Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ukuran hingga Fasilitasnya

- Editor

Selasa, 18 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengiriman perdana rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dari China ke Indonesia mulai berlangsung Jumat (05/08/2022).

Yakni 11 kereta Electric Multiple Unit (EMU) KCIC400AF, dan 1 kereta Inspeksi Comprehensive Inspection Train (CIT) KCIC400AF.

EMU merupakan rangkaian kereta yang diperuntukkan para penumpang. Sementara CIT ialah rangkaian kereta inspeksi untuk kebutuhan uji coba dan maintenance KCJB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khusus terkait EMU, tahukah Anda tentang spesifikasi kereta nya? Berikut ulasannya.

Ukuran Kereta
KCIC400F memiliki lebar 3,36 meter dan tinggi 4,05 meter. dengan panjang kepala kereta 27,2 meter dan intermediate kereta 25 meter.

Selain itu, tipe ini juga memiliki masa penggunaan lebih lama hingga lebih dari 30 tahun (sejak tahun produksi) serta biaya perawatan yang lebih rendah.

Rangkaian Kereta
Satu rangkaian kereta KCIC400F terdiri dari 8 gerbong. Dengan komposisi empat gerbong bermotor dan empat gerbong tanpa motor.

Komposisi ini memungkinkan kereta memiliki kecepatan hingga 420 kilometer per jam dan kecepatan operasional 350 kilometer per jam.

Meskipun kecepatan tinggi, dari sisi kenyamanan KCIC400F memiliki cabin noise yang lebih rendah. Sehingga mampu meredam getaran dan suara di dalam kereta dengan lebih optimal.

Desain Kereta
Meskipun di dalamnya tersemat teknologi modern, EMU KCJB juga tetap memiliki muatan lokal.

Hal ini dapat dilihat dari bentuk desain eksteriornya yang terinspirasi Komodo sebagai hewan endemik Indonesia. Juga, didominasi warna merah dan putih.

Interiornya pun dilengkapi motif batik mega mendung khas Cirebon, sehingga perpaduan modern-tradisional dalam interior kereta semakin terasa.

Daya Tampung dan Fasilitas
Satu rangkaian KCJB terdiri dari 8 kereta dengan kapasitas sebanyak 601 pelanggan dan terbagi dalam beberapa kelas pelayanan.

Rinciannya VIP Class sebanyak 18 pelanggan, First Class sebanyak 28 pelanggan, dan Second Class sebanyak 555 pelanggan.

Selain itu, terdapat pula fasilitas Dining Car, fasilitas untuk difabel, Charging Port, sampai Luggage Storage.

Dirancang Tahan Beberapa Iklim
KCIC400F didesain untuk beroperasi pada beberapa iklim, salah satunya iklim tropis dengan konsisi suhu dan kelembaban tinggi seperti di Indonesia.

Setiap rangkaian kereta dilengkapi dua Lightning Arrester untuk meningkatkan keamanan terhadap sambaran petir terutama di sisi peralatan tegangan tinggi.

Selain mampu beroperasi di iklim tropis dan cuaca ekstrim, KCIC400F juga dipastikan mampu menghadapi kondisi geografis lintasan Jakarta-Bandung yang cenderung menanjak.

Dengan besar daya setiap rangkaian mencapai 9750 kW, KCIC400F mampu memberikan akselerasi yang lebih baik saat melewati trase pada elevasi 30 per mil.

Dalam kondisi darurat, kereta juga dapat digunakan sebagai penarik kereta lainnya meskipun dalam kondisi gradien atau elevasi 12 per mil.

Dilengkapi Rem Darurat
Kereta EMU KCIC400F dilengkapi dengan dua rem darurat atau Emergency Brake.

Pertama disebut Emergency Brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, fasilitas emergency brake penumpang, dan kontrol kewaspadaan masinis.

Emergency brake kedua disebut Emergency Brake UB yang akan aktif berdasarkan fungsi Automatic Train Protection (ATP), pendeteksi jarak antar kereta, dan pada saat power kereta dalam kondisi off atau tidak bekerja.

Dengan dua sistem emergency brake ini, KCIC400F menawarkan tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi kereta pada saat terjadi kesalahan sistem maupun human error.

Penulis : Muhdany Yusuf Laksono
Editor : Muhdany Yusuf Laksono

Kompas.com – 05/08/2022

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 97 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB