Home / Berita / Singapura Larang Penggunaan Aplikasi Zoom untuk Pembelajaran

Singapura Larang Penggunaan Aplikasi Zoom untuk Pembelajaran

Pemerintah Singapura tengah menyelidiki ”insiden serius” dalam kasus aplikasi Zoom dan kemungkinan akan melaporkan insiden itu kepada kepolisian.

REUTERS/DADO RUVIC/FOTO ILUSTRASI–Logo Zoom terlihat di depan tampilan penyakit Covid-19 dalam foto ilustrasi yang diambil pada 19 Maret 2020. Pemerintah Singapura, Jumat (10/4/2020), melarang sementara waktu penggunaan aplikasi Zoom dalam pembelajaran akibat insiden tampilnya foto cabul di sebuah pengajaran siswi.

Pemerintah Singapura, Jumat (10/4/2020), melarang untuk sementara waktu para guru menggunakan aplikasi video konferensi Zoom dalam kegiatan belajar-mengajar jarak jauh dengan siswa di rumah. Pelarangan sementara ini keluar setelah terjadi insiden munculnya foto cabul dan laki-laki aneh yang berkomentar cabul dalam video konferensi sebuah pengajaran para siswi pada minggu pertama kebijakan karantina diberlakukan.

Pemerintah Singapura meliburkan sekolah dan sebagian besar tempat kerja selama satu bulan, mulai 7 April lalu hingga 4 Mei mendatang sebagai bagian dari langkah lebih ketat guna meredam lonjakan penularan Covid-19 akhir-akhir ini. Dengan keputusan tersebut, pengajaran di sekolah-sekolah di negara itu dialihkan ke pengajaran berbasis daring di rumah.

Aaron Loh dari Divisi Teknologi Kementerian Pendidikan Singapura, Jumat, menjelaskan bahwa insiden cabul itu terjadi ketika para siswi tengah belajar pelajaran geografi. Insiden serius itu sudah dilaporkan kepada polisi. Kantor berita Associated Press melaporkan, insiden itu dipicu peretasan oleh dua orang, yang diketahui menggunakan ”Zoombombing”.

Loh menyebutkan, pihaknya tengah menyelidiki ”insiden yang serius” itu dan kemungkinan juga akan melaporkan kasus tersebut ke polisi. ”Kami sudah bekerja sama dengan Zoom untuk meningkatkan pengaturan keamanan (aplikasi)-nya dan membuat langkah-langkah keamanan ini jelas dan mudah untuk diikuti,” tutur Loh.

”Supaya tidak terjadi lagi, guru-guru tidak boleh memakai Zoom sampai persoalan ini jelas,” ujar Loh.

Loh menambahkan, guru-guru juga sudah diminta mematuhi protokol keamanan, seperti memastikan aman untuk masuk situs apa pun dan tidak berbagi tautan pertemuan dengan siswa di luar jam sekolah atau belajar.

Gugatan kelompok
Belakangan ini, Zoom Video Communications Inc ZM.O, perusahaan yang mengelola aplikasi Zoom, menghadapi banyak persoalan terkait aplikasi video konferensi yang digunakan tidak hanya oleh sekolah, tetapi juga perkantoran. Bahkan, perusahaan itu kini menghadapi gugatan secara berkelompok (class-action).

KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA–General Manager Consumer Sales Region Jawa Timur Telkomsel Erick Noviantoro menggelar video konferensi jarak jauh dengan wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/4/2020).

Berkeley High School di California, Amerika Serikat, juga segera menghentikan penggunaan Zoom ketika tiba-tiba ada laki-laki dewasa telanjang yang mengeluarkan kata-kata hinaan yang rasis dalam pertemuan secara daring melalui aplikasi Zoom. Padahal, menurut sekolah itu, mereka sudah memastikan keamanan pertemuan di Zoom dengan kata sandi.

Untuk mengatasi masalah keamanan tersebut, Zoom sudah memulai rencana peningkatan privasi dan keamanan selama 90 hari ke depan. Mereka juga telah meminta bantuan kepada mantan kepala keamanan Facebook, Alex Stamos, untuk menjadi konsultan.

Taiwan-Jerman melarang
Sebelum Singapura, otoritas Taiwan dan Jerman juga telah melarang pemakaian Zoom, terutama untuk perkantoran. Pengguna Zoom setiap harinya melonjak hingga lebih dari 200 juta pada Maret seiring dengan kebijakan karantina untuk mencegah penularan selama pandemi Covid-19. Siswa dan karyawan yang harus belajar dan bekerja dari rumah mengandalkan aplikasi konferensi video yang bisa digunakan secara gratis itu.

AP / CRAIG MITCHELLDYER–Dalam foto bertanggal 17 Maret 2020 ini, Kim Borton (kiri) bekerja dari rumah, sementara anak-anaknya mengerjakan tugas di Beaverton, Oregon, AS.

Namun, kemudian banyak keluhan pengguna yang khawatir dengan kurangnya enkripsi sesi rapat dan seringnya terjadi peretasan dengan Zoombombing, atau juga sering terjadi orang yang tidak diundang bisa ikut dalam pertemuan.

”Jika lembaga pemerintah mau video konferensi, tidak boleh pakai produk bermasalah seperti Zoom,” demikian pernyataan tertulis otoritas Taiwan, Selasa lalu.

Juru bicara Zoom mengatakan sudah berbicara dengan semua negara di seluruh dunia terkait isu tersebut. Mayoritas perusahaan dan lembaga pemerintah sudah memastikan faktor keamanan sebelum menggunakan Zoom.

AFP/OLI SCARFF—Leo (tengah) dan Espen dibantu oleh ibu mereka, Moira, ketika mengakses sumber belajar daring yang disediakan sekolah taman kanak-kanak di rumah keluarga itu di Desa Marsden, dekat Huddersfield, Inggris utara, 23 Maret 2020.

Taiwan merupakan pihak pertama yang secara resmi melarang penggunaan Zoom. Adapun di AS sampai sekarang masih digunakan di sejumlah sekolah meski sangat terbatas.

Direktur Eksekutif Zoom Eric Yuan, pekan lalu, meminta maaf kepada seluruh pengguna dan mengatakan sedang memperbaikinya. Ia mengaku perusahaan telah kehilangan kepercayaan pengguna yang kehilangan privasi dan rasa aman. Apalagi, di zaman sekarang, saat banyak penyedia aplikasi konferensi video lainnya yang sama-sama gratis.

Zoom saat ini bersaing ketat dengan Microsoft, Cisco Webex, dan Google Hangouts. Taiwan mengimbau aparatnya agar menggunakan produk dari Google atau Microsoft sebagai gantinya. Jika tidak, lebih baik memakai aplikasi buatan dalam negeri. Saham Zoom turun 7 persen dan mereka kehilangan hampir sepertiga dari nilai pasar mereka setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, akhir Maret lalu. (REUTERS)

Oleh LUKI AULIA

Editor: MUHAMMAD SAMSUL HADI

Sumber: Kompas, 10 April 2020

Share
%d blogger menyukai ini: