Home / Berita / Aspek Ekologi Penting dalam Pembangunan Infrastruktur

Aspek Ekologi Penting dalam Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur terus didorong karena menjadi fondasi pembangunan sosial ekonomi satu bangsa. Dalam pelaksanaannya, aspek ekologi menjadi hal penting guna menekan potensi degradasi lingkungan. Ini demi pembangunan yang berkelanjutan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO–Wisatawan dari Surabaya, Jawa Timur, mengunjungi Bendung Colo di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang debit airnya semakin menyusut akibat kemarau, Sabtu (22/6/2019). Menyusutnya debit air tersebut mengakibatkan ribuan hektar sawah yang mengandalkan aliran dari bendungan itu terancam puso atau gagal panen.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengatakan, pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan, dengan lebih cepat, murah, dan baik. Ketersediaan infrastruktur yang memadai dapat mengoptimalkan alokasi dan mencapai efisiensi.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Suasana peringatan Dies Natalis ke-37 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019). Pada acara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mendapat penghargaan atas keberhasilannya membangun infrastruktur di Indonesia.

“Terkait itu, kemampuan daya dukung lingkungan harus menjadi pertimbangan,” kata Basuki dalam orasi ilmiah “Keadilan Ekologis dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur” yang dibacakan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga, di Kampus Unika Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019).Basuki menambahkan, krisis ekologi telah menjadi isu strategis dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, Kementerian PUPR menerapkan nilai-nilai biosentrisme, yakni perspektif yang menempatkan manusia dan lingkungan merupakan satu entitas.

Sejumlah pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan oleh Kementerian PUPR antara lain teknologi pompa hidran dan panel surya serta pengembangan ruang terbuka hijau perkotaan. Selain itu, pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan, daerah irigasi, bendung, tanggul laut, dan danau.

Danis menuturkan, Kementerian PUPR mengakomodasi budaya lokal dalam pembangunan infrastruktur. Di Bendungan Amandit, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan misalnya. Disediakan jalur untuk rakit, yang selama ini digunakan masyarakat untuk transportasi.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga, di sela-sela Dies Natalis ke-37 Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019).

Bangunan hijau
Kemudian, kantor Kementerian PUPR, termasuk di beberapa daerah, sudah, menerapkan bangunan hijau (green building). “Dengan begitu, listrik dapat dihemat 20-30 persen. Begitu juga dengan sumber daya air yang dihasilkan dari proses recycle. Ini dapat menguranfu biaya pemeliharaan,” katanya.

Hal tersebut, lanjut Danis telah dan akan terus disosialisasikan kepada berbagai pihak, sehingga akan banyak instansi yang mencontoh. Pada akhirnya, diharapakan ada efisiensi yang didapat sekaligus dalam rangka menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Pada Senin, Basuki mendapat Soegijapranata Award atas kinerjanya yang mendorong peningkatan infrastruktur, yang selama ini dibutuhkan masyarakat, serta berwawasan lingkungan. Penghargaan diberikan dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-37 perguruan tinggi tersebut.

KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA–Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga, menerima penghargaan yang diberikan Universitas Katolik Soegijapranata kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Dies Natalis ke-37 perguruan tinggi tersebut, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019). Basuki mendapat penghargaan karena keberhasilannya membangun infrastruktur di Indonesia.

Rektor Unika Soegijapranata, Ridwan Sanjaya, mengatakan, penghargaan diberikan melalui nominasi tokoh-tokoh negeri yang dipandang memiliki kontribusi kepada bangsa dan negara. Soegijapranata Award diberikan dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-37 perguruan tinggi itu.

Menurutnya, Basuki merupakan menteri yang memiliki dedikasi dan optimisme, terutama dalam membangun infrastruktur di Indonesia. “Serta kerja tak kenal lelah dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan bagi Indonesia,” kata Ridwan.–ADITYA PUTRA PERDANA

Editor AGNES SWETTA PANDIA

Sumber: Kompas, 5 Agustus 2019

Share
x

Check Also

Pergeseran Kutub Bumi Bisa Jauh Lebih Cepat di Sekitar Khatulistiwa

Dalam 30 tahun terakhir, pergeseran kutub magnet Bumi dianggap makin cepat. Nyatanya, pergeseran kutub magnet ...

%d blogger menyukai ini: