masa lampau, tentang Cili dengan gempa bumi dan letusan gunung berapinya, serta julangan dan anjlokan pegunungan Andes.

Pada tahun 1842, Darwin mulai menulis garis besar dari gagasannya tentang teori evolus. Karena evolusi itu sendiri sudah terdengar sejak ia lahir, maka kini yang penting baginya adalah mengemukakan kenyataan yang menunjang pemikiran itu. Namun, tulisannya itu tidak dipublikasikan. Paling-paling ia hanya memperlihatkannya kepada Hooker dan Leyll. Bahkan setelah itu, ia berhenti menulis tentang teori itu karena ia ingin menulis tentang berbagai spesies yang dikenal sampai pada saat itu.

Baru pada tahun 1854, karena didesak oleh Leyll, ia mulai menulis lagi rincian tentang teori evolusinya itu. Itupun dilakukannya dengan ragu-ragu. Tidak heran kalau ada orang yang berkata bahwa ia baru mulai teorinya itu pada tanggai 14 Mei 1556. Ketika surat Wallace tiba pada tangg?l 15 Juni 1858, barulah Darwin menulis secara tekun. Hasilnya adalah buku tentang asal-usul spesies atau The Orígin of Species.

Selanjutnya, Darwin menulis berbagai buku. Pada tahun 1862, ia menulis On Various Contrivances by Which British and Foreign Orchids Are Fertilized by Insects. Pada tahun 1868, ia menulis The Variation of Animals and Plants Under Domestication. Pada tahun 1871, ia menulis Descent of Man, and Selection in Relation to Sex. Pada tulisan ini, Darwin mengikutsertakan manusia ke dalam teori evolusi berdasarkan seleksi alamiah itu.

Pada 1872, ia menulis Expression of the Emotions in Man and Animals. Buku ini merintis ilmu etologi. Pada tahun 1875, ia menulis Insectivorous Plants tentang tumbuhan yang makan hewan. Buku itu yang menyadarkan manusia bahwa ada tumbuhan yang makan hewan. Pada tahun yang sama, ia menulis Climbing Plants yang mengisahkan rambatan tumbuhan untuk secara cepat mencapai cahaya matahari. Dengan merambat naik pada pohon, tumbuhan itu tidak banyak membuang waktu untuk membentuk batang sendiri.

Pada tahun 1876, ia menulis The Effects of Cross and Self Fertilization in the Vegetable Kingdom. Dan pada tahun 1880, ia menulis The Power of Movement in Plants. Dengan berbagai buku itu, Darwin menunjukkan berbagai hal tentang hewan, tumbuhan, dan bahkan manusia. Isi dari semua buku itu dapat disangkutpautkan dengan teori evolusi. Paling sedikit, mereka dapat digunakan untuk menunjukkan seleksi alamiah yang dimaksud di dalam teori evolusi itu.

Teori Evolusi.
KETIKA menjelajahi pantai Amerika Selatan dan kepulauan Pasi?k, Darwin melihat banyak hal. Ia menemukan fosil dari hewan yang telah punah, namun dengan struktur tulang yang menyerupai struktur tulang dari hewan yang masih ada. Ia juga menemukan bahwa berbagai spesies yang menempati tempat bertetangga yang terpisah menunjukkan adanya hubungan pada bentuk spesies itu. Ia menemukan pula bahwa penghuni kepulauan Pasifik secara umum menyerupai penghuni dari bagian benua yang terdekat.

Salah satu tempat yang sangat menarik perhatikan Darwin adalah kepulauan Galapagos. Di kepulauan itu terdapat burung, kadal, dan kura. Setiap pulau kecil memiliki jenis burung, kadal, dan kura yang khas, padahal keadaan alam dan cuaca di antara pulau itu cukup bersamaan. Di situ terdapat 14 jenis burung yang serupa namun tidak terdapat di mana-mana. Juga burung itu tidak terdapat di bagian benua terdekat. Kalau memang, seperti anggapan orang bahwa spesies telah diciptakan sejak awal zaman dan tidak pernah berubah, maka mengapa pikir Darwin, ciptaan itu demikian aktif dan bervariasi di tempat ini?

Karena itu, Darwin sampai ke suatu pemikiran. Barangkali saja, dahulu kala, terdapat satu jenis burung, satu jenis kadal, dan satu jenis kura. Setelah terpisah, mereka menemukan keadaan yang berbeda. Bentuk mereka berubah serta bentuk yang paling cocok dengan keadaan itulah yang terus bertahan dan berkembang. Melalui waktu yang panjang, muncullah spesies berbeda di tempat yang berbeda. Hal ini diperkuat oleh pengalaman Darwin dengan merpati peliharaannya. Ia melihat adanya variasi di antara anak merpati itu.

Di Galapagos, Darwin menemukan sejenis burung yang menurut keyakinannya berasal dari bagian benua yang terdekat. Burung itu makan biji-bijian. Karena biji-bijian berkurang, maka sebagian burung itu mendatangi kepulauan Galapagos. Keadaan di kepulauan itu kurang kompetitif daripada di dataran. Lama kelamaan, makanan yang mereka temukan berbeda, sehingga penyesuaian diri menyebabkan burung itu berbeda jenis. Burung dengan paruh kuat makan biji-bijian besar, dengan paruh kecil makan biji-bijian kecil, dengan paruh halus makan ser angga. Dan akhirnya, burung di kepulauan ini tidak lagi sama dengan burung seasal mereka di daratan.

Dengan demikian, pikir Darwin, adaptasi merupakan kunci ilmiah pada peristiwa evolusi ini. Demikianlah, pada perjalanan pulang dari ekspedisi itu, ia pernah menulis, “Ketika saya teringat kepada kenyataan bahwa dari bentuk tubuh, sisik, dan ukuran umum, orang Spanyol dapat dengan seketika menyatakan dari pulau mana setiap kura itu diambil; manakala saya melihat pulau-pulau itu, satu terhadap lainnya, hanya memiliki sejumlah hewan, dihuni oleh burung-burung yang hanya sedikit berbeda dalam struktur dan menempati tempat sama di alam, maka saya harus mencurigai bahwa mereka hanya merupakan variasi jenis … mereka berharga untuk diteliti, karena kenyataan ini akan menggoyahkan [teori] kemantapan spesies.”

Darwin juga meneliti bagian tubuh yang dulu digunakan tetapi sekarang tinggal merupakan sisa yang tidak digunakan lagi. Pada ikan paus dan ular ada tonjolan tulang yang dulunya adalah bagian dari kaki. Di kaki kuda terdapat bagian tulang yang dulunya adalah bagian kuku kedua atau, ketiga. Dan di ujung tulang punggung manusia masih terdapat bagian tulang yang dulunya merupakan bagian dari ekor. Sisa ini menunjukkan adanya evolusi spes?es.

Pada asal-usul spesies itu, Darwin mengemukakan sejumlah pernyataan. Beberapa di antaranya adalah Sebagai berikut.

Semua spesies menghasilkan lebih banyak sel bibit, serbuk sari, atau spora, daripada yang sempat mencapai dewasa. Jumlah individu di dalam spesies relative tetap. Terdapat tingkat kematian yang tinggi karena lebih banyak anak yang díhasilkan daripada yang mencapai dewasa. Setiap indixidudi dalam spesies tidaklah identik, melainkan menunjukl?an sedikit variasi. Ada variasi yang lebih cocok dengan keadaan ekologi alam daripada variasi lainnya.

Selanjutnya. kata Darwin, variasi yang lebih cocok mempunyai peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup dan menghasilkan anak daripada variasi yang kurang cocok. Secara keturunan, anak menyerupai induk mereka. Secara proporsi, setiap generasi memiliki variasi lebih cocok yang lebih besar, sehingga kemudian populasi itu hanya terdiri atas variasi yang lebih cocok itu, serta variasi yang kurang cocok akan musnah. Dengan cara demikian, evolusi berlangsung melalui seleksi alamiah di antara variasi yang lebih cocok dan yang kurang cocok dengan lingkungan hidup.

Oleh. Dali S Naga

Sumber: Majalah AKU TAHU/ JUNI 1989

Share
%d blogger menyukai ini: