Saatnya Perguruan Tinggi Berbenah Hadapi Disrupsi

- Editor

Rabu, 20 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perguruan tinggi saatnya berbenah menghadapi era disrupsi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau TIK. Pemanfaatan teknologi informasi di perguruan tinggi harus ditingkatkan dalam upaya meningkatkan mutu dan daya saing.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama penyediaan fasilitas komunikasi untuk Indonesian Research and Education Network (IdREN) antara Kemristek dan Dikti dengan PT Telkom Indonesia Tbk, di Jakarta, Selasa (19/12), mengatakan, perguruan tinggi (PT) menghadapi masalah biaya kuliah semakin mahal, jumlah dosen terbatas, dan jumlah mahasiswa bertambah.

“Mengatasi masalah di pendidikan tinggi ini tidak bisa dengan cara konvensional. Pengangkatan jumlah dosen terbatas. Karena itu, pemanfaatan TIK untuk meningkatkan produktivitas, tetapi tetap mengedepankan mutu akan jadi solusi. Kekuatan TIK harus dimanfaatkan,” ujar Nasir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari 4.570 PT negeri dan swasta, PT penyelenggara pembelajaran dalam jaringan (daring) baru dilakukan oleh 382 PT. Padahal, PT maju di dunia sudah gencar mengembangkan pembelajaran daring.

Untuk kursus terbuka daring (massive open online course) di dunia, sudah diakses sekitar 70 juta orang. Tersedia 7.000 kursus daring yang disediakan PT terkemuka di dunia, seperti Universitas Stanford, MIT, Universitas Harvard, dan Universitas Oxford. “Kami akan memperbarui dan mengharmonisasi peraturan yang ada supaya dapat menyesuaikan dengan tantangan dalam perkembangan TIK. Soal aturan pendidikan jarak jauh dan blended learning (yang memanfaatkan TIK) akan segera disesuaikan agar PT kita mudah melakukan terobosan,” kata Nasir.

Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia Tbk Dian Rachmawan mengatakan, IdREN jadi salah satu platform untuk memudahkan kolaborasi riset dan ilmu pengetahuan. Platform ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing PT Indonesia di era serba digital.

Untuk menunjang pengembangan riset dan pembelajaran PT nasional, ujar Dian, IdREN kini dapat diakses melalui situs web dan telepon pintar(mobile apps). Saat ini, IdTEN sudah terkoneksi dengan 79 institusi pendidikan nasional dan satu lembaga riset internasional.

IdREN diprakarsai Telkom dengan melakukan inisiasi bersama lima PT negeri, yakni UGM, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Institut Teknologi Bandung sebagai kampus hub nasional. (ELN)

Sumber: Kompas, 20 Desember 2017

Informasi terkait

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB