Spektronics ITS Siap Pertahankan Gelar di Amerika Serikat

- Editor

Jumat, 19 Oktober 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil purwarupa berbahan bakar reaksi kimia Spektronics 15 karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya siap kembali berlaga di kompetisi American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E-Car Competition 2018 yang akan berlangsung pada 26-28 Oktober 2018 di Pittsburg, Amerika Serikat. Mereka menargetkan bisa kembali mempertahankan gelar juara yang diraihnya tahun lalu.

“Kami berharap bisa mengulang kembali kejayaan Spektronics ITS di AIChE seperti tahun lalu agar dapat mengharumkan kembali nama ITS dan Indonesia di kancah dunia,” kata Team leader Spektronics ITS Miftahul Hadi saat peluncuran mobil purwarupa Spektronics generasi ke-15 di ITS, Kamis (18/10/2018).

Miftahul menuturkan, mobil purwarupa Spektronics ITS 15 yang akan berlaga kompetisi ini merupakan jenis mobil elektrokimia yang menggunakan metal-air battery sebagai power source dan reaksi stopping untuk menghentikan mobil dalam jarak tertentu. Adapun baterai yang digunakan adalah tipe aluminium air batteray yang memiliki keunggulan lebih ekonomis karena menggunakan udara sebagai reaktannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami secara konsisten melakukan riset untuk bahan bakar baru yang lebih ramah lingkungan. Diawali dengan Thermoelectric generator (TEG), fuel cell, baterai yang dibagi menjadi aluminium air, zinc air serta dari air lemon hingga pressure yang berasal dari reaksi hydrogen peroxide,” katanya.

KOMPAS/IQBAL BASYARI–Mobil purwarupa Spektronics 15 melakukan uji coba di kampus ITS, Surabaya, Kamis (18/10/2018).

Reaksi stopping yang dilakukan menggunakan iodine clock yang menimbulkan perubahan warna mendadak dan akan ditangkap oleh sensor. Sensor tersebut akan mengirimkan sinyal terhadap rangkaian elektrik sehingga mobil akan berhenti.

“Kombinasi aluminium – air battery dan iodine clock adalah kombinasi yang tepat karena power yang dihasilkan tinggi dan reaksi stopping yang sangat stabil, sehingga mampu menghasilkan mobil dengan akurasi yang tinggi,” ujar Miftahul yang merupakan mahasiswa Teknik Kimia ITS.

Tim Spektronics ITS yang akan berangkat bertanding ke Amerika Serikat terdiri dari Miftahul Hadi, Widi Citra Lestari, Ronal Marada Pakpahan, Mokhammad Rifqi Furtiansyah, Auzan Widhatama, dan Afif Al Arif.

Pada kompetisi tahunan tersebut, peserta dituntut untuk menjalankan mobil dengan beban tertentu dan harus berhenti dalam jarak yang telah ditentukan. Mereka harus bertanding melawan tim dari lebih dari 40 negara lain yang telah lolos inspeksi dokumen dan safety training.

Rektor ITS Joni Hermana mengatakan, tahun 2018 menjadi tahun yang luar biasa bagi ITS yang ditandai dengan keberhasilan tiga tim menjadi juara dunia, yakni Barunastra, Ichiro dan Sapuangin. Keberangkatan kali kedua tim Spektronics ITS ke Amerika Serikat makin mampu menumbuhkan kepercayaan bahwa ITS bisa bersaing di dunia.

“Kemenangan tersebut tentunya terinspirasi dari perjuangan Spektronics pada tahun-tahun sebelumnya yang selalu mampu menjadi juara,” ujarnya.

Joni meminta tim untuk tampil percaya diri. Sebab, berbagai rintangan yang telah dihadapi dalam mengikuti kompetisi di tahun 2017 lalu mampu memberikan hasil yang positif. Menurut Joni, Spektronics ini layaknya Napoleon Bonaparte yang baru menjajal medan pertempuran dan terkenal dengan slogan Vini Vidi Vici, yakni kami datang, melihat dan menang.

Joni berpesan agar perlombaan ini menjadi tantangan untuk terus membuktikan bahwa ITS dapat berprestasi di kancah internasional. “Tidak perlu menjadi beban, ITS tidak menuntut Spektronics menjadi juara, cukup targetkan untuk bertahan di posisi tahun lalu,” tutur Joni.–IQBAL BASYARI

Sumber: Kompas, 18 Oktober 2018

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma
Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa
Cerpen: Lagu dari Koloni Senyap
Di Balik Lembar Jawaban: Ketika Psikotes Menentukan Jalan — Antara Harapan, Risiko, dan Tanggung Jawab
Tabel Periodik: Peta Rahasia Kehidupan
Kincir Angin: Dari Ladang Belanda Hingga Pesisir Nusantara
Surat Panjang dari Pinggir Tata Surya
Berita ini 11 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 19 November 2025 - 16:44 WIB

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami

Rabu, 12 November 2025 - 20:57 WIB

Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma

Sabtu, 1 November 2025 - 13:01 WIB

Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa

Kamis, 2 Oktober 2025 - 16:30 WIB

Di Balik Lembar Jawaban: Ketika Psikotes Menentukan Jalan — Antara Harapan, Risiko, dan Tanggung Jawab

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:43 WIB

Tabel Periodik: Peta Rahasia Kehidupan

Berita Terbaru

Berita

Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami

Rabu, 19 Nov 2025 - 16:44 WIB

Artikel

Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma

Rabu, 12 Nov 2025 - 20:57 WIB

Fiksi Ilmiah

Cerpen: Tarian Terakhir Merpati Hutan

Sabtu, 18 Okt 2025 - 13:23 WIB

Fiksi Ilmiah

Cerpen: Hutan yang Menolak Mati

Sabtu, 18 Okt 2025 - 12:10 WIB