Teknologi 4G LTE Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

- Editor

Senin, 27 Juli 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan teknologi 4G long term evolution mulai masif ditawarkan oleh operator telekomunikasi seluler dan jaringan. Kehadiran layanan tersebut berpeluang untuk menciptakan kebutuhan konten aplikasi yang diperlukan masyarakat.

Ketua Bidang Ikatan Sarjana Komunikasi Pusat Irwansyah berpendapat, teknologi 4G long term evolution (LTE) merupakan tren tentang kecepatan dan akses data. Pemerintah perlu memanfaatkan teknologi itu untuk mendorong potensi industri konten lokal.

”Regulasi kewajiban tingkat komponen dalam negeri perangkat pintar saja belum cukup. Sebagai salah satu tulang punggung perekonomian negara, pemerintah harus mampu menciptakan iklim bisnis positif mulai dari infrastruktur, perangkat pintar, keamanan data, hingga konten lokal pendukung teknologi 4G LTE,” kata Irwansyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pihak operator telekomunikasi seluler dan jaringan menyatakan siap bekerja sama dengan pengembang, akademisi, dan pemerintah untuk membantu memasarkan konten lokal. Sebagai contoh PT XL Axiata Tbk. Vice President North Region XL Francky Rinaldo Pakpahan menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dalam mengembangkan aplikasi Xanesha dan Mobile Farmer.

Xanesha merupakan aplikasi untuk mengecek kadar gula darah. Aplikasi ini diperuntukkan bagi warga perkotaan yang akrab dengan penggunaan ponsel pintar. Mereka kian dimudahkan dalam menjaga kesehatan.

Adapun Mobile Farmer berfungsi meningkatkan aktivitas petani, misalnya menyusun jadwal menyiram tanaman di lahan. Aplikasi tersebut harus terhubung dengan sensor yang ditanam di lahan sehingga memudahkan pengecekan kebutuhan air.

Hal senada diungkapkan Arum K Prasodjo, Senior Manager Public Relations and Media PT Hutchison 3 Indonesia. Beberapa bulan terakhir, pihaknya memperkenalkan aplikasi Coursera yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar melalui model telepon video (video call). Aplikasi ini memiliki 25 jenis mata pelajaran. Para pengajar tersebar dari sejumlah universitas di dunia. Di Indonesia, pengguna aplikasi tersebut membentuk komunitas bernama Indonesia Courserian.

Ketua Center for Innovation Opportunities and Development Prasetiya Mulya Business School Ade Febransyah berpendapat, keberadaan layanan teknologi 4G LTE merupakan pendukung (enabler) terobosan inovasi bagi masyarakat. ”Bagi konsumen kelas atas, kecepatan akses data disertai penemuan konten inovatif adalah hal biasa. Mereka mampu menikmati beragam layanan berbasis teknologi tersebut kapan saja. Permasalahannya adalah sudahkah terobosan itu menjangkau kelas pengguna lain,” ucap Ade.

Menurut dia, terobosan-terobosan inovatif perlu diarahkan pemerintah untuk melayani kebutuhan masyarakat yang selama ini kurang mampu mengakses layanan. Sebagai contoh, di sektor kesehatan, pendidikan, dan keuangan masih terjadi kesenjangan antarwilayah. Perekonomian Indonesia di masa mendatang mau tidak mau melibatkan teknologi informasi dan komunikasi. ”Pemerintah berperan besar. Teknologi harus menjadi solusi,” lanjutnya.

Pada Senin (6/7), lima operator telekomunikasi seluler dan jaringan meluncurkan serentak 4G LTE. Mereka adalah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT XL Axiata Tbk, PT Indosat Tbk, PT Hutchison 3 Indonesia, dan PT Smartfren Telecom Tbk.

Layanan 4G LTE merupakan teknologi generasi keempat yang menawarkan kecepatan unduh data hingga 100 megabyte per detik dan unggah 15 megabyte per detik.

MEDIANA

Sumber: Kompas Siang | 9 Juli 2015

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB