Bendungan Karian Dibangun

- Editor

Kamis, 18 Februari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasokan Air Baku untuk Banten dan Jakarta
Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, ditargetkan beroperasi pada 2019. Bendungan senilai Rp 1,07 triliun itu untuk menjamin ketersediaan pasokan air baku untuk Cilegon, Serang, dan Tangerang di Provinsi Banten, serta DKI Jakarta.

Saat ini, pelaksanaan pengerjaan bendungan senilai Rp 1,07 triliun itu mencapai 3,36 persen. Bendungan dibiayai menggunakan pinjaman dari Korea Selatan sebesar 100 juta dollar AS.

“Air baku untuk DKI Jakarta dipasok dari Bendungan Jatiluhur (Kabupaten Purwakarta) dan mengambil air tanah. Agar air tanah tidak diambil lagi, berarti pasokan air baku harus cukup. Saat ini pasokan cukup, tetapi berbahaya jika ada gangguan karena hanya dari satu bendungan saja,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan Bendungan Karian, Rabu (17/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bendungan Karian mulai dibangun pertengahan tahun lalu. Bendungan berkapasitas 209 juta meter kubik tersebut akan menggenangi lahan seluas 1.740 hektar (ha). Adapun luas total bendungan ditambah daerah penyangga sekitar 2.170 ha.

Saat ini, di lokasi proyek sedang dilakukan pengerjaan tanah untuk membangun tapak bendungan. Pada awal Maret mendatang, pembangunan saluran pengelak bendungan dimulai.

da75ba52ae3a4015b03e9248fc6db847KOMPAS/NOBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR–Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Bendungan Karian, Rabu (17/2), di Kabupaten Lebak, Banten. Bendungan yang didanai pinjaman dari Korea Selatan tersebut akan memasok air baku untuk beberapa daerah, seperti Serang, Tangerang, dan DKI Jakarta.

Salah satu fungsi Bendungan Karian adalah memasok air baku ke beberapa daerah. Dengan debit air 16,6 meter kubik per detik, air baku akan dialirkan ke beberapa wilayah, yakni ke kota dan kawasan industri di Serang dan Cilegon (5,5 meter kubik per detik), ke Rangkas Bitung (0,3 meter kubik per detik), Parung Panjang (0,2 meter kubik per detik), Tigaraksa (2,5 meter kubik per detik), Serpong (2,8 meter kubik per detik), Maja (0,1 meter kubik per detik), dan DKI Jakarta (3,2 meter kubik per detik).

Irigasi
Selain memasok air baku, Bendungan Karian juga akan mengairi daerah irigasi Ciujung seluas 22.000 ha dan pengendalian banjir dengan kapasitas tampungan banjir sebesar 60,8 juta meter kubik. Selain itu, ada potensi tenaga listrik sebesar 1,8 megawatt (MW).

Menurut Basuki, dengan keberadaan Bendungan Karian, pasokan air baku untuk wilayah Serang, Tangerang, dan DKI Jakarta akan lebih terjamin. Apalagi, berdasarkan pengalaman gangguan aliran air baku ke DKI Jakarta dari Jatiluhur pada 2003 dan 2012, pasokan air baku tidak bisa hanya dari satu sumber.

“Saya minta agar paling lambat pada 2019 bendungan ini dapat mulai digenangi,” katanya.

Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Mudjiadi, untuk mengalirkan air baku ke daerah-daerah hingga ke DKI Jakarta, diperlukan pembangunan pipa air. Saat ini pihaknya sedang melakukan kajian finansial pembangunan pipa air tersebut. “Kami rencanakan dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta. Saat ini sudah ada beberapa investor yang berminat membangun sarana pipa air ke Jakarta,” tutur Mudjiadi.

Mudjiadi memastikan, studi finansial untuk membangun pipa air akan selesai tahun ini sehingga dapat segera dikerjakan. Dengan demikian, pembangunan Bendungan Karian dapat selesai bersamaan penuntasan pembangunan pipa air hingga ke DKI Jakarta. Panjang jalur pipa tersebut 37,6 kilometer.

Bendungan lain
Selain Bendungan Karian, lanjut Mudjiadi, ada beberapa bendungan lain yang direncanakan dibangun untuk memastikan pasokan air baku ke Jabode-tabek. Bendungan tersebut, yakni Pasir Kopo, Cilawang, dan Tanjung, saat ini sedang direncanakan untuk dibangun.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian Ditjen SDA Kementerian PUPR A Hanan Akhmad mengatakan, hingga kini proses pembebasan lahan sekitar 38,69 persen dari 2.170 ha. Lahan tersebut terdiri atas lahan milik masyarakat serta di bawah pengelolaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 200 ha.

Ada 12 desa dari 4 kecamatan dengan sekitar 1.700 kepala keluarga (KK) yang terdampak pembangunan bendungan. Direncanakan, semua lahan akan dibebaskan dalam waktu 36 bulan sejak konstruksi dimulai.

Bendungan Karian termasuk dalam 13 bendungan yang akan dibangun pada 2015. (NAD)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 Februari 2016, di halaman 19 dengan judul “Bendungan Karian Dibangun”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 5 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB