Telkomsel The NextDev 2015; Tiga Aplikasi Smart City Ini Pantas Jadi Jawara

- Editor

Rabu, 28 Oktober 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah melewati berbagai tahapan sejak bulan Mei 2015, akhirnya Rumah Sinau, Gandeng Tangan, dan Jejakku terpilih menjadi tiga aplikasi terbaik dalam ajang Telkomsel The NextDev 2015.

Ketiga aplikasi ini berhasil mendapat penilaian tertinggi dari total 20 finalis yang mengikuti kompetisi ini pada masa penjurian akhir dalam menghasilkan aplikasi Smart City.

Menurut Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, mereka berhak mendapatkan hadiah 5M, yakni Market Access, Marketing Publicity, Mentoring, Management Trip dan Money.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumah Sinau, Gandeng Tangan, dan Jejakku berhasil menjadi aplikasi yang terbaik, setelah sebelumnya pada proses pitching mampu meyakinkan dewan juri dalam beberapa kriteria.

“Di antaranya dalam hal kerjasama tim, produk atau fitur yang ditawarkan, business model yang dipakai, market yang disasar, dan skalabilitas dari aplikasi tersebut,” demikian seperti detikINET kutip dalam keterangan Telkomsel, Rabu (28/10/2015),

222000_thenextdev20151RumahSinau sendiri merupakan platform belajar yang mempertemukan pemilik ruang kosong dengan orang yang membutuhkannya untuk kegiatan belajar mengajar atau les.

Melalui aplikasi buatan Abdul Basir cs ini, para siswa maupun para tutor, bisa mengulang pelajaran dari sekolah, belajar bersama, mengerjakan tugas dan PR sekolah, atau latihan soal menjelang ujian.

“Konsepnya memang mirip AirBnb — salah satu aplikasi beken tentang room sharing — tapi buat gue ini ide yang brilian, disruptive innovation,” demikian komentar Yansen Kamto, Chief Executive Kibar yang menjadi salah satu dewan juri.

Aplikasi lain yang tak kalah kerennya dan ikut terpilih jadi juara adalah GandengTangan. Aplikasi ini dibuat sebagai wadah kolaborasi untuk mempertemukan pemilik usaha sosial dengan publik yang ingin membantu memberikan pinjaman.

222017_thenextdev20152Menurut Dhini Hidayati, co-founder & Business Lead GandengTangan.org, aplikasi buatan mereka memang terinspirasi dari skema crowdfunding berbasis pinjaman atau crowdlending, istilahnya.

“Aplikasi kami mempertemukan pemilik usaha sosial yang membutuhkan modal dan publik yang tulus ingin membantu dengan memberikan pinjaman bunga 0% dan tanpa jaminan. Pinjaman dana yang bisa diberikan mulai dari Rp 50.000,” jelasnya.

Terakhir, aplikasi yang juga cukup menarik adalah Jejakku. Aplikasi trip organizer ini bisa memudahkan traveler mendapatkan informasi lokasi wisata, harga tiket dan transportasi yang dibutuhkan.

Selain ajakan untuk menuntaskan objektif tertentu dan mengumpulkan poin, yang bikin aplikasi ini jadi unik adalah adanya ‘traveling challenge’ berupa gerakan positif untuk green traveling seperti membersihkan sampah-sampah di tempat wisata.

Sejak Telkomsel mengumumkan dibukanya kompetisi ini pada Mei lalu, sebanyak 507 peserta, terdiri dari 363 tim dan 144 individu, antusias mendaftarkan diri untuk ikut ajang The NextDev 2015. Namun, hanya 20 tim yang berhasil menembus final.

Para developer muda ini berlomba-lomba ingin menciptakan aplikasi yang diharapkan bisa memberi solusi masalah perkotaan dalam bidang: e-Education, e-Government, e-Transportation, e-Tourism, e-Health, dan e-UKM.

Selain tiga pemenang di atas, 17 aplikasi lainnya yang masuk final, sebenarnya juga cukup lumayan. Mereka masih punya banyak waktu dan kesempatan untuk bisa jadi lebih baik lagi asalkan tetap konsisten dan berkomitmen menjadikan aplikasinya lebih bermanfaat bagi orang banyak.

Ketujuhbelas finalis lainnya adalah Sekolah Koding, Sarjana.co.id, iWatchYou, kolek.in, HICO, Tilang.in, SmartGorontalo, Nebengers, BATAMciti, Lenscoop, Pontinesia, Travis, Healink, Bloodjob, QCare, ERZ4P, dan Appsterize.

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Sumber: detik.com, Rabu, 28/10/2015

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru