Home / Berita / Jatigede Penting bagi Produktivitas

Jatigede Penting bagi Produktivitas

Kedalaman Maksimal Akan Dicapai Januari 2017

Presiden Joko Widodo optimistis penggenangan Waduk Jatigede di Majalengka akan tuntas dan dapat dioperasikan penuh pada Januari 2017. Operasionalisasi bendungan terbesar kedua setelah Jatiluhur itu akan meningkatkan produktivitas pertanian dan industri.

Waduk Jatigede memiliki kedalaman 260 meter dengan volume air 890 juta meter kubik. Waduk seluas 3.035,34 hektar ini wilayah genangannya mencakup empat kecamatan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Jatigede akan mengairi 90.000 hektar sawah di Majalengka, Sumedang, Cirebon, dan Indramayu.

Di waduk ini, pemerintah juga membangun pembangkit listrik tenaga air berkapasitas terpasang 110 megawatt. Dengan begitu, waduk ini juga akan berperan sangat penting bagi pertumbuhan kawasan industri manufaktur di Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo menggunakan jalur darat dari Istana Bogor, Jawa Barat, meninjau Waduk Jatigede di Majalengka, Kamis (17/3). Turut dalam rombongan, antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.

Setibanya di Waduk Jatigede yang perencanaan pembangunannya dimulai sejak tahun 1963, Presiden langsung meninjau sejumlah fasilitas, seperti menara pengamatan ketinggian air. Presiden Jokowi juga mencermati rencana pengembangan kawasan terpadu Waduk Jatigede yang akan dijadikan salah satu tujuan wisata air di Jawa Barat.

“Waktu pembangunannya sudah lama sekali. Kita berharap operasionalisasi waduk ini bisa meningkatkan produktivitas pertanian dan ekonomi wilayah,” kata Presiden.

Presiden menekankan, pembebasan lahan sudah berjalan dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk proyek-proyek infrastruktur lain. “Pembebasan lahan dan ganti rugi dari 10.924 keluarga, sekarang tinggal 614 keluarga. Ini akan kita selesaikan tahun ini. Januari 2017, air sudah betul-betul pada posisi maksimal,” ujar Presiden.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung Tri Sasongko Widiyanto menjelaskan, saat ini ketinggian air dalam waduk sudah mencapai 243,5 meter dari target maksimal 260 meter dengan volume genangan air sebanyak 444 juta meter kubik (45 persen). Saat ini sudah disebar 3,5 juta benih ikan. Diharapkan ini menjadi sumber pencarian masyarakat di sekitar waduk. Adapun pembangkit listrik tenaga air diharapkan selesai dibangun tahun 2019.

Sementara itu, Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso mengatakan, dari delapan bendungan yang direncanakan mulai dibangun tahun ini, dua bendungan sudah dilelang. Kedua bendungan itu adalah Bendungan Kuwil di Sulawesi Utara dan Bendungan Leuwi Keris di Ciamis, Jawa Barat. “Dengan dua bendungan mulai lelang, berarti dua bendungan itu sudah disetujui dan mendapatkan sertifikasi desain. Kedua bendungan tersebut mulai dilelang awal Maret lalu. Diperkirakan April sudah ada pemenangnya,” tutur Imam.

Kini, lanjut Imam, dua bendungan lagi sedang dinilai Komisi Keamanan Bendungan, yakni Bendungan Ladongi di Sulawesi Utara dan Bendungan Sukoharjo di Lampung. Jika desain bendungan memenuhi semua persyaratan, lelang keduanya akan dilakukan minggu depan.

Bendungan yang gencar dibangun sejak tahun lalu tersebut antara lain bermanfaat untuk irigasi. Dari 7,3 juta hektar daerah irigasi, baru 11 persen yang dialiri air dari bendungan.

Seusai meninjau waduk, Presiden meninjau salah satu ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan sepanjang 60 kilometer yang tengah dibangun di Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jalan tol ini menghubungkan Tol Cileunyi ke Cikampek-Palimanan sehingga akan menyingkat perjalanan dari 4,5 jam menjadi 1 jam. Jalan tol ini diharapkan beroperasi pada 2018.

Pada pembangunan jalan ini akan digunakan teknologi baru dari Tiongkok untuk membuat 472 meter terowongan. Pembangunan melibatkan badan usaha milik negara dan swasta. Jalan tol ini menjadi akses penting bagi Bandara Kertajati yang sedang dibangun di Majalengka dan direncanakan beroperasi 2017.

Basuki menambahkan, pihaknya terus berupaya memacu pembangunan infrastruktur dengan memecah ruas-ruas jalan tol sehingga kontraktor bisa bekerja secara simultan. Hal ini juga berlaku untuk pembangunan infrastruktur di daerah lain. (IKI/HAM/NAD)
———-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 Maret 2016, di halaman 18 dengan judul “Jatigede Penting bagi Produktivitas”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: