Home / Berita / Sembilan Negara Bantu Indonesia dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Sembilan Negara Bantu Indonesia dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Sembilan negara, yaitu China, Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan Uni Emirat Arab, membantu Indonesia dalam menangani Covid-19. Bantuan berupa dana atau produk.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA–Petugas bergotong royong memindahkan paket bahan makanan untuk dimasukkan ke truk untuk dikirim ke Kantor Kecamatan, di Convention Hall, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/4/2020). Pemkot Surabaya bersiap mendistribusikan bahan makanan kepada 68.000 keluarga yang masuk dalam masyarakat berpenghasilan rendah yang belum masuk dalam kategori penerima program bantuan pemerintah. Paket bahan makanan CSR dari sejumlah pihak berupa beras, mi instan, abon, bumbu pecel, dan keripik tempe diharapkan mampu mengurangi beban penerima bantuan dalam melewati pandemi Covid-19.

Pemerintah dari sembilan negara membantu Indonesia dalam percepatan penanganan Covid-19. Selain itu, Indonesia juga menerima dukungan dari sembilan organisasi internasional dan 70 organisasi non-pemerintah dengan total dukungan sebanyak 77,49 juta dollar Amerika Serikat.

Juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Minggu (26/4/2020), menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan internasional terhadap masyarakat Indonesia dalam memerangi pandemi.

Kesembilan negara yang memberi dukungan adalah China, Jepang, AS, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan Uni Emirat Arab. Selain dalam bentuk donasi, ada juga bantuan dalam bentuk barang dan dukungan teknis. Uni Emirat Arab, misalnya, memberikan bantuan alat kesehatan.

Dari nilai dukungan, tiga pemberi dukungan terbesar berasal dari Uni Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Uni Eropa memberi bantuan sebesar 21,3 juta dollar AS, Jepang 10,5 juta dollar AS, sementara Amerika Serikat 3,03 juta dollar AS.

Organisasi internasional yang memberi dukungan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia adalah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bank Pembangunan Asia (ADB), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Badan Program Pembangunan PBB (UNDP), Global Fund, Bank Pembangunan Islam (IDB), Uni Eropa, serta organisasi nonpemerintah, termasuk lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di 12 negara, yakni China, Singapura, AS, Korea Selatan, Vietnam, Perancis, Rusia, Jerman, Jepang, Swedia, Swiss, dan Arab Saudi.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO–Warga antre untuk mencairkan bantuan sosial (bansos) tunai di Kantor Pos Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (25/4/2020). Bansos tunai bagi warga terdampak Covid-19 tersebut akan disalurkan kepada 9.000.0000 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan nilai bantuan sebesar Rp 600.000 per KPM per bulan. Bansos tunai diberikan selama 3 bulan, dimulai dari April hingga Juni 2020. Bantuan sosial tunai dilaksanakan diseluruh Indonesia, kecuali Provinsi DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi.

Selain donasi dari luar negeri, Indonesia juga mendapatkan bantuan material kesehatan berupa alat pelindung diri, ventilator, RT-PCR, dan reagen, termometer dan virus transport medium (VTM). Dari bantuan tersebut, masker, rapid test, dan APD merupakan jenis bantuan paling banyak diterima oleh Indonesia.

Sementara itu, hingga saat ini belum semua dukungan yang diterima oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terealisasi. Kemlu mencatat, dukungan internasional yang sudah terealisasi sebesar 25,1 juta dollar AS. Masih ada sekitar 52,3 juta dollar AS yang belum terealisasi.

Di Indonesia, perang terhadap Covid-19 masih terus dilakukan. Ketua Tim Perawat di RSD Wisma Atlet Fitdy mengatakan, dirinya dan tim berusaha menjadi garda terdepan penanganan Covid 19. ”Ini tugas terberat. Sepuluh tahun bertugas, saya pernah merasakan beberapa tugas berat, tetapi sekarang menangani Covid-19 paling berat,” katanya.

Tantangan itu paling terasa karena ia tidak bisa berkumpul dengan keluarga di rumah demi menghentikan laju penyebaran virus korona baru. Sebagai petugas medis, Fitdy tinggal di salah satu menara di Wisma Atlet Kemayoran. Ada kalanya ia meras bosan karena aktivitas terbatas. Ia berusaha mengatasi itu dengan berolahraga secara mandiri di sana.

Oleh DENTY PIAWAI NASTITIE

Editor: ILHAM KHOIRI

Sumber: Kompas, 26 April 2020

Share
x

Check Also

Penggunaan Aplikasi Permudah Monitoring Mangrove

LIPI menggunakan penginderaan jauh dan teknologi untuk menghasilkan buku panduan monitoring, spreadsheet template, dan aplikasi ...

%d blogger menyukai ini: