Home / Berita / Skuter Listrik GESITS Sukses Hingga Bali

Skuter Listrik GESITS Sukses Hingga Bali

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menyambut kedatangan uji coba motor listrik “Gesits” (Garansindo Electric Scooter ITS) yang telah menempuh perjalanan dari Jakarta ke Denpasar selama lima hari.

“Uji coba prototipe motor listrik Gesits aman, tidak ada kendala yang berarti selama perjalanan,” kata Nasir dalam acara penyambutan uji coba ketahanan Gesits di Kantor DPRD Bali, Denpasar, Sabtu.

Motor listrik Gesits merupakan salah satu pengembangan inovasi riset yang dikembangkan Kemenristekdikti di bidang transportasi.

Nasir mengatakan Gesits rencananya akan diproduksi massal pada 2018, namun dia mendorong agar izin produksinya dapat terbit pada 2017.

Gesits adalah motor bersumber listrik produk riset hasil kerja sama antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT Garansindo Surabaya.

Motor listrik ini diciptakan untuk mendukung program “hilirisasi” hasil riset perguruan tinggi untuk dijadikan sebuah industri.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jumain Appe, mengatakan kerja sama riset ini sendiri telah banyak mendapatkan insentif dari Kemenristekdikti.

Sampai saat ini, lewat bantuan hibah riset Kemenristekdikti, telah dihasilkan lima unit sepeda motor listrik Gesits yang siap uji ketahanan dan lima unit untuk uji kerusakan.

Uji coba ketahanan Gesits dilakukan dengan dikendarakan dari Jakarta pada Senin (7/11) sekitar pukul 10.00 WIB dan memasuki Pulau Bali pada Jumat (11/11) pukul 17.00 WITA dengan menempuh total jarak sekitar 1.500 kilometer.

Para pengendara uji coba Gesits dari Jakarta ke Denpasar adalah tiga mahasiswa ITS, yaitu Yoga Uta Nugraha (mahasiswa semester VIII jurusan teknik elektro), Grangsang Sotia Ramadani, dan Filipi Cahya (mahasiwa pascasarjana teknik mesin).

Kecepatan Gesits bisa mencapai 100 kilometer per jam, tetapi dalam uji coba tersebut dijaga di kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam.

Kapasitas baterai ion litium (li-ion) di Gesits dibagi dalam dua tipe, yaitu 6 kwh dengan maksimal kecepatan hingga lebih dari 100 kilometer per jam dan 3 kwh dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam.

“Kami 12 kali ganti baterai selama perjalanan. Ketika hujan juga aman, tidak ada kendala elektrifikasi,” kata Yoga.

Dia mengatakan kendala yang dihadapi selama perjalanan adalah mesin motor yang mengalami temperatur tinggi hingga 90 derajat Celsius sehingga langsung menyebabkan mesin mati.

Kendala ‘overheating’ mesin tersebut diatasi dengan memberikan aliran udara ke mesin, dan upaya tersebut efektif menurunkan temperatur menjadi 50-60 derajat Celcius. (WDY)

Pewarta: Calvin Basuki
Editor: I Gusti Bagus Widyantara

Sumber: Antara Bali,
————–
Uji Durabilitas, Motor Listrik Gesits Digeber Jakarta-Bali

Motor listrik buatan Indonesia, Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS) melakukan uji jalan dan breakdown komponen untuk pertama kalinya, sejak diperkenalkan pada Mei 2016 lalu. Bertajuk “Gesits Tour De Jawa-Bali”, motor ini nantinya akan menempuh jarak sekitar 1200 km (Jakarta-Denpasar), dan dikendarai oleh beberapa rider dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Waktunya sendiri mulai tanggal 7-12 November 2016.

Kegiatan touring ini, akan melihat sejauh mana kesiapan komponen sepeda motor listrik Gesits sebelum memasuki tahap produksi massal. Beberapa aspek yang diuji antara lain jarak tempuh dan konsumsi energi; serta pengujian aspek keselamatan. Untuk memastikan kegiatan uji ketahanan ini berjalan lancar, kelima rider yang mengendarai Gesits juga akan mendapat dukungan dari para mekanik berikut ketersediaan suku cadang yang menemani selama perjalanan.

“Kami ingin berterima kasih kepada pemerintah serta masyarakat Indonesia atas dukungannya, agar Gesits menjadi solusi kendaraan alternatif untuk menuju kemandirian ekonomi dan mendukung Go Green. Selamat dan sukses untuk para rider Gesits!,” ujar Muhammad Al Abdullah, CEO Garansindo Group, di Jakarta, Senin (7/11).

Sekadar informasi, Gesits adalah sepeda motor skutik bertenaga listrik dengan daya 5 KW, yang bisa menempuh jarak 80-100 km dalam satu pengisian baterai. Gesits diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 100 km per jam atau setara dengan skuter bermesin konvensional 125 cc. Untuk pengisian ulang baterainya sendiri membutuhkan waktu 1,5 – 3 jam.

Sumber: otomotifnet.com, Senin,7 Nov 2016
——————
Tiba di Bali, Skuter Listrik GESITS Disambut Menristek

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir hari ini menyambut kedatangan skuter listrik GESITS (Garansindo Electric Scooter Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Penyambutan dilakukan setelah GESITS melakukan perjalanan sejauh 1.200 kilometer dari Jakarta ke Denpasar, Bali, selama lima hari.

“Uji coba prototipe motor listrik GESITS aman, tidak ada kendala yang berarti selama perjalanan,” kata Nasir mengenai uji coba ketahanan GESITS di Kantor DPRD Bali, Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (12/11/2016).

Nasir mengatakan, GESITS rencananya diproduksi massal pada 2018 dan akan mengupayakan izin produksinya terbit tahun depan.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Jumain Appe mengatakan pihaknya memberikan insentif untuk kerjasama riset pengembangan motor listrik itu.

Saat ini dengan bantuan hibah riset Kemenristek Dikti sudah dihasilkan lima sepeda motor listrik GESITS siap menjalani uji ketahanan dan lima unit untuk uji kerusakan.

Uji ketahanan GESITS dilakukan dengan mengendarainya dari Jakarta menuju Bali dan menempuh perjalanan 1.200 km. Motor itu berangkat dari Jakarta pada Senin 7 November sekira pukul 10.00 WIB dan memasuki Pulau Bali pada Jumat 11 November pukul 17.00 WIT.

20161109_101154wGESITS dikendarai oleh tiga mahasiswa ITS yaitu Yoga Uta Nugraha, Grangsang Sotia Ramadani, dan Filipi Cahya. Kecepatan GESITS bisa mencapai 100 km/jam, tetapi dalam uji coba tersebut kecepatan dijaga rata-rata 60 km/jam.

Baterai lithium-ion (li-ion) GESITS ada dua tipe yaitu 6 kwh dengan maksimal kecepatan hingga lebih dari 100 km/jam dan 3 kwh dengan kecepatan 6070 km/jam.

“Kami 12 kali ganti baterai selama perjalanan. Ketika hujan juga aman, tidak ada kendala elektrifikasi,” ungkap Yoga.

Ia mengatakan, kendala yang dihadapi selama perjalanan adalah mesin motor yang temperaturnya menjadi setinggi 90 derajat Celsius yang membuat mesin langsung mati.

Kendala overheating mesin tersebut diatasi dengan memberikan aliran udara ke mesin, dan upaya tersebut efektif menurunkan temperatur menjadi 5060 derajat Celcius.

Sumber: warta10.com, Minggu, 13 November 2016
—————-
Motor Listrik Gesits akan “Disiksa” 1.200 Kilometer

Skuter listrik hasil kolaborasi Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yaki Gesits mulai “disiksa” hari ini Senin (07/11).

Sejak dikenalkan pada Mei 2016 silam, kini skuter listrik buatan Tanah Air tersebut akan melakukan serangkaian uji coba bertajuk “Gesits Tour De Jawa-Bali”. Kuda besi tersebut akan “disiksa” dengan menempuh perjalanan sekitar 1.200 km (Jakarta-Denpasar) dengan dikendarai beberapa pengendara dari ITS mulai 7-12 November 2016.

Selama lima hari ke depan, Gesits akan “disiksa” setiap komponennya hingga akhirnya siap di produksi masal. Beberapa aspek yang diuji antara lain jarak tempuh dan konsumsi energi, serta pengujian aspek keselamatan.

Untuk memastikan kegiatan uji ketahanan ini berjalan lancar, kelima rider yang mengendarai Gesits juga akan mendapat dukungan dari para mekanik berikut ketersediaan suku cadang yang menemani selama perjalanan.

“Kami ingin berterima kasih kepada pemerintah serta masyarakat Indonesia atas dukungannya, agar Gesits menjadi solusi kendaraan alternatif untuk menuju kemandirian ekonomi dan mendukung Go Green. Selamat dan sukses untuk para rider Gesits!,” ujar Muhammad Al Abdullah, CEO Garansindo Group.

Seremonial pelepasan Gesits Tour De Jawa-Bali, dilakukan di Kantor Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Menristekdikti, Mohammad Nasir, perwakilan Korlantas Polri, Presiden Institut Otomotif Indonesia Made Dana Tangkas, bersama anggota dari Garansindo dan ITS, turut hadir untuk melepas skutik karya anak bangsa tersebut.

“Kami selalu mendorong inovasi untuk kemajuan bangsa. Pasar akan merespons positif apabila kualitas dan harganya baik, kalau tidak baik dan tidak kompetitif akan menjadi masalah. Kalau sudah baik, ayo kita cintai produk dalam negeri,” ujar M. Nasir.

Untuk diketahui, Gesits adalah skutik bertenaga listrik dengan daya 5 kw, dengan jarak tempuh 80-100 km dalam satu pengisian baterai. Gesits diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 100 km per jam atau setara dengan skuter bermesin konvensional 125 cc. Untuk pengisian ulang baterainya sendiri membutuhkan waktu 1,5 – 3 jam. [Dew/Ikh]

Penulis Denny Basudewa

Sumber: otospirit.com,07/11/2016
—————–
Tempuh 1500 Kilometer, Gesits Jadi Milestone Motor Nasional

Wajah lega menyelimuti seluruh tim sepeda motor Gesits saat menyelesaikan uji ketahanan berkendara selama lima hari dari Jakarta menuju Bali. Jarak 1500 kilo meter dari Jakarta menuju Bali berhasil dilalui tanpa kendala berarti.

Tim yang terdiri dari lima pengendara dan tim pendukung tiba di Bali, Jumat (11/11/2016) pukul 17.00 WITA.

“Uji coba prototipe motor listrik Gesits aman, tidak ada kendala yang berarti selama perjalanan,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir usai menyambut Gesits di Kantor DPRD Bali, Denpasar, Sabtu (12/11/2016).

Nasir berharap, sepeda motor ini bisa diproduksi massal pada 2018 mendatang, dan diupayakan izin produksinya sudah turun tahun 2017 nanti,

milestone-motor-nasionaluehupGesits yang rencananya dijual dengan harga sekitar Rp 15 juta adalah sepeda motor dengan sumber energi listrik hasil riset Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT Garansindo Surabaya.

Dalam uji jalan dan uji ketahanan ini, Gesits dikendarai oleh tiga mahasiswa ITS yaitu Yoga Uta Nugraha, Grangsang Sotia Ramadani, dan Filipi Cahya.

Kecepatan Gesits bisa mencapai 100 kilometer per jam, tetapi dalam uji coba tersebut kecepatan dijaga rata-rata 60 kilometer per jam.

Baterai ion litium (li-ion) Gesits ada dua tipe, yaitu 6 kwh dengan maksimal kecepatan hingga lebih dari 100 kilometer per jam dan 3 kwh dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam. Kecepatan yang dihasilkan Gesits setara dengan motor skuter bermesin konvensional 125cc.

“Kami 12 kali ganti baterai selama perjalanan. Ketika hujan juga aman, tidak ada kendala elektrifikasi,” kata Yoga.

Dia mengatakan kendala yang dihadapi selama perjalanan adalah mesin motor yang temperaturnya menjadi setinggi 90 derajat Celsius yang membuat mesin langsung mati.

Kendala overheating mesin tersebut diatasi dengan memberikan aliran udara ke mesin, dan upaya tersebut efektif menurunkan temperatur menjadi 50-60 derajat Celcius.

Sementara itu, CEO Garansindo Group Muhammad AI Abdullah mengatakan dukungan luar biasa yang diberikan oleh pemerintah membuktikan komitmen pemerintah dalam mengapresiasi hasil karya anak bangsa dan komitmen untuk mengurangi pencemaran polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermesin konvesional selama ini.

“Gesits akan menjadi milestone beberapa fondasi penting suatu bangsa,” katanya. (*)

Pewarta : Muhammad Khadafi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

Sumber: TIMESINDONESIA, 12-11-201
——-
Menristekdikti Sambut Uji Motor Listrik “Gesits” Jakarta-Denpasar

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir menyambut kedatangan uji coba motor listrik “Gesits” (Garansindo Electric Scooter ITS) yang telah menempuh perjalanan dari Jakarta ke Denpasar selama lima hari.

“Uji coba prototipe motor listrik Gesits aman, tidak ada kendala yang berarti selama perjalanan,” kata Nasir dalam acara penyambutan uji coba ketahanan Gesits di Kantor DPRD Bali, Denpasar, Sabtu.

Motor listrik Gesits merupakan salah satu pengembangan inovasi riset yang dikembangkan Kemenristekdikti di bidang transportasi.

Nasir mengatakan Gesits rencananya akan diproduksi massal pada 2018, namun dia mendorong agar izin produksinya dapat terbit pada 2017.

Gesits adalah motor bersumber listrik produk riset hasil kerja sama antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT Garansindo Surabaya.

Motor listrik ini diciptakan untuk mendukung program “hilirisasi” hasil riset perguruan tinggi untuk dijadikan sebuah industri.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jumain Appe, mengatakan kerja sama riset ini sendiri telah banyak mendapatkan insentif dari Kemenristekdikti.

Sampai saat ini, lewat bantuan hibah riset Kemenristekdikti, telah dihasilkan lima unit sepeda motor listrik Gesits yang siap uji ketahanan dan lima unit untuk uji kerusakan.

Uji coba ketahanan Gesits dilakukan dengan dikendarakan dari Jakarta pada Senin (7/11) sekitar pukul 10.00 WIB dan memasuki Pulau Bali pada Jumat (11/11) pukul 17.00 WITA dengan menempuh total jarak sekitar 1.500 kilometer.

Para pengendara uji coba Gesits dari Jakarta ke Denpasar adalah tiga mahasiswa ITS, yaitu Yoga Uta Nugraha (mahasiswa semester VIII jurusan teknik elektro), Grangsang Sotia Ramadani, dan Filipi Cahya (mahasiwa pascasarjana teknik mesin).

Kecepatan Gesits bisa mencapai 100 kilometer per jam, tetapi dalam uji coba tersebut dijaga di kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam.

Kapasitas baterai ion litium (li-ion) di Gesits dibagi dalam dua tipe, yaitu 6 kwh dengan maksimal kecepatan hingga lebih dari 100 kilometer per jam dan 3 kwh dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam.

“Kami 12 kali ganti baterai selama perjalanan. Ketika hujan juga aman, tidak ada kendala elektrifikasi,” kata Yoga.

Dia mengatakan kendala yang dihadapi selama perjalanan adalah mesin motor yang mengalami temperatur tinggi hingga 90 derajat Celsius sehingga langsung menyebabkan mesin mati.

Kendala ‘overheating’ mesin tersebut diatasi dengan memberikan aliran udara ke mesin, dan upaya tersebut efektif menurunkan temperatur menjadi 50-60 derajat Celcius. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

Pewarta: Calvin Basuki

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Sumber: Antara, Sabtu, 12 November 2016

——————-

Uji Ketahanan “GESITS” Sukses hingga Bali

Purwarupa skuter listrik “GESITS” sukses menjalani uji ketahanan dari Jakarta menuju Bali sejauh 1.400 kilometer. Sepeda motor listrik kerja sama Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, dengan Garansindo Group itu tiba di Kota Denpasar, Bali, Sabtu (12/11), setelah dilepas dari Jakarta, Senin (7/11).

Kedatangan pengendara GESIT (Garansindo Electric Scooter ITS) disambut Menteri Ristek dan Dikti Muhammad Nasir bersama Gubernur Bali Made Mangku Pastika di kompleks DPRD Bali. “Tidak ada kendala berarti selama perjalanan” kata M Nasir kepada pers.

Salah satu kendala yang ditemui adalah temperatur mesin yang tinggi, hingga 90 derajat celsius. Itu membuat mesin mati. Namun, hujan tidak mengganggu elektrifikasi.

Hasil uji coba kendaraan kerja sama perguruan tinggi dengan swasta itu, kata Nasir, menunjukkan perguruan tinggi mampu membangun teknologi terapan untuk produksi. Kemristek dan Dikti pun mendorong perguruan tinggi mengembangkan lembaga inkubasi bisnis berbasis teknologi.

Riset teknologi dibutuhkan untuk tahap pengembangan selanjutnya, yakni menghasilkan komponen buatan dalam negeri untuk proses produksi. Saat ini, perguruan tinggi mengembangkan riset baterai.

Dari sisi komponen, 90 persen komponen GESITS diproduksi dalam negeri. Baterai lithium-ion diimpor dari Jepang.

Untuk massalisasi produk, Nasir mengatakan, ia sudah berkomunikasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perhubungan. Harapannya, pada 2017 sudah bisa diproduksi.

Dukungan terhadap sepeda motor listrik disampaikan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PT PLN (Persero) Amin Subekti. Ia mengatakan, PLN akan membantu menyiapkan stasiun pengisian listrik umum. (COK/ANTARA)
———
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 November 2016, di halaman 6 dengan judul “Uji Ketahanan “GESITS” Sukses hingga Bali”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Melihat Aktivitas Gajah di Terowongan Tol Pekanbaru-Dumai

Sejumlah gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) melintasi Sungai Tekuana di bawah terowongan gajah yang dibangun ...

%d blogger menyukai ini: