Teknologi Animasi, Cara Unika Soegijapranata Gelar Wisuda Virtual Berkesan

- Editor

Sabtu, 20 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi ”face tracking” menggunakan tiga model, yakni laki-laki, perempuan, dan perempuan berhijab yang memakai toga dan menjalani prosesi wisuda. Akan terpasang wajah para wisudawan, yang didesain secara animatif.
UNIKA SOEGIJAPRANATA—Tangkapan layar video teaser wisuda daring dengan teknologi face tracking oleh Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah.

Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, akan menggelar perayaan wisuda secara virtual, Sabtu (20/6/2020). Dengan teknologi face tracking, wisudawan seakan sedang menghadiri wisuda secara langsung.

Rektor Unika Soegijapranata Ridwan Sanjaya, Jumat (19/6/2020), menuturkan, pihaknya sebenarnya berharap wisuda digelar secara langsung. Bagaimanapun, prosesi wisuda merupakan momentum emosional di ujung perjuangan selama perkuliahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, lantaran Kota Semarang masih menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) tahap ketiga, hal itu belum bisa terlaksana. Akhirnya, dengan menggandeng Dream World Media, ia menyiapkan wisuda daring yang menggunakan teknologi face tracking.

Teknologi berbasis animasi tersebut menggunakan tiga model, yakni laki-laki, perempuan, dan perempuan berhijab yang memakai toga dan menjalani prosesi wisuda. Pada bagian kepala, akan terpasang wajah para wisudawan yang didesain sedemikian rupa secara animatif.

”Kami lihat, hasilnya halus. Paling tidak, mahasiswa secara spirit seperti sedang berada di lokasi. Ini akan menjadi memori tersendiri karena setelah ini belum tentu akan diadakan lagi wisuda dengan teknologi animasi seperti ini,” ujar Ridwan.

Menurut dia, cara itu ditempuh agar mahasiswa mendapat kesan meski tak bisa menghadiri wisuda secara langsung. Selain itu, ia juga ingin menunjukkan bahwa tak semua wisuda daring sama dan membosankan. Kualitas benar-benar diperhitungkan dalam menggelar wisuda ini.

Ridwan menambahkan, pihaknya juga membuka lebar kesempatan jika mahasiswa tetap ingin mengikuti wisuda secara langsung, dengan catatan pemerintah sudah kembali mengizinkan. Namun, para wisudawan harus terlebih dulu mendaftar jauh hari sebelum pelaksanaan wisuda.

Kepala Biro Administrasi Akademik Unika Soegijapranata Lenny Setyowati menuturkan, perayaan wisuda daring yang dilakukan diupayakan sesteril mungkin.

”Jika di dalam permainan digital yang berjudul The Sims pemain merasakan hidup secara virtual dan terlibat di dalamnya, maka wisudawan juga diharapkan merasakan saat berada di acara wisuda secara virtual. Ini menjadi pemikiran serius kami,” katanya.

Lenny menambahkan, ide penyelenggaraan ini sempat dicoba dalam beberapa kali eksperimen, termasuk memanfaatkan teknik chroma key dengan layar hijau agar tampak berada di suasana wisuda secara riil. ”Namun, panitia mencari lagi teknis yang lebih nyata melalui kerja sama dengan Dreamlight World Media,” kata Lenny.

Pada Sabtu (20/6/2020), wisuda di Unika Soegijapranata akan diikuti 536 wisudawan yang terdiri atas peserta wisuda periode Maret dan Juni 2020. Perayaan virtual wisuda akan dilaksanakan pukul 09.00 dan pukul 13.00. Para wisudawan dapat menyaksikannya secara live streaming.

Oleh ADITYA PUTRA PERDANA

Sumber: Kompas, 19 Juni 2020

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 34 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru