Tenaga Kesehatan Berisiko Terinfeksi Korona dan Stigma

- Editor

Sabtu, 25 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 rentan tertular virus korona baru pemicu penyakit tersebut dan mengalami stigmatisasi. Situasi itu menghambat upaya memutus mata rantai penularan penyakit itu.

Tenaga kesehatan mengalami risiko ganda tertular Covid-19 maupun stigmatisasi oleh masyarakat sekitar. Selain berdampak secara psikis, stigmatisasi mempersulit upaya memutus penularan wabah.

“Saat ini ada 43 staf di rumah sakit kami yang positif Covid-19, kebanyakan tanpa gejala. Kemungkinan masih bisa bertambah karena kami masih melakukan tracing. Mereka tidak bisa isolasi mandiri karena ada stigma di masyarakat,” kata Endah Woro Utami, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dihubungi, Jumat (24/7/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Endah, awalnya sebagian staf rumak sakitnya yang telah dinyatakan positif Covid-19 dengan tanpa gejala sakit hendak melakukan isolasi mandiri. Namun, karena situasi tidak kondusif dengan adanya penolakan warga desa sekitar, akhirnya semuanya diisolasi di rumah sakit.

“Akibatnya, ada staf kami yang terpaksa meninggalkan bayinya karena harus menjalani isolasi di rumah sakit,” tuturnya.

Kini, RSUD Ngudi Waluyo untuk sementara ditutup, guna membenahi pelayanan dan pembersihan ruangan dan fasilitas kesehatan. Di antara yang sudah dipastikan positif Covid-19 itu, lima di antaranya dokter, 14 perawat, dan lainnya tenaga administrasi.

Menurut Woro, belum bisa dipastikan mereka tertular dari pasien di rumah sakit. “Dalam kondisi ini, siapa saja bisa tertular, sehingga seharusnya tidak ada lagi stigma terhadap yang kemudian positif. Tetapi, kenyataannya sekarang stigma justru semakin parah, termasuk kepada tenaga kesehatan,” katanya.

Woro mengatakan, stigmatisasi, termasuk yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan, telah mempersulit upaya penanganan wabah. “Saat ini saya yakin penularan di masyarakat sebenarnya semakin besar, terutama yang tanpa gejala. Mereka harus ditemukan dengan cepat dan diperiksa agar bisa segera ditangani atau diisolasi,” tuturnya.

Namun demikian, banyak masyarakat menolak diperiksa. “Ada pasien kami yang didiagnosa suspek Covid-19, tetapi sebelum diperiksa akhirnya malah lari karena dia takut stigma. Tanpa dukungan dan kesadaran warga kita akan sulit mengatasi penyakit ini,” kata Woro.

Berisiko tinggi
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halik Malik mengharapkan pemerintah serius menangani stigmatisasi terhadap tenaga kesehatan. “Ada sejumlah kasus perawat mendapat stigma hingga diusir dan mengalami penolakan dari lingkungannya,” katanya.

Padahal, menurut Halik, risiko penularan di kalangan tenaga kesehatan saat ini justru semakin membesar. Risiko penularan bisa di lingkungan rumah sakit maupun lingkungan tempat tinggal hingga transportasi umum.

Selain di RSUD Ngudi Waluyo di Blitar, kasus penularan skala besar terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Moewardi Solo. Lebih dari 100 tenaga kesehatan dan staf di rumah sakit ini dinyatakan positif Covid-19.

“Kami belum punya data lengkap berapa dokter yang tertular saat ini, karena sebagian belum melapor. Mungkin juga karena ada masalah stigma. Tetapi, dari jumlah korban yang terus bertambah memang risikonya saat ini juga masih sangat tinggi,” kata dia.

Menurut data yang dikumpulkan IDI, hingga saat ini jumlah dokter yang meninggal karena Covid-19 sudah mencapai 68 orang. Adapun jum;ah perawat yang meninggal sebanyak 45 orang.

Oleh AHMAD ARIF

Editor: EVY RACHMAWATI

Sumber: Kompas, 25 Juli 2020

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB