Riset Penyebaran Virus Zika di Jambi Dilanjutkan

- Editor

Minggu, 14 Februari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Jambi meminta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melanjutkan riset tentang keberadaan dan sebaran virus zika di kota itu. Hal itu untuk menindaklanjuti temuan Lembaga Eijkman terkait kasus virus zika di Kota Jambi pada 2015.

Surat permintaan kerja sama itu disampaikan Wali Kota Jambi Syarif Fasha kepada Direktur Eijkman Amin Subandrio, Kamis (11/2) malam, di Jambi. Jambi diharapkan menjadi percontohan kota proaktif mendeteksi dini virus zika. Sebelumnya, Syarif mengundang Amin dan peneliti Eijkman ke kediamannya.

Menurut Syarif, temuan satu pasien demam di Jambi yang terinfeksi zika menimbulkan keresahan warga setempat. Dengan adanya riset lanjutan, bisa diperoleh gambaran lebih lengkap sebaran virus itu di Jambi. “Pendanaan riset ini akan disediakan Lembaga Eijkman,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deputi Direktur Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo menyambut positif permintaan Pemerintah Kota Jambi itu. “Ini bagian dari tugas kami meneliti virus zika. Eijkman sejak tiga tahun terakhir punya unit khusus yang fokus meneliti virus baru ataupun virus lama yang beredar kembali,” ucapnya.

Kepala Unit Dengue Eijkman Tedjo Sasmono mengatakan, temuan virus zika di Jambi diawali merebaknya demam berdarah dengue di Kota Jambi pada Desember 2014-April 2015. Lalu, tim Eijkman bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloam Jambi memeriksa 261 pasien terduga dengue. Dari pemeriksaan itu, 107 sampel darah pasien positif dengue dan 103 negatif dengue. “Sampel negatif dengue diteliti untuk dicari sumber infeksinya,” ujarnya.

Peneliti Emerging Virus Research Unit Lembaga Eijkman, Frilasita Yudhaputri, mengatakan, dari 103 sampel pasien negatif dengue itu, ditemukan delapan pasien positif terinfeksi cikungunya dan satu pasien positif terinfeksi zika. Pasien yang diidentifkasi sebagai pria berusia 27 tahun itu tak pernah bepergian ke daerah lain. Itu berarti, ia terinfeksi zika di Jambi.

Sotiningsih, ahli Patologi Klinik dari RS Siloam Jambi yang turut melakukan riset bersama tim Eijkman, mengatakan, pasien positif zika demam ringan. Pasien sembuh beberapa hari kemudian.

Menurut Frilasita, temuan itu dilaporkan lewat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada September 2015 dan ditulis di jurnal internasional, Emerging Infectiouse Desease,yang secara daring bisa diakses akhir Januari 2016. Saat dilaporkan, virus zika belum jadi perhatian. “Apalagi, demam pada pasien zika ringan,” ujarnya.

Setelah penularan virus zika merebak di Amerika Latin dan diduga memicu kenaikan angka mikrosefalus pada bayi, hal itu menjadi perhatian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyerukan kewaspadaan pada virus zika.

Pemetaan virus zika
Meski Eijkman berhasil mengisolasi virus zika di Jambi pada 2015, sebaran virus itu di Jambi dan kota lain di Indonesia belum diketahui. Laporan di berbagai jurnal ilmiah menyebutkan, zika beredar di Klaten, Jawa Tengah, tahun 1981; Lombok 1983; dan dua pelancong dari Australia terinfeksi zika di Jakarta pada 2013 dan di Bali pada 2015.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Andi Pada menyatakan menerima surat edaran Menteri Kesehatan awal pekan ini tentang deteksi dini zika. Daerah diminta mengirim sampel darah pasien negatif DBD kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Namun, hal itu belum bisa dilakukan pemerintah daerah hingga enam bulan ke depan. “Dana terbatas karena biaya pengiriman sampel dibebankan ke daerah. Tahun ini, biaya itu belum dianggarkan di APBD,” ujarnya.

Sementara itu, WHO, Rabu, menyarankan perempuan terkait cara proteksi diri dari zika, terutama saat hamil. Ibu hamil tetap bisa melahirkan bayi normal karena penyakit itu ringan.(ITA/AIK/REUTERS/DWA)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 Februari 2016, di halaman 14 dengan judul “Riset Penyebaran Virus Zika di Jambi Dilanjutkan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 33 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru