Suaka Margasatwa Dibelah Jalan Raya

- Editor

Kamis, 27 Agustus 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suaka Margasatwa Balai Raja di Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, terancam hancur. Dari luas awal 18.000 hektar yang dirambah menjadi kebun kelapa sawit, kini sisanya, 200 hektar, akan dibelah untuk jalan lingkar luar.

“Kalau sisa suaka itu jadi dibuka, kawasan lindung gajah disitu akan punah. Saat ini jalan lingkar luar Kota Duri, 33 kilometer, sudah dibuka. Alat berat tinggal 50 meter lagi dari hutan alam suaka yang tersisa. Hanya Menteri LHK yang dapat menghentikan ini,” ujar Zulhusni Syukri, Koordinator Koalisi Penyelamat Hutan Alam Balai Raja, yang dihubungi Senin (24/8).

Koalisi Penyelamat Hutan Alam Balai Raja merupakan gabungan organisasi pemerhati lingkungan Riau, seperti Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau, Green Forest Indonesia, Riau Corruption Trial, dan Himpunan Pegiat Alam Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

3aef03dafea093fbe8639bum4-36961Menurut Zulhusni, pembukaan jalan lingkar luar dilakukan sejak 2014 dengan sistem multitahun, menghubungkan Pekanbaru menuju Dumai atau Sumatera Utara, tanpa melewati Kota Duri yang padat dan macet. Jalan sepanjang 33 kilometer itu dibuka tanpa persetujuan dari Kementerian LHK.

Suaka Margasatwa Balai Raja, untuk mempertahankan habitat gajah sumatera, dalam 10 tahun terakhir dirambah besar-besaran sehingga hanya tersisa 200 ha. Di kawasan itu hanya tampak hamparan kebun sawit dan perumahan penduduk, termasuk bangunan milik Pemkab Kabupaten Bengkalis.

Dari data yang dihimpun Kompas, 2013, ada 40 gajah berkeliaran di suaka yang sudah menjadi kebun sawit. Tingkat konflik satwa langka itu dengan manusia sangat tinggi. Pada 2014-2015, menurut Zulhusni, lima gajah mati karena diracun dan ditembak. Populasi gajah Balai Raja kini diduga tinggal 30 ekor lagi.

“Tidak jarang gajah-gajah itu berjalan di areal perambahan sehingga merusak sawit masyarakat. Kalau Hutan Talang juga dibuka, habitat gajah bakal punah,” kata Zulhusni.

Penjabat Bupati Bengkalis, Ahmadsyah Harrofie yang baru sebulan menjabat, mengatakan belum dapat memberikan informasi terkait pembangunan jalan lingkar luar itu. “Kalau benar jalan itu melewati kawasan hutan, tidak boleh dilanjutkan. Harus ada pelepasan dari Menteri LHK,” kata Ahmadsyah yang juga Asisten II Pemprov Riau.

Kepala Bidang II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Supartono mengatakan, kawasan Hutan Talang yang dipersoalkan tidak termasuk dalam kawasan SM Balai Raja.

“Hutan itu kawasan konservasi PT Chevron. Bagaimana statusnya hingga dijadikan jalan, kami kurang tahu. Tetapi, kalau ditanya apakah hutan itu penting bagi gajah, benar, karena kawasan SM Balai Raja sudah hampir habis,” kata Supartono.

Zulhusni menyangkal hal itu, karena dari koordinatnya, Hutan Talang termasuk SM Balai Raja. Kehancuran hutan itu diperkirakan menghabisi gajah. “Kami heran dengan BBKSDA Riau yang tidak mengambil tindakan apa pun di Hutan Talang,” kata Zulhusni. (SAH)
———————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 26 Agustus 2015, di halaman 13 dengan judul “Suaka Margasatwa Dibelah Jalan Raya”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 58 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB